<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838</id><updated>2011-10-29T01:20:02.600+07:00</updated><category term='pemesanan-benih'/><category term='lain-lain'/><category term='konsumsi'/><category term='Gurame'/><category term='bawal'/><category term='news'/><category term='artikel'/><category term='laut'/><category term='galeri-foto'/><category term='34'/><category term='budidaya'/><category term='benih'/><category term='23'/><category term='35'/><category term='Galery photo'/><title type='text'>Benih Ikan Ku</title><subtitle type='html'>Centra Penjualan Benih Ikan Gurame, Lele, Nila Berkualitas</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>101</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-4678550645872202204</id><published>2010-07-06T15:26:00.000+07:00</published><updated>2010-07-06T15:26:25.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bawal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pembenihan Bawal Tawar</title><content type='html'>&lt;b&gt;Bawal&lt;/b&gt; ( Colossoma macropomum ) merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis cukup tinggi. Ikan ini berasal dari Brazil. Pada mulanya ikan bawal diperdagangkan sebagai ikan hias, namun karena pertumbuhannya cepat, dagingnya enak dan dapat mencapai ukuran besar, maka masyarakat menjadikan ikan tersebut sebagai ikan konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan lain ikan bawal adalah Gamitama (Peru), Cachama (Venezuela), Red Bally Pacu (Amerika Serikat dan Inggris). Sedangkan di negara asalnya disebut Tambaqui.&lt;br /&gt;Walaupun ketenaran ikan bawal belum dapat disejajarkan dengan komoditas perikanan lainnya, namun permintaan konsumen setiap tahunnya terus meningkat, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Maka tak heran, bila dimasa yang akan datang akan menjadi komoditas unggulan seperti jenis-jenis ikan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BIOLOGI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sistematika ikan bawal termasuk kedalam Genus Chacacoid dan species Colossoma macropomum.&lt;br /&gt;Badan agak bulat, bentuk tubuh pipih, sisik kecil, kepala hampir bulat, lubang hidung agak besar, sirip dada di bawah tutup insang, sirip perut dan sirip dubur terpisah, punggung berwarna abu-abu tua, perut putih abu-abu dan merah.&lt;br /&gt;Ikan bawal banyak ditemukan di sungai sungai besar seperti Amazon (Brazil), Orinoco (Venezuela). Hidup secara bergerombol di daerah yang airnya tenang.&lt;br /&gt;Bawal termasuk ikan karnivora, Giginya tajam namun tidak ganas seperti piranha. Makanan yg disukai pada fase larva adalah Brachionus sp., Artemia sp., dan Moina sp.&lt;br /&gt;Induk bawal sudah mulai dapat dipijahkan pada umur 4 tahun bila pertumbuhannya normal dapat mencapai berat 4 kg.&lt;br /&gt;Pemijahannya terjadi pada musim penghujan.&lt;br /&gt;Kami juga melayani kegiatan magang atau pelatihan tentang teknik perikanan air tawar....silakan menghubungi kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMBENIHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pemeliharaan Induk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induk-induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,5 kg/m2. Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet sebanyak 3 prosen dari berat tubuh ikan dan diberikan 3-4 kali sehari. Menjelang musim hujan jumlah pakannya ditambah menjadi 4 prosen. Induk betina yang beratnya 4 kg dapat menghasilkan telur sebanyak +400.000 butir.&lt;br /&gt;Tanda Induk yang matang Gonad.&lt;br /&gt;Betina: perut buncit, lembek dan lubang kelamin berwarna kemerahanJantan: perut langsing, warna merah dalam ditubuhnya lebih jelas dan bila diurut dari perut kearah kelamin keluar cairan berwarna putih/sperma.&lt;br /&gt;B. Pemijahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemijahan ikan bawal air tawar bisa dilakukan secara Induced Spawning, caranya induk betina disuntik hormon LHRH-a sebanyak 3 ?g/kg atau ovaprim 0,75 ml / kg . Induk jantan menggunakan LHRH-a sebanyak 2 ?g/kg atau ovaprim 0,5 ml/kg. LHRH-a dilarutkan dalam larutan 0,7 % NaCl.&lt;br /&gt;Induk betina disuntik dua kali dengan selang waktu 8-12 jam. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3 bagian dari dosis total dan penyuntikan kedua 2/3 nya.&lt;br /&gt;Induk yang sudah disuntik dimasukkan kedalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa. Selama pemijahan air harus tetap mengalir. Pemijahan biasanya terjadi 3 sampai 6 jam setelah penyuntikan kedua.&lt;br /&gt;C. Penetasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memijah telur-telur diambil menggunakan scope net halus, kemudian telur tersebut ditetaskan didalam akuarium yang telah dilengkapi dengan aerasi dan water heater dengan suhu 27 - 29oC. Kepadatan telur antara 100 - 150 butir/liter, biasanya Telur-telur akan menetas dalam waktu 16 - 24 jam.&lt;br /&gt;D. Pemeliharaan Larva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larva dipelihara dalam akuarium yang sama, namun sebelumnya 3/4 bagian airnya dibuang. Padat penebaran larva 50 - 100 ekor/liter larva yang berumur 4 hari diberi pakan berupa naupli Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva ini berlangsung selama 14 hari. Selama pemeliharaan larva, air harus diganti setiap hari sebanyak 2/3 bagiannya. Setelah berumur 14 hari larva siap ditebar ke kolam pendederan.&lt;br /&gt;E. Pendederan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendederan ikan bawal dilakukan di kolam yang luasnya antara 500 -1.000 m2. Namun kolam tersebut harus disiapkan seminggu sebelum penebaran benih. Persiapan meliputi pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir.&lt;br /&gt;Setelah itu kolam dikapur dengan kapur tohor sebanyak 50 - 100 gram/m2 dan dipupuk dengan pupuk organik dengan dosis 500 gram/m2. Kemudian diisi air.&lt;br /&gt;Bila kolam sudah siap, larva diebar pada pagi hari dengan kepadatan 50 - 100 ekor/m2.&lt;br /&gt;Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet halus sebanyak 750 gram/10 ribu ekor larva dengan frekuensi tiga kali sehari.&lt;br /&gt;Pemeliharaan di kolam pendederan selama 21 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang pernah ditemukan pada ikan bawal air tawar yang berumur satu bulan antara lain disebabkan oleh parasit, bakteri dan Kapang (Jamur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parasit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ich " Atau " White spot ", biasanya menyerang ikan apabila suhu media pemeliharaan dingin, cara mengatasinya yaitu dengan menaikkan suhu (dengan water heater) sampai kurang lebih 29 derajat Celcius dan pemberian formalin 25 ppm. Pada media pemeliharaannya.&lt;br /&gt;Bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Streptococus sp. dan Kurthia sp. cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan antibiotik tetrasiklin dengan dosis 10 ppm.&lt;br /&gt;Kapang (Jamur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamur ini merupakan akibat dari adanya luka yang disebabkan penanganan ( Handling ) yang kurang hati-hati. Cara mengatasinya dengan menggunakan Kalium Permanganat ( PK ) dengan dosis 2-3 ppm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMBESARAN IKAN BAWAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Usaha pembesaran dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal air tawar saat ini banyak diminati sebagai ikan konsumsi dan cocok untuk dibudidayakan di Kabupaten Magelang. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain : Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERSIAPAN KOLAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 - 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan. Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMILIHAN DAN PENEBARAN BENIH.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan benih. Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMUNGUTAN HASIL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2 . Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-4678550645872202204?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/4678550645872202204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=4678550645872202204&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4678550645872202204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4678550645872202204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/07/pembenihan-bawal-tawar.html' title='Pembenihan Bawal Tawar'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-7699494816941164510</id><published>2010-07-03T19:14:00.000+07:00</published><updated>2010-07-03T19:14:20.218+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Potensi Dan Peluang Kepulauan Anambas Menjadi Kawasan Konservasi Perairan</title><content type='html'>Sebagai salah satu konsekwensi pelaksanaan Undang-undang No. 31 Tahun 2004 tentang perikanan dijelaskan bahwa konservasi sumberdaya ikan, termasuk ekosistem, jenis dan genetik untuk menjamin keberadaan, ketersediaan dan kesinambungan dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman sumberdaya ikan yang&amp;nbsp; merupakan upaya untuk melindungi, melestarikan dan memanfaatkan fungsi ekosistem sebagai habitat penyangga kehidupan biota perairan pada waktu sekarang dan akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulauan Anambas memiliki potensi pengembangan ekonomi yang cukup besar yang merupakan gugusan yang terbentuk dari paling sedikit 6 (enam) pulau besar yaitu Jemaja, Terempa, Mubur, Matak, Damar, serta Raibu, dan pulau-pulau kecil lainnya yang tersebar di sekitarnya. Secara keseluruhan, Kepulauan Anambas memiliki 53 pulau berpenghuni dan 122 pulau lainnya belum berpenghuni. Luas wilayah daratnya mencapai 590,14 km2. Kepulauan ini dikelilingi oleh Laut Natuna seluas 46.074 km2, sehingga luas wilayah Kepulauan Anambas mencapai 46.664,14 km2.&lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam upaya mengetahui kondisi potensi lokasi wilayah perairan Kepulauan Anambas saat ini serta dalam rangka mencapai target jumlah kawasan laut baru, maka dipandang perlu untuk dilaksanakannya kegiatan survey potensi calon&amp;nbsp; Kawasan Konversi Perairan Nasional (KPPN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Karakteristik dan Potensi Wilayah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan kepulauan Anambas memiliki 53 pulau berpenghuni dan 122 pulau lainnya belum berpenghuni. Untuk kegiatan Identifikasi dan Penilaian Calon Kawasan Konservasi Perairan Nasional di Kepulauan Anambas telah diusulkan pulau-pulau yang diarahkan sebagai kawasan konservasi perairan oleh masyarakat Anambas dengan memperhatikan kepentingan ekosistem (terumbu karang dan sumber daya ikan), ekonomi (wisata bahari, penangkapan dan budidaya ikan), pendidikan dan latihan serta pertahanan dan keamanan. Adapun pulau-pulau yang diusulkan menjadi kawasan konservasi perairan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Pulau Pahat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pulau Pahat sudah terkenal dikalangan masyarakat Kepulauan Anambas dan dapat ditempuh dari Ibu kota Kecamatan Siantan yaitu Terempa sekitar 1,0-1,5 jam dengan perahu, pulau ini mempunyai kawasan pantai dan pasir putih yang indah dan dikelilingi oleh terumbu karang.&amp;nbsp; Pulau ini juga sebagai tempat kawasan habitat Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) oleh karena itu diarahkan untuk dikonservasi khususnya konservasi penyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.Pulau Durai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pulau Durai sama dengan Pulau Pahat letaknya hampir berdekatan dan dapat ditempuh dari Terempa sekitar 1,0-1,5 jam dan dari P. Pahat sekitar 0,5 jam, selain mempunyai kawasan pantai dan pasir putih yang indah dan dikelilingi oleh terumbu karang, Pulau Durai ini juga sebagai tempat kawasan habitat Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), untuk itu daerah ini diusulkan sebagai kawasan konservasi khususnya konservasi penyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.Pulau Tokong Nanas dan Tokong Belayar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Posisi kedua Pulau ini sebagai pulau terluar dari NKRI dan dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari Terempa dengan perahu. Di pulau ini terdapat habitat ikan Napoleon dan Kerapu serta dikelilingi terumbu karang yang kondisinya cukup baik, sehingga diarahkan sebagai “Kawasan Konservasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.Pulau Nyamuk, P. Tokong Gurun, P. Menyali, P. Manda Riau Laut, P. Mada Riau Laut&amp;nbsp; dan Pulau Mangkian.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Posisi pulau-pulau&amp;nbsp; ini persis terletak sebelah timur Pulau Matak&amp;nbsp; dan Timur Laut Tarempa. Untuk mencapai pulau ini dari Terempa sekitar 1,0 - 1,5 jam dengan perahu. Pulau-pulau ini terdapat ekosistem mangrove dan dikelilingi dikelilingi terumbu karang, sehingga diarahkan sebagai kawasan konservasi. Untuk lebih detailnya terhadap lokasi konservasi ini perlu disurvei lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.Pulau Siantan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pulau ini merupakan salah satu pulau besar yang terdapat di Kepulauan Anambas dan merupakan pulau yang ramai karena terdapat fasilitas transportasi pelabuhan dan pasar kegiatan ekonomi masyarakat. Di pulau ini terdapat ekosistem mangrove yang terdapat di kawasan air terjun Temburun, dan pulau ini juga dikelilingi oleh terumbu karang yang sudah rusak. Kawasan ini diusulkan sebagai kawasan konservasi kecuali kawasan yang sudah diperuntukan untuk kawasan kegiatan transportasi / pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Terjun “Temburun”&lt;br /&gt;Lokasi air terjun “Temburun” berada di Pulau Siantan, terletak dibagian Timur kota Terempa dan dapat ditempuh dari Terempa sekitar 0,5 jam. Airnya berasal dari Sungai Baruk pada ketinggian + 250 meter diatas permukaan laut, betuknya bertingkat-tingkat sebanyak 7 (tujuh) tingkat dan bermuara pada Selat Peniting. Kawasan air terjun ini merupakan kawasan rekreasi/wisata bagi penduduk sekitar wilayah Siantan. Karena keindahannya sangat diminati yang menjadi salah satu kebanggaan.&lt;br /&gt;Di muara air terjun ini terdapat ekosistem mangrove yang sebagian besar terdiri dari jenis Rizophora, dengan substrat lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.Pulau Temawan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pulau Temawan atau disebut juga Pulau Temuang, merupakan pulau yang tidak berpenduduk dan dapat ditempuh dari Terempa sekitar 1,0 - 1,5 jam. Letaknya di bagian Timur Terempa (Pulau Siantan) atau sebelah Tenggara Pulau Matak. Sebagian kawasan pulau ini pantainya merupakan gugusan batu-batu besar dan habitat ekosistem mangrove sehingga diarahkan untuk dikonservasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7.Pulau Angsang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pulau Angsang merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Terletak di bagian Timur Terempa (Pulau Siantan) atau sebelah Tenggara Pulau Matak, tepatnya di Selat Angsang. Untuk mencapai pulau ini dapat ditempuh sekitar 1,0-1,5 jam dari Tarempa. Pulau ini memiliki pantai yang landai berpasir putih yang ditumbuhi pohon kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau ini pernah menjadi lokasi wisata selancar dan berlayar bagi para turis asing, namun pengelolaannya tidak berjalan lama, belum diketahui penyebab terbengkalainya kegiatan wisata bahari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8.Pulau Jemaja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pulau Jemaja terletak di bagian sebelah barat daya Kepulauan Anambas. Potensi yang terdapat di pulau ini antara lain air terjun ulu maras dengan tanaman bakau (Rhizophora) yang terdapat disekitarnya, terumbu karang dan pasir putih yang terletak di Pantai Blusan. Jenis wisata lainnya adalah panorama pantai di Pantai Pedang Melang; taman laut&amp;nbsp; di Pantai Teluk Nguan; olahraga air, pacu sampan, island hoping dan event budaya di Pantai Pulau Ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Ditjen KP3K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-7699494816941164510?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/7699494816941164510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=7699494816941164510&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/7699494816941164510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/7699494816941164510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/07/potensi-dan-peluang-kepulauan-anambas.html' title='Potensi Dan Peluang Kepulauan Anambas Menjadi Kawasan Konservasi Perairan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-5993815799377337734</id><published>2010-07-02T20:09:00.002+07:00</published><updated>2010-07-03T14:20:41.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>BPPP Banyuwangi Berupaya Meningkatkan Bulk Commodity Melalui Pelatihan Penangkapan Ikan dengan Purse Seine</title><content type='html'>Perikanan tangkap sebagai sistem yang memiliki peran penting dalam penyediaan pangan, kesempatan kerja, perdagangan dan kesejahteraan serta rekreasi bagi sebagian penduduk Indonesia diperlukan pengelolaan yang berorientasi jangka panjang (sustainability management). Dalam upaya meningkatkan produksi hasil tangkap, dapat dilakukan dengan otimalisasi usaha penangkapan ikan yang bersifat ”bulk commodity” yaitu peangapan ikan terhadap jenis-jenis komoditas perikanan dalam jumlah massal.&amp;nbsp; Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan perikanan tangkap berbasis jaring lingkar atau lebih dikenal dengan penangkapan ikan dengan jaring purse seine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka implementasi kebijakan peningkatan produksi perikanan terbesar tahun 2014, pengembangan SDM Perikanan tangkap diperlukan sebagai upaya optimalisasi penggunaan alat tangkap secara efektif dan efisien dan bertanggungjawab.&amp;nbsp; Untuk itulah BPPP Banyuangi menyelanggarakan pelatihan penangkapan ikan dengan purse seine bagi nelayan Kabupaten Tanah Bumbu bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipilihnya lokasi pelatihan tersebut dikarenakan Kabupaten Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan memiliki panjang garis pantai sekitar 158,7 Km2 dan luas perairan 640 Km² merupakan wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan usaha kelautan dan perikanan di bidang penangkapan ikan. Sumberdaya manusia yang memadai serta teknologi yang ramah lingkungan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kelautan dan perikanan khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan. Purse seine merupakan jenis alat tangkap yang cukup dominan dipergunakan oleh nelayan di beberapa perairan Indonesia. Purse seine atau pukat cincin adalah suatu alat yang efektif untuk penangkapan jenis ikan pelagis yang gerombolannya besar (layang, lemuru, tuna, cakalang dan ikan-ikan pelagis kecil lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3XoS9FUpI/AAAAAAAAAVg/kMwtMAjcR_I/s1600/benihikanku.blogspot.com1_8.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3XoS9FUpI/AAAAAAAAAVg/kMwtMAjcR_I/s400/benihikanku.blogspot.com1_8.JPG" width="350" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Perakitan Rumpon Permukaan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari dari tanggal 16 s.d 22 Mei 2010 dengan jumlah jam berlatih 56 jam @ 45 menit dan diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, panitia penyelenggara dan undangan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum yang diajarkan meliputi kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan, peraturan perundang-undangan perikanan, bahan alat perikanan, metode dan teknik penangkapan ikan dengan purse seine, daerah penangkapan ikan, pelayaran datar, navigasi elektronik, mesin bantu penangkapan, perawatan mesin perikanan dan pembuatan rumpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi pembuatan rumpon diajarkan bertujuan untuk meningkatkan keefektivan operasi penangkapan ikan menggunakan purse seine. Rumpon tidak termasuk dalam alat penangkap ikan melainkan alat bantu untuk mengumpulkan ikan (fish aggregate device/FAD). Rumpon menjadi tempat berkumpulnya plankton dan ikan-ikan kecil sehingga mengundang&amp;nbsp; ikan-ikan yang lebih besar untuk datang dengan tujuan feeding sehingga dengan menggunakan rumpon pada pengoperasian purse seine diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3XhdM5cRI/AAAAAAAAAVY/hkeCYrnxMu4/s1600/benihikanku.blogspot.com2_3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3XhdM5cRI/AAAAAAAAAVY/hkeCYrnxMu4/s400/benihikanku.blogspot.com2_3.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Penyerahan STTP oleh Kepala Puslat KKP&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pelatihan berakhir pada tanggal 22 Mei 2010 dan ditutup langsung oleh Bapak Dr. Ir. R. Akhmad Budiono, MM selaku Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan. Semua peserta dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) dari Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan.&amp;nbsp; Diharapkan dengan pelatihan ini nelayan propinsi Kalimantan Selatan dapat meningkatkan hasil tangkapan dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan pemanfaatan sumberdaya ikan baik secara ekonomi, ekologi dan lingkungan untuk keberlanjutan perikanan tangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; BPPP Banyuwangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-5993815799377337734?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/5993815799377337734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=5993815799377337734&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5993815799377337734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5993815799377337734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/07/bppp-banyuwangi-berupaya-meningkatkan_02.html' title='BPPP Banyuwangi Berupaya Meningkatkan Bulk Commodity Melalui Pelatihan Penangkapan Ikan dengan Purse Seine'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3XoS9FUpI/AAAAAAAAAVg/kMwtMAjcR_I/s72-c/benihikanku.blogspot.com1_8.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-6297022658967212932</id><published>2010-07-02T19:30:00.001+07:00</published><updated>2010-07-02T19:30:01.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>SAIL BANDA 2010 Memacu Pekonomian Maluku</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sail Banda 2010&lt;/b&gt; merupakan kegiatan bahari berskala internasional dalam tidak terlalu lama lagi akan segera dimulai. Sebagai tanda dimulainya Sail Banda,&amp;nbsp; Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad yang juga Ketua Panitia Nasional Sail Banda 2010, bersama Menteri Kesejahteraan Rakyat, Kepala Staf TNI AL dan Gubernur Maluku pada hari Minggu (4/7) secara resmi melepas kapal operasi bakti Surya Bhaskara Jaya di dermaga Kolinlamil Jakarta. Lebih lanjut Fadel menegaskan bahwa Sail Banda 2010 dipastikan akan mendongkrak perekonomian Maluku, karena diperkirakan lebih dari 5.400 orang peserta dari dalam dan luar negeri akan terlibat dalam kegiatan ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sail Banda 2010 memiliki dampak yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku, baik dampak secara langsung atau jangka pendek maupun dampat tidak langsung atau jangka panjang,” ujar Fadel. Dampak secara langsung tambah Fadel adalah pengalihan program dan kegiatan pembangunan fisik oleh beberapa kementerian ke Provinsi Maluku yang semula direncanakan di provinsi lain. Selain Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang merubah program dan kegiatannya ke Provinsi Maluku adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak langsung lainnya adalah meningkatnya kunjungan pada saat penyelenggaraan Sail Banda 2010 ke Provinsi Maluku yang berakibat pada peningkatan peredaran uang di Provinsi Maluku khususnya di Kota Ambon. Masyarakat secara langsung juga dapat menikmati program sosial yang dilakukan pemerintah seperti pengobatan umum, pembangun masjid dan gereja, dan pemberian alat pancing tondak bagi nelayan. Selain itu bhakti sosial lain yang dapat dinikmati masyarakat adalah pemberian kitab suci, beasiswa, buku pelajaran, seragam sekolah, alat tulis siswa, dan program kantin sehat, serta sarana air bersih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan kegiatan kebaharian seperti Sail Banda 2010 telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Utara pada pelaksanaan Sail Bunaken 2009. Sebagai ilustrasi, keuntungan yang diperoleh Provinsi Sulawesi Utara pada saat pelaksanaan mencapai Rp. 3 triliun dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen usai pelaksanaan Sail Bunaken 2009. Transaksi perbankan selama Sail Bunaken mengalami peningkatan tajam hingga 80 persen. Jumlah transaksi rata-rata mencapai 21 ribu per hari dengan jumlah uang sebesar Rp. 446 miliar selama pelaksanaan Sail Bunaken. Sebelum Sail Bunaken rata-rata transaksi hanya 18 ribu dengan dengan nilai maksimal hanya Rp. 253 miliar per hari Pada sektor pariwisata terjadi peningkatan jumlah turis asing ke Provinsi Sulawesi Utara dari sekitar 32.760 orang pada tahun 2008 menjadi 78.203 orang pada 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-6297022658967212932?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/6297022658967212932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=6297022658967212932&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6297022658967212932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6297022658967212932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/07/sail-banda-2010-memacu-pekonomian.html' title='SAIL BANDA 2010 Memacu Pekonomian Maluku'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-9131577653760200201</id><published>2010-07-02T19:05:00.000+07:00</published><updated>2010-07-02T19:05:39.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Manisnya Rumput Laut Bersanding Harunya Cendana</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Perairan laut Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur belum terjamah.&amp;nbsp; Hal ini dibuktikan dengan masih bagusnya parameter kualitas air di daerah tersebut.&amp;nbsp; Memang perairan didaerah ini belum tercemar seperti beberapa daerah di Pulau Jawa dan sekitarnya yang ibaratnya laut merupakan keranjang sampah tempat pembuangan limbah baik industry, rumah tangga, pertanian dan pertambangan yang&amp;nbsp; semua produk limbahnya bermuara ke laut. Dengan demikian maka perairan di beberapa daerah pulau jawa cukup tercemar sehingga mengganggu ekosistem laut dan proses budidaya perikanan baik di laut maupun dipesisir. Lain halnya dengan beberapa daerah di sekitar Pulau Sumba yang perairannya masih “perawan”, sehingga sangat cocok untuk di lakukan budidaya laut. .&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3Ux6gWSAI/AAAAAAAAAUw/XQmTaJnPhrA/s1600/benihikanku.blogspot.com1_6.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="363" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3Ux6gWSAI/AAAAAAAAAUw/XQmTaJnPhrA/s640/benihikanku.blogspot.com1_6.JPG" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Daerah yang juga terkenal dengan pohon cendana ini telah masuk dalam daerah Minapolitan yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Komoditi minapolitan yang diunggulkan di daerah ini adalah rumput laut. Hal ini didukung dengan panjang pantai Kabupaten Sumba Timur sepanjang 433,6 km (Bappeda Sumba Timur, 2010) dan cocok untuk budidaya rumput laut.&amp;nbsp; Beberapa kecamatan di Kabupaten Sumba Timur yang mempunyai pesisir pantai yaitu Kecamatan Haharu, Kahaungu Eti,&amp;nbsp; Karera, Kota Waingapu, Lewa, Matawai Lapau, Kuta, Nggaha Oriangu, Paberiwai, Pahunga Lodu, Pandawai, Pinu Pahar, Rindi, Tabundung, Umalulu, Wulla Waijelu. Semua Kecamatan tersebut sangat berpotensi untuk budidaya rumput laut dan saat ini sudah terdapat beberapa kecamatan yang sudah berhasil membudidayakan rumput laut seperti kecamatan Kuta dengan jarak kurang lebih 8 km dari pusat kota Waingapu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3U1KJk2yI/AAAAAAAAAU4/OLjxi5qelMg/s1600/benihikanku.blogspot.com2_2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3U1KJk2yI/AAAAAAAAAU4/OLjxi5qelMg/s400/benihikanku.blogspot.com2_2.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Dengan adanya potensi wilayah yang sangat besar itulah maka pada Tanggal 21 s/d 27 Juni 2010, telah dilaksanakan Safari Pelatihan Budidaya Rumput Laut bagi Pembudidaya atas kerjasama Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Banyuwangi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumba Timur.&amp;nbsp; Pada Pelatihan tersebut diikuti oleh pembudidaya rumput laut sebanyak 30 orang. Pelatihan tersebut dilaksanakan sebanyak 56 jam pelajaran yang terdiri atas 40 % teori dan 60 % praktek. Adapun materi yang disampaikan diantaranya yaitu Kebijakan Pembangunan Kelautan dan Perikanan, Peraturan Perundang-undangan Perikanan, Biologi Rumput Laut, Pemilihan Lokasi Budidaya Rumput Laut, Pengelolaan Bibit Rumput Laut, Metoda Budidaya Rumput Laut, Pemeliharaan Rumput Laut, Pengendalian Hama dan Penyakit, Panen dan Penanganan Pasca Panen, Analisa Usaha Budidaya&amp;nbsp; Rumput Laut dan Akses Permodalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3U7PbyETI/AAAAAAAAAVA/-ZFRnk4bhFU/s1600/benihikanku.blogspot.com3_1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3U7PbyETI/AAAAAAAAAVA/-ZFRnk4bhFU/s320/benihikanku.blogspot.com3_1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari 555 jenis rumput laut, terdapat beberapa jenis yang telah dibudidayakan di Kabupaten Sumba Barat. Beberapa diantara yaitu Eucheuma cottnoni dan Eucheuma spinosum. Metode budidaya yang telah digunakan oleh masyarakat setempat yaitu metode lepas dasar menggunakan patok tancap, metode kombinasi dan metode rakit apung. Setelah dilakukan identifikasi lingkungan perairan laut oleh tim budidaya BPPP Banyuwangi selama pelaksanaan diklat maka direkomendasikan metode budidaya yang cocok untuk budidaya rumput laut di Kabupaten Sumba Timur adalah metode rakit apung.  Beberapa kelebihan dari metode ini adalah lebih bisa diterapkan pada lokasi dengan kondisi perairan lebih dalam, tetapi masih terlindung dari gelombang besar. Dengan demikian pemilihan lokasi lebih fleksibel dibandingkan dengan metode lepas dasar. Tanaman lebih banyak menerima intensitas cahaya matahari serta gerakan air yang terus memperbaharui kandungan nutrisi pada air laut dan akan mempermudah penyerapan nutrisi oleh tanaman sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih cepat. Pemeliharaan lebih mudah dilakukan, tanaman terbebas dari gangguan hama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3U89bmbMI/AAAAAAAAAVI/7JT7r99hpRc/s1600/benihikanku.blogspot.com4_1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3U89bmbMI/AAAAAAAAAVI/7JT7r99hpRc/s400/benihikanku.blogspot.com4_1.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Para peserta pelatihan yang rata-rata memiliki sawah dan ladang sebagai penghasilan mereka, sebagian sudah menfokuskan mata pencahariannya pada budidaya rumput laut karena hasilnya cukup menjanjikan meskipun sebenarnya sector pertanian juga penting untuk kebutuhan pangan mereka.&amp;nbsp; Budidaya rumput laut didaerah Sumba Timur ini tidak hanya didukung oleh sumber daya perairan yang cukup menunjang. Namun juga didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah setempat dan Bank NTT. Dukungan yang diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan serta Pemda setempat yaitu telah dibangunnya pabrik pembuatan tepung rumput laut sehingga output rumput laut yang dihasilkan oleh pembudidaya dapat langsung di olah dan diekspor ke Singapura, Malaysia dan Korea (Dinas KP Sumba Timur, 2010).&amp;nbsp; Sedangkan dukungan dari Bank NTT berupa pinjaman lunak tanpa agunan kepada kelompok pembudidaya rumput laut sehingga modal untuk investasi dan pengembangan budidaya rumput bagi masyarakat semakin meningkat dan meluas. Peningkatan profesionalisme Sumber Daya Manusia pembudidaya rumput laut di Kabupaten Sumba Timur juga merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi rumput laut. Dengan adanya kegiatan pelatihan budidaya rumput laut yang dilaksanakan oleh BPPP banyuwangi, seluruh peserta pelatihan merasakan peningkatan pengetahuan, wawasan dan keterampilan mereka akan budidaya rumput laut. Adanya kerjasama dan sinergi antara BPPP Banyuwangi, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumba Timur dan Bank NTT maka diharapkan produksi rumput laut didaerah Sumba Timur semakin meningkat dan Indonesia dapat menjadi penghasil rumput laut terbesar di dunia pada Tahun 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Sumber :&lt;/b&gt; Tim Publikasi BPPP Banyuwangi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-9131577653760200201?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/9131577653760200201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=9131577653760200201&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/9131577653760200201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/9131577653760200201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/07/manisnya-rumput-laut-bersanding-harunya.html' title='Manisnya Rumput Laut Bersanding Harunya Cendana'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TC3Ux6gWSAI/AAAAAAAAAUw/XQmTaJnPhrA/s72-c/benihikanku.blogspot.com1_6.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-2094688546248261433</id><published>2010-07-02T12:19:00.000+07:00</published><updated>2010-07-02T12:19:19.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>AS Naikkan Permintaan Udang Indonesia Hingga 20-30%</title><content type='html'>Bencana tumpahan minyak di laut Meksiko membawa berkah bagi industri udang di Jawa Timur (Jatim.) Pasalnya, sejak bencana itu* terjadi para pelaku usaha pengolahan dan budi daya udang di Jatim kebanjiran permintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Permintaan udang dari US meningkat hingga 20% hingga 30% sejak bencana tumpahan minyak di laut Meksiko. Pembeli di sana khawatir udang tercemar minyak," ujar Wiyanto Leo, direktur PT Sekar Bumi Tbk, di Surabaya, Camis (1/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, permintaan tinggi tersebut tidak seluruhnya bisa dipenuhi karena kini produsen pengolahan udang dalam negeri sedang kesulitan pasokan bahan baku. Iklim yang kurang mendukung serta serangan virus mengakibatkan banyak udang di tempat budi daya mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meski demikian, kami melihatnya sebagai peluang bagus dalam memperkuat pasar ekspor ke AS,"terang Wiyanto. Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya tahun ini optimistis pasar udang, baik di dalam maupun luar negeri bakal membaik, setelah beberapa tahun terakhir terpukul krisis global dan gagal panen karena penyakit Terlebih lagi kepercayaan dari pembeli di pasar ekspor terutama AS yang mulai pulih, turut mendukung kondisi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahun ini kami memperoleh order dari Sysco, suplierhzsft laut terbesar di AS. Ini yang membuat kami bersemangat lagi untuk berupaya meningkatkan kapasitas produksi tahun ini," ujarnya. Produksi 700 ton per Bulan . Rencananya, Sekar Bumi akan menambah kapasitas produksi dari saat ini sekitar 500 ton per bulan menjadi 700 ton per bulan. Untuk keperluan penambahan kapasitas produksi ini, perseroan telah menganggarkan dana Rp 5 miliar untuk penambahan mesin grading.cooking, pembekuan, serta mesin pembuat ice flake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, menurut Wiyanto, kontribusi pasar ekspor AS terhadap total ekspor perseroan sekitar 75%-80%. Dengan terbukanya pasar di AS untuk produk udang dari Jatim, tak hanya memberi peluang bagi pelaku usaha pengolahan udang, tapi juga petani tambak di Jatim. "Tapi peluang ini tentunya tidak akan bisa ditangkap jika tidak ada dukungan regulasi terutama terkait dengan bahan baku udang. Misalnya, saat ini banyak regulasi yang harus dijalani agar produk udang bisa masuk," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur PT Sekar Bumi Tbk Freddy Adam menambahkan, pihaknya berharap revitalisasi tambak udang 1.000 hektare (ha) yang mulai digulirkan pemerintah segera berhasil. Keberhasilan revitalisasi bisa berdampak positif pada peningkatan industri pengolahan udang terutama di saat permintaan udang dunia meningkat. (Ros)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Investor Daily 2 Juni 2010 h. 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-2094688546248261433?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/2094688546248261433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=2094688546248261433&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2094688546248261433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2094688546248261433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/07/as-naikkan-permintaan-udang-indonesia.html' title='AS Naikkan Permintaan Udang Indonesia Hingga 20-30%'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-7603294678995372533</id><published>2010-07-01T19:45:00.000+07:00</published><updated>2010-07-01T19:45:43.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>BPPP Banyuwangi Berupaya Meningkatkan Bulk Commodity  Dalam Menunjang Minapolitan</title><content type='html'>Perikanan tangkap sebagai sistem yang memiliki peran penting dalam penyediaan pangan, kesempatan kerja, perdagangan dan kesejahteraan serta rekreasi bagi sebagian penduduk Indonesia diperlukan pengelolaan yang berorientasi jangka panjang (sustainability management). Pengembangan perikanan tangkap dalam program Minapolitan dapat dilakukan melalui efisiensi usaha baik teknis maupun sumberdaya manusianya sebagai upaya meningkatkan produktifitas dan peningkatan produksi perikanan tangkap. Dalam upaya meningkatkan produksi hasil tangkap, dapat dilakukan dengan otimalisasi usaha penangkapan ikan yang bersifat ”bulk commodity” yaitu mengembangkan penangapan ikan terhadap jenis-jenis komoditas perikanan dalam jumlah massal.&amp;nbsp; Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan perikanan tangkap berbasis jaring lingkar atau lebih dikenal dengan penangkapan ikan dengan jaring purse seine.&lt;br /&gt;Dalam rangka implementasi kebijakan peningkatan produksi perikanan terbesar tahun 2014, pengembangan SDM Perikanan tangkap diperlukan sebagai upaya optimalisasi penggunaan alat tangkap secara efektif dan efisien dan bertanggungjawab.&amp;nbsp; Untuk itulah BPPP Banyuangi menyelanggarakan pelatihan penangkapan ikan dengan purse seine bagi nelayan Kabupaten Tanah Bumbu bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipilihnya lokasi pelatihan tersebut dikarenakan Kabupaten Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan memiliki panjang garis pantai sekitar 158,7 Km2 dan luas perairan 640 Km² merupakan wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan usaha kelautan dan perikanan di bidang penangkapan ikan. Sumberdaya manusia yang memadai serta teknologi yang ramah lingkungan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kelautan dan perikanan khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan. Purse seine merupakan jenis alat tangkap yang cukup dominan dipergunakan oleh nelayan di beberapa perairan Indonesia. Purse seine atau pukat cincin adalah suatu alat yang efektif untuk penangkapan jenis ikan pelagis yang gerombolannya besar (layang, lemuru, tuna, cakalang dan ikan-ikan pelagis kecil lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Tim Publikasi BPPP Banyuwangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-7603294678995372533?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/7603294678995372533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=7603294678995372533&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/7603294678995372533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/7603294678995372533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/07/bppp-banyuwangi-berupaya-meningkatkan.html' title='BPPP Banyuwangi Berupaya Meningkatkan Bulk Commodity  Dalam Menunjang Minapolitan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-5768496974994320152</id><published>2010-07-01T09:12:00.000+07:00</published><updated>2010-07-01T09:12:35.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Dilema Pengelolaan Sumber Daya Perairan</title><content type='html'>Kondisi perikanan dunia saat ini tidak dapat lagi dikatakan masih berlimpah. Tanpa adanya konsep pengelolaan yang berbasis lingkungan, dikhawatirkan sumber daya yang sangat potensial ini-sebagai sumber protein yang sehat dan murah-bisa terancam kelestariannya. Kondisi ini tidak terlepas dari&amp;nbsp; semakin terancamnya kehidupan biota biota dan lingkungan perairannya. Dengan demikian, sangat diperlukan upya untuk mengelola sumberdaya perairan secara bijak dan konsisten untuk menjaga kelestariannya.&amp;nbsp; Hal ini terutama dalam menjaga keseimbangan antara biota dan abiota.&amp;nbsp; Menurut Sujiran (1984) yang menyatakan bahwa pentingnya menjaga keseimbangan karena organisme perairan cenderung membutuhkan yang layak, organisme ini juga sangat terpengaruh dengan perubahan kondisi lingkungan. Perubahan kondisi lingkungan ini yang meliputi temperatur air, salinitas atau kadar garam, PH, transparansi, gerakan air, kedalaman, topografi dasar perairan, kandungan dasar perairan, kandungan oksigen, kandungan nutrisi perairan dsb. Ikan-ikan juga cenderung bergerombol dalam jumlah yang sesuai dengan kondisi lingkungan dengan segala perubahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan oleh Nybakken, (1992) yang berpendapat bahwa sumberdaya ikan, meskipun termasuk sumberdaya yang dapat pulih kembali (renewable resources) namun bukanlah tidak terbatas. Oleh karena itu perlu dikelola secara bertanggungjawab dan berkelanjutan agar kontribusinya terhadap ketersediaan nutrisi, peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Hal ini seperti ditegaskan oleh Surur (200), bahwa pengelolaan sumberdaya ikan sangat erat kaitannya dengan pengelolaan operasi penangkapan ikan dan sasaran penangkapan ikan yang dilakukan. Usaha-usaha untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan dari ancaman kepunahan, sebenarnya telah dilakukan sejak lama oleh berbagai ahli penangkapan ikan di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dijelaskan oleh Supriharyono (2000) yang menyatakan bahwa semakin menipisnya sumberdaya alam di wilayah daratan menyebabkan banyak program pembangunan yang bergeser ke wilayah pesisir dan lautan yang dinilai masih memiliki sumberdaya ber nilai ekonomis tinggi. Upaya untuk meningkatkan peran sumberdaya pesisir dan kelautan dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat ternyata selama ini masih dihadapkan pada beberapa kendala. Antara lain kemiskinan nelayan dan masyarakat pesisir, keterbatasan peraturan, konflik penggunaan ruang,&amp;nbsp; kerusakan lingkungan.Manurut Dahuri (2001), bahwa ada beberapa faktor utama yang mengancam kelestarian sumberdaya keanekaragaman hayati laut adalah: (1) pemanfatan berlebih (over exploitation) sumberdaya hayati, (2) penggunaan teknik dan peralatan penangkap ikan yang merusak lingkungan, (3) perubahan dan degradasi fisik habitat, (4) pencemaran, (5) introduksi spesies asing, (6) konversi kawasan lindung menjadi peruntukan pembangunan lainnya, dan (7) perubahan iklim global serta bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun potensi sumberdaya periaran terutama perikanan laut Indonesia sangat besar ternyata belum semua tergali secara optimal. Dengan luas perairan&amp;nbsp; 5,8 juta km2 (termasuk ZEEI), potensi lestari sumber daya ikan 6,4 juta ton/tahun dengan tingkat pemanfaatannya baru 5,5 juta ton/tahun.&amp;nbsp; Dua pertiga luas wilayah Indonesia adalah laut yang terdiri dari 0,8 juta km² laut territorial, 2,3 juta km² laut nusantara, dan 2,7 juta km² Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Dengan jumlah pulau sekitar 17.508 dan garis pantai sepanjang 81 ribu km tidak hanya menempatkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar, tetapi juga menyimpan sumberdaya kekayaan laut baik secara kuantitas maupun diversitas (DKP, 2005). Data FAO menunjukkan, dari 52 negara papan atas dunia penghasil ikan, Indonesia saat krisis moneter berawal pada 1997 menempati urutan ke-7 dengan produksi lebih dari 3,65 juta ton. Cina tetap nomor wahid, lebih dari 16,7 juta ton, disusul Peru, Jepang,Chilli,, AS, dan Rusia. Di bawah Indonesia adalah India dan Thailand (DKP, 1999).&amp;nbsp; Indonesia benar-benar dikenal sebagai kawasan tangkapan ikan yang sangat potensial di dunia. Bahkan tahun pada tahun 1980 an, perairan Indonesia dianggap sumber daya ikan (SDI) terbesar di dunia setelah kawasan-kawasan lain di bumi ini telah ludes dijaring nelayan dari berbagai negara. Dari sajian angka Departemen Kelautan dan Perikanan (1999), SDI Indonesia tak kurang dari 8,2 juta ton. Dari angka ini, sedikitnya 6,7 juta ton termasuk ikan layak tangkap (TAC= total allowable catch).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa upaya dilakukan untuk dapat mengelola sumber daya perikanan secara konsiten,&amp;nbsp; bahkan terus mencari dan menyempurnakan cara yang tepat untuk diterapkan. Salah satu contohnya adalah pembagian daerah perairan di Indonesia menjadi sembilan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Pembagian wilayah ini didasarkan pada daerah tempat ikan hasil tangkapan didaratkan di pelabuhan.&amp;nbsp; Pengelompokan tidak didasarkan pada kemiripan ekosistem yang ada, tetapi lebih kepada lokasi pendaratan ikan. Hal ini berpotensi misleading karena dapat terjadi bahwa WPP Laut Jawa dianggap memproduksi tuna tinggi, padahal tuna tersebut sebenarnya berasal dari Samudra Hindia. Tuna ini seolah-olah berasal dari Laut Jawa karena didaratkan di Pelabuhan Muara Baru Jakarta, yang masuk WPP Laut Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek pengelolaan wilayah ini erat kaitannya dengan kondisi stok ikan di perairan Indonesia. Kemampuan menduga jumlah populasi ikan (stock assessment) secara akurat sangat ditentukan ketersediaan informasi dan data yang tepat. Kegiatan pendugaan stok ikan disebut sebagai fish stock assessment dan metode yang digunakan disebut stock assessment methods. Dijelaskan oleh Wiyono (2005), bahwa stock assessment merupakan suatu kegiatan pengaplikasian ilmu statistika dan matematika pada sekelompok data untuk mengetahui status stok ikan secara kuantitatif untuk kepentingan pendugaan stok ikan dan alternatif kebijakan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal ini sudah menjadi perhatian para peneliti maupun pengambil kebijakan di lingkungan kelauatan dan perikanan.&amp;nbsp; Lebih lanjut Wiyono (2005) menyatakan bahwa&amp;nbsp; penentuan jumlah tangkap maksimum lestari (maximum sustainable yield) atau yang lazim dikenal dengan MSY perlu disikapi hati- hati. Berbagai asumsi dalam perhitungan MSY telah banyak berubah dan tidak valid lagi. Salah satu contoh adalah faktor teknologi yang berkembang dengan pesat sehingga kemampuan penangkapan oleh satu unit alat tangkap (catch per unit effort/CPUE) akan sangat dinamis mengikuti perkembangan teknologi. Artinya, koefisien kemampuan penangkapan (catchability coefficient) yang digunakan dalam perhitungan MSY tidak dapat dianggap konstan karena sangat bergantung pada perkembangan teknologi.&lt;br /&gt;Hal lain yang ingin di tekankan adalah pemahaman mengenai Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing. Setiap tahun Indonesia rugi Rp 1-4 miliar dollar AS akibat kegiatan pencurian ikan.(DKP 2005).&amp;nbsp; Selain kerugian finansial, kerugian terbesar dialami sumber daya perikanan itu sendiri.&amp;nbsp; Illegal fishing pada dasarnya merupakan bentuk pelanggaran yang berorientasi pada peraturan yang berlaku&amp;nbsp; Konsep dasar peraturan yang berkaitan dengan perikanan didasarkan pada kebutuhan&amp;nbsp; kelesatarian sumberdaya perikanan dan ekonomi.&amp;nbsp; Dalam sisi kelestarian sumberdaya perikanan tentu saja untuk menjaga agar sumberdaya ikan tidak punah dan selalu terjaga agar dapat dimanfaatkan secara kontinyu dalam jangka panjang.&amp;nbsp; Sedangkan dalam sisi ekonomi, didasarkan pada kebutuhan untuk mendapatkan keuntungan atau devisa bagi negara. Pada akhirnya semakin disadari bahwa pengelolaan sumberdaya perairan begitu penting dalam mempertahankan aksistensi kelestarian alam untuk kepentingan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pustaka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dahuri, Rokhmin, dkk. (2001). Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Terpadu, Pradnya Paramita, Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;DKP., 1999., Statistik Perikanan.&amp;nbsp; Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;DKP., 2005., Revitalisasi Perikanan, Sekretariat Jenderal. Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut. Suatu Pendekatan Ekologis. Terjemahan. Penerbit PT. Gramedia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Supriharyono. 2000. Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Penerbit PT. Gramedia Pustaka alam, Jakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sudjiran Resosudarmo,&amp;nbsp; 1984., Pengantar Ekologi, CV. Remaja Karya, Bandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surur F., 2000.&amp;nbsp; Alat dan Cara Penangkapan Ikan, Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eko Sri Wiyono, 2005.&amp;nbsp; Stok Sumberdaya Ikan dan Keberlanjutan Kegiatan Perikanan, INOVASI Vol.4/XVII/Agustus 2005&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-5768496974994320152?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/5768496974994320152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=5768496974994320152&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5768496974994320152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5768496974994320152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/07/dilema-pengelolaan-sumber-daya-perairan.html' title='Dilema Pengelolaan Sumber Daya Perairan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-7655703072936097504</id><published>2010-06-30T14:00:00.000+07:00</published><updated>2010-06-30T14:00:31.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Memilih Ikan Budidaya</title><content type='html'>Supaya budidaya ikan air tawar yang dijalankan berhasil sesuai dengan yang ditargetkan, pembudidaya harus mampu mempertimbangkan bebagai factor. Salah satu factor tersebut adalah memiliki pengetahuan dalam memilih ikan air tawar yang berkualitas, yakni sesuai dengan kondisi lokasi budidaya, mudah dibudidayakan, laku dipasaran, dan tentunya menciptakan kenyamanan tersendiri bagi pembudidaya ikan air tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ikan yang cocok dan berhasil dibudidayakan disuatu daerah belum tentu cocok untuk daerah yang lainnya karena banyak factor yang mempengaruhi. Faktor tersebut antara&amp;nbsp; lain sumber air, suhu lingkungan, serta kondisi kolam yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah jenis ikan air tawar yang akan di budidayakan. Setiap jenis ikan memiliki spesifikasi yang berbeda. Untuk itu, pembudidaya harus mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penguasaan tehnik budidaya&lt;/b&gt;. Untuk memulai usaha budidaya ikan tentu teknologi budidaya yang digunakan harus dapat dikuasai terlebih dahulu sehingga pembudidaya akan lebih mudah dalam melakukan pengelolaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pilih ikan air tawar yang mempunyai ketahanan tubuh baik&lt;/b&gt;. Seperti halnya mahluk hidup lainnya, ikan juga mudah mengalami stress atau kematian. Terutama bila kondisi lingkungan hidupnya buruk. Oleh karena itu, ikan yang cukup tahan lebih mudah dalam menanganinya karena tidak memerlukan banyak penanganan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Stabilitas harga&lt;/b&gt;. Ikan yang akan dibudidayakan sebaiknya memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan dalam segmentasi dan kondisi apapun.Tujuannya adalah supaya ikan yang dihasilkan tetap laku dipasaran dengan harga yang bagus, meskipun dijual dalam segmen benih atau konsumsi disegala ukuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Relatif digemari masyarakat&lt;/b&gt;. Ikan air tawar yang sudah dikenal dengan citarasa yang enak dan digemari masyarakat tentu akan lebih menguntungkan karena daya serapnya cukup bagus sehingga mudah dipasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pertumbuhannya cepat&lt;/b&gt;. Ikan air tawar dengan pertumbuhan yang cepat lebih menguntungkan karena pemberian pakan dan waktu pemeliharaan menjadi sebentar. Pertumbuhan ikan yang cepat dapat dipacu dengan memanfaatkan pakan dengan gizi yang baik dan takaran yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;F.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pakan ikan mudah didapat&lt;/b&gt;. Kemudahan dalam memperoleh pakan dengan harga yang murah merupakan salah satu factor yang bisa meminimalisir biaya produksi sehingga keuntungan yang diperoleh bisa maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-7655703072936097504?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/7655703072936097504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=7655703072936097504&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/7655703072936097504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/7655703072936097504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/memilih-ikan-budidaya.html' title='Memilih Ikan Budidaya'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-2775650542967106498</id><published>2010-06-29T18:05:00.000+07:00</published><updated>2010-06-29T18:05:05.116+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Fighting the Last Revolution</title><content type='html'>&lt;br /&gt;In this case the neolithic revolution. The neolithic revolution is the term that’s used to describe the long, slow process by which human beings abandoned wandering around and scrounging up their food (“hunting and gathering”) to staying in one place and taking a more active role in producing their food (agriculture). This process started more than 10,000 years ago and continues right down to the present day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It probably all started something like this. Long, long ago a band of human beings happened upon a patch of melons or some other equally delectable morsel, stopping long enough to eat up all of the melons, toss the leftover seeds and rinds around, and maybe even leave some of their excrement on the site. The next year, remembering last year’s feast, the band returned to the area, hoping for a repeat. Eventually some enterprising person noticed that the more they spread the seeds around the more melons there were the next year and decided to try dispersing the seeds even farther. Maybe they even noticed that the melons prospered more where they’d left their excrement the year before so they decided to spread that around a bit, too.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They may also have started deliberately choosing the tastiest and largest melons and preferentially selecting their seeds to spread around. Other innovations might have included tilling the soil a bit to improve the likelihood of germination or putting up barriers to prevent other critters from getting in on the feast first.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they were successful enough, they eventually decided to stay around and tend these gardens to improve their yields and protect them from competitors. First horticulture, then agriculture was born.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nowadays most human being live from the products of agriculture but there is one major exception to this: fish. We still catch vast amounts of wild fish from the rivers, lakes, and oceans. Unlike 10,000 years ago there are innumerably more of us trying to get in on the catch and we’re tremendously better at it than we used to be. Huge factory ships ply the oceans sucking practically every living thing out of a patch of ocean, processing them right there on the ships, and moving on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I used to think that the obvious solution to this environmental degradation was aquaculture, extending the agricultural revolution to fish and crustaceans. Then I learned how inefficient aquaculture was and that it takes between 2 and 15 pounds of wild caught protein to feed one pound of cultivated seafood. Obviously, that’s no solution. It might be someday or it may never be. It’s certainly no solution right now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Aquaculture News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-2775650542967106498?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/2775650542967106498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=2775650542967106498&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2775650542967106498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2775650542967106498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/fighting-last-revolution.html' title='Fighting the Last Revolution'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-2586707635511968324</id><published>2010-06-29T08:00:00.000+07:00</published><updated>2010-06-29T08:00:08.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pupuk Ramah Lingkungan dari Rumput Laut</title><content type='html'>Berbagai jenis rumput laut yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis ternyata bisa digunakan sebagai bahan baku pupuk organik. Kandungan unsur hara mikro dan makronya lebih tinggi dari pupuk urea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lautan menyimpan begitu banyak sumber daya hayati yang bernilai jual tinggi. Selain beragam jenis ikan, kekayaan laut lainnya yang bermanfaat bagi manusia ialah rumput laut. Selama ini, rumput laut banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, seperti jelly atau agar-agar, roti, salad, saus, dan es krim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bahan makanan, tumbuhan laut yang termasuk keluarga gangga itu dapat diolah menjadi minuman semisal yoghurt dan sirup. Rumput laut juga kerap diekstrak untuk dijadikan bahan baku farmasi, kosmetika, dan bahan bakar. Karenanya, tidak heran jika rumput laut jenis tertentu banyak dibudidayakan untuk memasok kebutuhan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut peneliti utama bidang produk alam laut dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rachmaniar Rachmat, ada beberapa jenis rumput laut bernilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Beberapa di antaranya Eucheuma, Gracilaria, dan Microphylum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lebih dari 600 spesies rumput laut yang tersebar di perairan Indonesia. Spesies-spesien rumput laut itu digolongkan ke dalam empat kelas, yaitu ganggang merah {Rhodophyceae), ganggang cokelat {Phaeophyceae), ganggang hijau (Chlorophyceae), dan ganggang hijau-biru [Cyanophyceae).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, sebagian besar rumput laut itu belum diteliti dengan lebih mendalam mengenai kandungan zat-zatnya. Alhasil, jenis-jenis rumput laut itu dianggap memiliki nilai ekonomi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rachmaniar mengatakan kebanyakan rumput laut yang kurang prospektif itu hidup liar di wilayah perairan Indonesia Timur, terutama di sekitar Pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua.&lt;br /&gt;Jumlah rumput laut yang dianggap bernilai ekonomi rendah itu sebenarnya berpeluang untuk dijadikan pupuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dapat dibuktikan dari adanya tumpukan limbah rumput laut di lingkungan sekitar industri yang memanfaatkan sumber daya nabati laut itu. Di tumpukan limbah rumput laut yang telah melapuk itu biasanya tumbuh gulma atau beraneka ragam tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal itu menjadi indikasi rumput laut mengandung senyawa yang bermanfaat bagi tanaman," ujar Rachmaniar yang juga menjadi Sekretaris Eksekutif Asosiasi Rumput Laut Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merupakan limbah industri, tumpukan rumput laut itu sudah terkontaminasi berbagai macam bahan kimia. Alhasil, kandungan pupuk yang dihasilkannya pun turut tercemar.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal itu ditelitilah kemungkinan membuat pupuk dari rumput laut yang bebas dari bahan kimia. Rumput laut yang dimanfaatkan ialah rumput laut yang dianggap bernilai ekoriomi rendah.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian Rachmaniar diketahui rumput laut jenis Turbinaria dan Sargasum memiliki unsur hara makro dan mikro yang cukup lengkap. Unsur hara makro di antaranya nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur. Sedangkan unsur hara mikro antara lain besi, mangan, tembaga, seng, molibden, boron, dan klor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Unsur-unsur yang terkandung dalam pupuk rumput laut itu lebih banyak daripada pupuk urea yang dijual di pasaran," klaim Rachmaniar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Rachmaniar menjelaskan pembuatan pupuk rumput laut dalam bentuk padat diawali dengan menghancurkan rumput laut sampai halus.&lt;br /&gt;Tujuannya, agar bakteri penghancur dalam proses fermentasi dapat bekerja maksimal. Selain itu, senyawa laktosan (senyawa gula) dapat mudah menyatu.&lt;br /&gt;Semua bahan baku pembuatan pupuk rumput laut itu dicampur dan dimasukkan ke dalam wadah semisal drum, plastik, atau tempat yang memungkinkan berlangsungnya proses fermentasi kedap udara. Apabila selama fermentasi terdapat udara, maka proses pembuatan pupuk pun akan gagal. Waktu fermentasi optimal untuk membuat pupuk rumput laut padat itu sekitar dua pekan. Setelah itu, pupuk dapat diberikan pada tanaman sayur, buah, dan bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pupuk padat, ada pula pupuk rumput laut cair. Bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat pupuk cair tidak berbeda dengan pupuk padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan hanya terletak pada proses pembuatan dan lamanya waktu fermentasi. Pupuk rumput laut cair membutuhkan penambahan air dengan waktu fermentasi selama lima hari.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Lebih Subur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rachmaniar memaparkan berdasarkan hasil uji antara pupuk rumput laut baik padat, cair, maupun campuran keduanya dengan urea diketahui kondisi tanaman menggunakan pupuk rumput laut lebih subur. Dalam uji coba penyemprotan pupuk rumput laut dilakukan dua kali selama masa tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, tanaman yang diberi pupuk rumput laut menghasilkan batang lebih besar dan tegak, urat daun terasa kasar, batang tidak mudah patah, dan daun berwarna hijau serta tidak mudah sobek. Sedangkan tanaman yang disiangi pupuk urea memiliki batang yang mudah rebah dan patah, daun berwarna hijau tua, urat daun terasa halus, serta mudah sobek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji efektivitas pupuk rumput laut pada tanaman selama empat pekan memberikan hasil tinggi tanaman yang diberi pupuk padat mencapai 32,8 sentimeter. Sedangkan tanaman yang diberi pupuk urea tingginya mencapai 32,2 sentimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang daun tanaman yang menggunakan pupuk rumput laut padat mencapai 13,7 sentimeter, sedangkan daun tanaman yang menggunakan pupuk urea memiliki panjang 9,3 sentimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari hasil uji efektivitas dapat ditarik benang merah bahwa dengan melihat kekuatan tanaman, ketahanan terhadap lingkungan, serta ukuran tanaman, maka paling efektif menggunakan pupuk rumput laut padat," ujar Rachmaniar. Formula pupuk rumput laut itu rencananya akan dikomersialkan lewat suatu perusahaan swasta pada tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut doktor bidang kimia bahan alam dari Universitas Padjajaran, Bandung, itu meski memiliki banyak kelebihan, pupuk rumput laut juga memunyai kelemahan. Daun tanaman yang diberi pupuk rumput laut banyak yang berlubang karena dimakan ulat ketimbang daun tanaman yang diberi pupuk berbahan kimia.&lt;br /&gt;Namun, di sisi lain, hal itu bisa menjadi indikator bahwa tanaman tidak membahayakan kesehatan manusia ketika dikonsumsi. "Kalau ulat saja takut mengonsumsi kimia, tentu ada sebabnya. Hal itu menujukkan tanaman yang diberi pupuk berbahan kimia sebenarnya berbahaya jika dikonsumsi manusia" ujar Rachmaniar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Koran Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-2586707635511968324?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/2586707635511968324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=2586707635511968324&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2586707635511968324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2586707635511968324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/pupuk-ramah-lingkungan-dari-rumput-laut.html' title='Pupuk Ramah Lingkungan dari Rumput Laut'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-4363265284371781844</id><published>2010-06-28T19:03:00.000+07:00</published><updated>2010-06-28T19:03:20.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pola Kemitraan untuk Sebuah Usaha Perikanan</title><content type='html'>Perikanan sebagai komoditas yang sedang berkembang dan terus tumbuh memiliki keunggulan yaitu:&lt;br /&gt;a) Usaha perikanan termasuk usaha yang perputarannya cepat (quick yielding), yaitu sekitar 5 bulan dapat melakukan panen&lt;br /&gt;b) Ikan oleh negara-negara maju dikatagorikan sebagai bahan organik, sehingga memungkin produk ini dapat diekspor ke luar negeri tanpa quota/batasan volume (nonqouta product)&lt;br /&gt;c) Sebagai makanan masa depan (future food) yang menyehatkan tubuh, maka permintaan akan produk ini akan terus meningkat seiiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan peningkatan kesadarannya&lt;br /&gt;d) Indonesia (termasuk Jambi) memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi (high potency).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendekatan Efisiensi Usaha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam era globalisasi, dunia usaha akan dihadapkan pada suatu tatanan hidup yang penuh dengan persaingan, baik persaingan dengan Provinsi tetangga untuk pasar lokal maupun dengan negara luar untuk pasar internasional. Faktor kunci agar suatu kegiatan usaha dapat bertahan di era penuh persaingan ini yaitu dimilikinya daya saing yang tinggi, yang hanya bisa dicapai dengan adanya kegiatan usaha yang efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menjawab tantangan diatas, agar suatu usaha dapat berjalan dengan efektif dan efisien yaitu dengan membangun kemitraan usaha, dengan kemitraan diharapkan dapat meningkatkan efesiensi dan efektifitas serta transfer teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Karakteristik dan Permasalahan&amp;nbsp; Usaha Kecil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya di negara-negara berkembang, baik di Asia maupun di Afrika, usaha kecil merupakan tulang punggung perekonomian negara. Hal ini disebabkan karena jumlah pelakunya yang sangat banyak serta jumlah kumulatif modalnya cukup tinggi. Sehingga usaha kecil memiliki peranan yang sangat penting dan strategis, baik secara makro maupun mikro. Pada tingkat makro usaha kecil berperan dalam penyerapan tenaga kerja non formal, penyedia bahan baku bagi usaha besar, dan dalam perolehan devisa. Sedangkan pada tingkat mikro, usaha kecil berperan sebagai sumber penghasilan keluarga, wadah bagi para calon wira-usahawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun permasalahan yang sering dihadapi oleh usaha kecil diantaranya aspek lemahnya kualitas sumberdaya manusia yang berdampak kepada: 1) Pengelolaan usaha yang belum profesional, terutama dalam hal pembukuan, pemasaran dan pembiayaan lainnya. 2) Sulitnya mendapatkan pinjaman modal dari perbankan, mengingat usaha ini tidak memiliki agunan yang cukup. 3) Perkembangan usaha sangat tergantung kepada pribadi si pengusaha, 4) Lemahnya inovasi teknologi, financial, manajemen, pemasaran hasil dan akses terhadap pelayanan pendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit usaha kecil yang mengalami kegagalan, namun sebaliknya banyak juga usaha kecil yang mencapai keberhasilan. Biasanya usaha kecil yang mencapai keberhasilan memiliki karakteristik sebagai berikut: 1) Kemandirian&lt;br /&gt;yang tinggi, dari aspek permodalan, pemasaran mapun dukungan serta fasilitas dari pemerintah. 2) Memiliki komitmen yang tinggi serta selalu bekerja keras. 3) Bersikap proaktif dan inovatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan usaha kecil disktor perikanan di Indonesia, terdapat beberapa pola atau bentuk kemitraan antara usaha kecil atau petani dengan pengusaha besar, yang dapat digolongkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pola kemitraan inti-plasma. Pada pola ini umumnya merupakan hubungan antara petani, kelompok tani sebagai plasma dengan perusahaan inti yang bermitra usaha. Perusahaan inti menyediakan lahan, sarana produksi, bimbingan teknis, manajemen, menampung, mengolah dan memasarkan hasil produksi. Sedangkan kelompok mitra berkewajiban memenuhi kebutuan perusahaan inti sesuai dengan persyaratan yang telah disepakati bersama. Pola ini dapat diterapkan dalam pengembangan Tambak Inti Rakyat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pola Kemitraan subkontrak. Pola ini merupakan pola kemitraan antara perusahaan dengan kelompok mitra yang memproduksi komponen yang diperlukan perusahaan mitra sebagai bagian dari hasil produksinya. Pada pola ini ditandai dengan adanya kesepakatan tentang kontrak bersama yang menyangkut volume, harga, mutu dan waktu. Pola ini sangat bermanfaat dalam transfer alih teknologi, modal, ketrampilan, dan produktifitas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pola Kemitraan dagang umum. Pola ini merupakan hubungan usaha dalam pemasaran hasil produksi. Dalam pola ini pihak yang terlibat adalah pihak pemasaran dengan kelompok usaha pemasok komoditas tertentu. Penerapan pola banyak dijumpai pada kegiatan agribisnis hortikultura, dimana kelompok tani hortikultura bergabung dalam bentuk koperasi kemudian bermitra dengan swalayan atau kelompok supermarket. Pihak kelompok tani berkewajiban memasok barang-barang dengan persyaratan dan kualitas produk yang telah disepakati bersama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pola kemitraan kerjasama operasional. Pola kemitraan ini merupakan pola hubungan bisnis yang dijalankan oleh kelompok mitra dengan perusahaan mitra. Umumnya kelompok mitra adalah kelompok yang menyediakan lahan, sarana dan tenaga kerja. Sedangkan perusahaan mitra menyediakan biaya, modal, manajemen dan pengadaaan sarana produksi lainnya. Terkadang perusahaan mitra juga berperan sebagai penjamin pasar dengan meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan dan pengemasan. Pola ini sering diterapkan pada usaha perkebunan tebu,tembakau,&amp;nbsp;&amp;nbsp; sayuran&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp; pertambakan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp; pola&amp;nbsp;&amp;nbsp; ini&amp;nbsp;&amp;nbsp; telah&amp;nbsp;&amp;nbsp; diatur&amp;nbsp; tentang&amp;nbsp;&amp;nbsp; kesepakan pembagian hasil dan resiko.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-4363265284371781844?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/4363265284371781844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=4363265284371781844&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4363265284371781844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4363265284371781844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/pola-kemitraan-untuk-sebuah-usaha.html' title='Pola Kemitraan untuk Sebuah Usaha Perikanan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-2704339255494797091</id><published>2010-06-28T09:44:00.001+07:00</published><updated>2010-06-28T19:14:35.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Teknik Pembuatan Pupuk Rumput Laut</title><content type='html'>Rumput laut dapat digunakan untuk pupuk organik bagi tumbuh-tumbuhan.Rumput laut yang merupakan komoditas perikanan yang berupa tumbuhan, sekarang telah banyak dilakukan budidaya di perairan lepas pantai. Berikut teknik pembuatan pupuk dari rumput laut&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Rumput laut dalam bentuk padat diawali dengan menghancurkan rumput laut sampai halus. Tujuannya, agar bakteri penghancur dalam proses fermentasi dapat bekerja maksimal. Selain itu, senyawa laktosa (senyawa gula) dapat mudah menyatu;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua bahan baku pembuatan pupuk laut itu dicampur dan dimasukkan ke dalam wadah semisal drum, plastik, atau tempat yang memungkinkan berlangsungnya proses fermenatasi kedap udara;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu fermentasi optimal untuk membuat pupuk rumput laut padat itu sekitar dua pekan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selain pupuk pada, ada pula pupuk rumput laut cair, Bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat pupuk cair tidak berbeda dengan pupuk padat;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbedaan hanya terletak pada proses pembuatan dan lamanya waktu fermentasi. Pupuk rumput laut cair membutuhkan penambahan air dengan waktu fermentasi selam lima hari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-2704339255494797091?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/2704339255494797091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=2704339255494797091&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2704339255494797091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2704339255494797091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/teknik-pembuatan-rumput-laut.html' title='Teknik Pembuatan Pupuk Rumput Laut'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-2203027060328158202</id><published>2010-06-27T18:25:00.000+07:00</published><updated>2010-06-27T18:25:02.706+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Keunggulan Usaha Perikanan-Kelautan Berbasis Teori Efektivitas Organisasi</title><content type='html'>Usaha perikanan DIY 20 tahun terakhir penuh dinamika. Tingkat keberhasilannya sungguh variatif antara satu dengan lainnya. Ada yang tumbuh kemudian mati ada yang bertahan, beberapa lainnya malah berkembang mengagumkan. Beberapa ahli menanalisa efektivitas operasional dan strategi merupakan dua aspek esensial untuk mencapai tingkat kinerja usaha yang tinggi. Hasilnya, usaha kelompok bisa tumbuh dan berkembang serta bertahan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Substansi efektivitas operasional adalah upaya melakukan aktivitas yang sama secara lebih baik dari yang dilakukan oleh pesaingnya. Termasuk semua aktivitas yang memungkinkan sebuah institusi usaha (kelompok pembudidaya ikan, nelayan, pengolah maupun pemasar produk perikanan) memanfaatkan sumberdayanya secara lebih baik. Beberapa pelaku usaha mampu mendapatkan hasil yang lebih baik dari pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki karena dapat meminimalisir kegiatan yang tidak efisien, menerapkan teknologi yang lebih tepat, memotivasi organisasi secara lebih baik atau memiliki kemampuan untuk mengakses bahan baku secara lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyedia benih lele, Kelompok Tani Ikan Mino Ngremboko, Sleman, bisa jadi contoh kasus menarik, sebagai contoh kasus menarik. Sejak 1987, efektivitas operasional dilakukan dengan cara melakukan usaha budidaya secara bersama-sama antara membenihkan lele dumbo dengan beternak burung puyuh. Keduanya saling menunjang, Kotoran puyuh dimanfaatkann untuk pupuk pada proses pembenihan lele dumbo atau ikan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1995, berbarengan bertambahnya luasan lahan pembenihan, kebutuhan pupuk kotoran puyuh makin besar. Kotoran puyuh berfungsi sebagai penumbuh plankton dan biota-biota air lain untuk makanan alami ikan. Selain itu limbah puyuh ini juga mampu mencegah berbagai penyakit ikan yang berasal dari jamur dan aeromonas, menjaga kestabilan suhu dan pH, sementara amoniaknya mampu mengusir ular (hama ikan) dan tikus (hama pakan), memperkeruh air kolam untuk kenyamanan lele dan sekaligus menghilangkan lumut. Ketiadaan lumut membuat konversi pakan lebih efisien. Ransum tidak tersangkut di lumut, sehingga pakan terkonsumsi efektif dan tidak mencemari kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi kandang puyuh dan kolam pembenihan, menurut Saptono, mantan ketua Kelompok Tani Ikan ino Ngremboko, sangat efektif. Kotoran puyuh yang bercerna cepat bisa menjadi tambahanmakanan. Dia mengatakan keberhasilan pembenihan lele 60-70 persen ditentukan oleh kotoran puyuh. Di samping itu, penggunaan kotoran puyuh sebagai pupuk dapat menekan biaya operasional hingga 20 persen. Pada dekade awal pembentukan usaha, kelompok tani ini menerapkan pondasi kokoh teori efektifitas operasional dan strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perspektif manajemen, Total Quality Management telah digulirkan kelompok tani ini. Persaingan menggunakan kesempatan dan waktu, benchmarking, para anggota kelompok mengubah cara-cara yang mereka gunakan dalam melakukan aktivitas dalam rangka menghilangkan inefisiensi, meningkatkan kepuasan pelanggan dan mencapai tingkat kinerja terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling menarik dari sisi manajemen, efektivitas operasional dilakukan dengan merampingkan susunan organisasi kelompok. Susunan pengurus yang terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, koordinator pemasaran, pengawas produksi dan mutu, serta humas hanya ditempati satu orang tanpa wakil. Dengan satu orang yang menjabat, tanggung jawab kerja menjadi sangat jelas dan biaya operasional organisasi bisa ditekan. Dengan pendekatan manajemen seperti ini, pendapatan anggota kelompok bisa menjadi lebih baik. Alhasil, Kelompok Tani Ikan Mino Hremboko maju pesat. Pemasaran benih lele tidak sebatas wilayah DIY saja, tetapi sudah mencapai Jateng, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Karena permintaan yang makin menanjak, pemenuhan benih lele juga dilakukan dengan kerjasama luar kelompok. Saat ini suplai benih luar kelompok mencapai 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengembangkan usaha pembenihan, kelompok tani ikan ini juga mengelola pasar ikan di kawasan tersebut, pada ban Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Fasilitas yang diberikan kepada konsumen adalah pelayanan plastik gratis, oksigen, dan diantar sampai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Likuiditas usaha yang lancar dan transparan membuat kepercayaan perbankan meningkat untuk meminjamkan uangnya, sebagai langkah untuk mengembangkan usaha kelompok tersebut. Berbagai penghargaanpun diraih kelompok tani Mino Ngremboko. Pada tahun 1997, Pemerintah Provinsi DIY memberi piagam penghargaan dan pengukuhan kelompok tani ikan ini sebagai kelompok tani kelas utama. Bahkan, pada bulan November 2001 memperoleh predikat juara I intensifikasi pembenihan rakyat (Inperak) tingkat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari strategi bersaing adalah memilih sekelompok aktivitas usaha yang berbeda dalam rangka menghasilkan kombinasi nilai yang unik. Pilihan posisi stategis ini tidak hanya menentukan aktivitas yang akan dilakukan oleh suatu organisasi dan bagaimana masing-masing aktivitas disusun, tetapi juga bagaimana aktivitas-aktivitas tersebut saling berhubungan satu sama lainnya. Efektivitas operasional berkaitan dengan tercapainya tingkat terbaik dalam melakukan masing-masing aktivitas atau fungsi. Sedangkan strategi berkaitan dengan pengkombinasian berbagai aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kasus lain adalah Nuraji, pelaku usaha pengolah ramput laut, di Gunungkidul. Dia memulai usaha sejak 25 tahun lalu. Meski dengan teknologi sederhana, terbukti Nuraji mampu bertahan di tengah krisis yang melanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuraji mengembangkan usaha berdasarkan potensi sumberdaya rumput laut lokal yang ada di Kabupaten Gunung Kidul. Karakteristik pantai Kabupaten Gunung Kidul yang berkarang, memungkinkan tumbuhnya berbagai plasma nutfah rumput laut dengan kelimpahan jenis yang sangat beragam. Nuraji mampu menarik hati pembudidaya rumput laut, sebab dia membeli semua jenis tanpa kecuali, meski dengan harga bervariasi. Ini berbeda dengan pengolah lain yang hanya membeli jenis rumput laut tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis ramput laut itu diolah untuk makanan jadi atau bahan baku produksi. Misalnya sebagai campuran pakan ternak, urapan/ kudapan makanan, makanan olahan (dodol dan agar-agar), industri kosmetik, dan farmasi. Cara inilah yang membuat Bapak Nuraji dapat menjalankan efektivitas operasional usahanya secara lebih baik. Produksi olahan rumput laut Pak Nuraji saat ini bahan pakan temak 20 kilogram per hari, tepung agar mencapai 20 kilogram per hari, agar kertas 25 kilogram per hari, manisan agar 15 kilogram per hari dan caraginan 60 kilogram hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan Kelompok Tani Ikan Mino Ngremboko dan usaha pengolahan rumput laut milik Bapak Nuraji melibatkan seluruh sistem aktivitasnya, bukan kumpulan bagian-bagiannya saja. Keunggulan bersaingnya berasal dari bagaimana aktivitas-aktivitasnya disesuaikan dengan keadaan dan memacu aktivitas-aktivitas lainnya. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan saling melengkapi dengan cara menciptakan nilai ekonomis riil. Keduanya mampu menerapkan pondasi kokoh efektifitas organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-2203027060328158202?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/2203027060328158202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=2203027060328158202&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2203027060328158202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2203027060328158202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/keunggulan-usaha-perikanan-kelautan.html' title='Keunggulan Usaha Perikanan-Kelautan Berbasis Teori Efektivitas Organisasi'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-6292287476711506889</id><published>2010-06-27T12:02:00.000+07:00</published><updated>2010-06-27T12:02:18.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Macam-macam Jenis Ikan Marlin</title><content type='html'>Pemancing itu mendambakan sekali bisa dapat marlin. Menurut para pemancing kawakan, marlin itu hebat fight-nya. Jenis ikan ini juga cantik sekali. "Kalau terpancing, dia melompat ke atas permukaan 10 sampai 20 meter. Pemancing bisa melihat "musuh" di depannya itu. Ini sebuah pesona yang hanya bisa dinikmati sedikit orang," ujar Dadi Kartahadimadja, yang pernah mendapat marlin seberat 300 kg namun lepas, ketika mengikuti turnamen mancing di Manado. Tapi jika marlin terpancing, dia naik kepermukaan. Ada waktu untuk tarik ulur. Di sinilah pemancing fight bagaimana memenangkan pertarungan. Kapten kapal musti cekatan juga, membantu agar tali tidak putus. Caranya bisa memundurkan kapal agar posisi tali kendur dan ada kesempatan menggulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemancing itu mendambakan sekali bisa dapat marlin. Menurut para pemancing kawakan, marlin itu hebat fight-nya. Jenis ikan ini juga cantik sekali. "Kalau terpancing, dia melompat ke atas permukaan 10 sampai 20 meter. Pemancing bisa melihat "musuh" di depannya itu. Ini sebuah pesona yang hanya bisa dinikmati sedikit orang," ujar Dadi Kartahadimadja, yang pernah mendapat marlin seberat 300 kg namun lepas, ketika mengikuti turnamen mancing di Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika marlin terpancing, dia naik kepermukaan. Ada waktu untuk tarik ulur. Di sinilah pemancing fight bagaimana memenangkan pertarungan. Kapten kapal musti cekatan juga, membantu agar tali tidak putus. Caranya bisa memundurkan kapal agar posisi tali kendur dan ada kesempatan menggulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis ikan marlin. Black marlin atau marlin hitam dalam bahasa ilmiah disebut Makaira indica. Kemudian ada blue marlin atau marlin biru (Makaira nigircan). Sailfish atau ikan layar disebut Istiophorus platypterus. White marlin atau marlin putih (Tetrapturus albidus). Dan swordfish atau ikan todak dengan nama latin Xiphias galduys Linnaeus. Masih ada lagi stripped marlin (Tetrapturus audax) dan spearfish (Tetrapturus pfiuegeri / Tetrapturus angustirostris / Tetrapturus belone).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlOL9CNmnI/AAAAAAAAATE/_ZmaPTyRke4/s1600/benihikanku.blogspot.com---marlin-layar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlOL9CNmnI/AAAAAAAAATE/_ZmaPTyRke4/s320/benihikanku.blogspot.com---marlin-layar.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sail Fish atau Ikan Layar (&lt;i&gt;Istiophorus platypterus&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Black Marlin atau Marlin Hitam (&lt;i&gt;Makaira indica&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ikan ini yang terdapat di Samudra Hindia dan menjadi buruan dalam kegiatan hobi olahraga memancing di Pelabuhan Ratu. Selain di situ juga terdapat di Samudra Pasifik. Berada pada air dengan suhu 21-30 derajat Celcius dan jarang dijumpai di perairan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlOJR3c6pI/AAAAAAAAAS8/z7v8DmNcX3o/s1600/benihikanku.blogspot.com---marlin-hitam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlOJR3c6pI/AAAAAAAAAS8/z7v8DmNcX3o/s320/benihikanku.blogspot.com---marlin-hitam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Black marlin atau marlin hitam (&lt;i&gt;Makaira indica&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ikan ini dapat dengan cepat diidentifikasi karena ini satu-satunya marlin yang memiliki sirip punggung yang kaku. Sirip ini tidak bisa dilipat ke badannya. Garis punggungnya jarang sekali tampak jelas pada ikan dewasa. Punggungnya berwarna biru tua yang langsung berubah warna menjadi putih pada garis punggung. Jika sedang melompat atau sedang makan maka akan terlihat garis biru yang samar di sisinya. Makanannya terdiri dari sotong, makarel, bonito, ikan terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marlin hitam memiliki tenaga, ukuran dan ketangguhan yang menjadi tantangan pemancing. Ikan ini dikenal dengan kecepatan renangnya dan diikuti gerak menyelam yang dalam. Ikan terbesar yang pernah ditangkap beratnya mencapai 700 kilogram, sekitar lima kali berat marlin umumnya, di Cabo Blanco, Peru pada 4 Agustus 1953.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Blue Marlin atau Marlin Biru (&lt;i&gt;Makaira nigircan&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ikan marlin biru terbesar yang pernah ditangkap beratnya 637 kilogram di Vitoria, Brazil 29 Februari 1992. Ikan ini hidup pada perairan hangat. Ikan ini tidak seperti marlin hitam dijumpai juga di Samudra Atlantik berada pada kawasan tropik dari samudra itu. Ikan ini tidak terdapat di kawasan perairan Pelabuhan Ratu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlOETdJ42I/AAAAAAAAAS0/m8w0ZcTwUA4/s1600/benihikanku.blogspot.com---marlin-biru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="174" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlOETdJ42I/AAAAAAAAAS0/m8w0ZcTwUA4/s320/benihikanku.blogspot.com---marlin-biru.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;marlin biru (&lt;i&gt;Makaira nigircan&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ciri ikan ini adalah sirip pektoralnya tidak pernah kaku, bahkan ketika telah mati masih bisa dilipat ke dalam tubuhnya. Sirip dorsalnya tinggi dan tajam, tingginya lebih dari lebarnya tubuh ikan. Sirip ekornya besar dan berujung tajam.&lt;br /&gt;Ikan jenis ini termasuk petarung agresif yang kerap kali melompat ke udara, seakan-akan tidak kenal lelah. Mereka berenang dengan cepat dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;White Marlin atau Marlin Putih (&lt;i&gt;Tetrapturus albidus&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Biasanya berat maksimum ikan dewasa jantan hanya 90 kilogram. Sedangkan yang betina sebagaimana ikan-ikan jenis ini bisa tumbuh menjadi raksasa. Ikan terbesar yang pernah ditangkap beratnya hanya sekitar 82,3 kilogram yang juga didapat di Vitoria, Brasil pada 8 Desember 1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan ini tersebar di Samudra Atlantik, Teluk Meksiko dan Laut Karibia serta juga di Laut Tengah di Eropa. Ikan ini bisa bermigrasi ke perairan tropis. Dan kerap berada dekat dengan pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri yang paling menonjol adalah sirip dorsal, pektoral dan ekornya berbentuk bulat bukan tajam. Sirip pektoralnya dapat dibengkokkan hingga rapat dengan tubuhnya. Garis sisinya sangat jelas. Warna ikan ini lebih mendekati warna hijau dibandingkan marlin lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;swordfish atau Ikan Todak (&lt;i&gt;Xiphias galduys Linnaeus&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berat maksimum ikan ini mencapai 682 kilogram, dan yang terberat ditangkap di Iquique, Cili seberat 537 kilogram. Cucutnya paling panjang, lurus dan lebar. Hidup pada suhu 13 hingga 22 derajat Celcius. Ikan ini ditemukan di hampir semua perairan di permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri paling mudah adalah sungut tajam yang menyerupai pedang. Pedang ini digunakan untuk bertahan atau membunuh, menyerang mangsanya. Makannya seperti marlin lainnya berupa sotong, lumba-lumba, dan makarel.&lt;br /&gt;Punggungnya bisa berwarna coklat tua, perunggu, ungu metalik, biru keabu-abuan atau hitam sama sekali. Sisinya bisa gelap, dan bagian bawahnya putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan ini mudah takut oleh kedatangan kapal dan tingkahnya tidak menentu walau jarang sekali mereka menyerang kapal. Sungutnya kerap digunakan untuk memotong tali pancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini populasi marlin jauh berkurang. Jumlah ini tergantung pada si pemancing. Jika dia baru pertama kali dapat marlin, dia ingin berfoto dengan hasil tangkapannya. Untuk ini tentunya tidak akan dilepas karena harus dibawa ke pelabuhan. Sebetulnya yang paling membuat populasinya turun drastis, menurut Dadi, adalah commercial fishing, atau tertangkap jala. ”Ikan marlin memang enak. Dia merupakan perpaduan antara daging tuna dan tenggiri. Steaknya kan terkenal sekali.”&lt;br /&gt;(SH/tot/ ads)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; www.pantai.netfirms.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-6292287476711506889?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/6292287476711506889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=6292287476711506889&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6292287476711506889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6292287476711506889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/macam-macam-jenis-ikan-marlin.html' title='Macam-macam Jenis Ikan Marlin'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlOL9CNmnI/AAAAAAAAATE/_ZmaPTyRke4/s72-c/benihikanku.blogspot.com---marlin-layar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-6647001778197446815</id><published>2010-06-26T19:14:00.000+07:00</published><updated>2010-06-26T19:14:56.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Perikanan Darat Bagian Kebudayaan Lokal</title><content type='html'>Selama ini, aktivitas perikanan tangkap mendominasi pembangunan perikanan nasional. Secara politik, kondisi ini memposisikan perikanan darat/perairan umum (sungai, situ, danau dan rawa) sebagai kelas dua, maka aktivitas perikanan darat mandek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revitalisasi perikanan hanya mengutamakan pertambakan udang, dan budidaya laut yaitu rumput laut dan ikan karang, padahal perikanan darat memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri. Harusnya, pemerintah memberikan porsi yang seimbang antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perikanan darat memiliki keunggulan dan keunikan dalam pengembangannya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; potensinya memiliki varitas/jenis yang bersifat endemik. Contohnya, ikan bilih (Mystacoleuseus padangensis) yang di dunia hanya terdapat danau Singkarak, Sumatera Barat, juga ikan jenis lawat (Leptobarbus hoevanii), baung (Mystus planices), belida (Chitala lopis), dan tangadak (Barbodes schwanenfeldi) di Danau Sentarum Kalimantan Barat dan sungai-sungai pulau Sumatera, nike-nike di Danau Tondano, Sulawesi Utara dan ikan gabus asli (Oxyeleotris heterodon) Danau Sentani di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, keberadaan ikan endemik menyatu dengan perilaku/pola hidup masyarakat lokal. Mereka menganggap ikan endemik menjadi bagian kebudayaan dan dikonsumsi secara turun-temurun. Maka mereka juga memiliki kearifan lokal dalam menjaga kelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, secara ekologis dan klimatologi ikan endemik memiliki habitat hidup dan berkembang biak yang khas. Amat tidak mungkin ikan bilih, Danau Singkarak dikembangbiakan di Danau Poso. Inilah sumber kekhasan sumber daya genetiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat,&lt;/b&gt; lahan budi daya perikanan darat yang mengandung jenis ikan endemik belum dimanfaatkan secara optimal. Baru beberapa daerah yang memberdayakan dan memberdayakannya dengan pariwisata misalnya Danau Tondano, Danau Singkarak, Danau Poso dan Danau Sentani. Kelima, jenis ikan endemik harganya mahal karena rasanya unik, khas dan langka sehingga menjadi trade mark tersendiri bagi daerah itu. Contohnya, ikan semah (Tor tambra, Tor dourounensis dan Tor tambroides, Labeobarbus douronensis) dari Sungai Kapuas harganya sampai Rp 250.000/kg. Enam Problem Otonomi daerah dalam aspek perikanan dan kelautan tidak hanya dimaknai sebatas kewenangan pengelolaan wilayah laut oleh pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota. Otonomi daerah juga harus dimaknai sebagai upaya mengelola dan mengembangkan perikanan darat utamanya ikan endemik yang terancam punah. Pemaknaan ini akan menciptakan kedaulatan pangan di tingkat lokalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai problem mengancam keberlanjutan budidaya ikan endemik dan kelestariannya, yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; ekspoitasi berlebihan. Contohnya, data tahun 1997 menyebutkan stok ikan Bilih mencapai 542,56 ton dan yang telah dieksploitasi sebesar 416,90 ton (77,84 persen). Ini menggambarkan sumberdaya ikan bilih sudah mengalami tangkap lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, introduksi ikan lain yang bersifat predator dan kompetitor. Kasus introduksi ikan gabus toraja (Channa striata) di Danau Sentani, mengancam Ikan gabus asli Danau Sentani. Hal serupa juga terjadi di Danau Poso dan Malili di Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, ancaman kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan pertanian dan pembabatan hutan. Akibat kegiatan pertanian yang menggunakan pupuk anorganik, limpasannya masuk ke sungai dan danau, sehingga mencemari dan merusak habitat ikan endemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa akan terjadi akibat pembabatan hutan di hulu sungai, tepi danau dan daerah tangkapan air. Penurunan populasi ikan endemik di sungai, danau maupun lubuk-lubuk di Kalimantan dan Sumatera bersumber dari aktivitas pertanian dan pembabatan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, proses sedimentasi yang disebabkan oleh limpasan lumpur dari aktivitas pertanian di tepi danau menyebabkan danau semakin dangkal. Juga, pembabatan hutan di hulu menyebabkan sungai mengalami pendangkalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otomatis proses sedimentasi yang semakin bertambah setiap tahunnya mengancam hilangnya habitat ikan endemik. Di Sungai Mahakam akibat sedimentasi sudah sulit mendapatkan ikan baung dan lais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Kasus yang terjadi di Danau Sentarum, Kalimantan Barat, yakni adanya penggunaan bubu warin (alat tangkap berukuran mata jaring &amp;lt; 0,5 cm sejak tahun 2000) menyebabkan turunnya populasi ikan di daerah ini. Keenam, penyediaan pakan ikan budidaya mengancam kelestarian ikan endemik. Pengembangan budidaya keramba mengancam ikan endemik Danau Sentarum karena pakannya diambil dari ikan–ikan kecil di danau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Delapan Kebijakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Melindungi sumber genetik plasmah nutfah dan mengembangkan budidaya perikanan darat berbasis ikan endemik memerlukan kebijakan strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, mengembangkan riset pemuliaan genetik ikan endemik. Hasil riset ini akan melahirkan bank genetik ikan endemik Indonesia, sekaligus melindungi plasma nutfahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; mengembangkan pusat pembudidayaan ikan air tawar endemik yang mampu menyediakan bibit/benih secara massal baik untuk budi daya sungai maupun danau atau situ. Pusat-pusat ini dibangun daerah-daerah yang memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt; menerbitkan perangkat undang-undang sumberdaya genetik untuk menangkal pihak asing melakukan bio piracy terhadap komoditas endemik khas Indonesia. Hukum yang tersedia baru Keppres No. 43 Tahun 1978 yang menyatakan bahwa jenis ikan yang dilindungi di pulau Kalimantan dan Sumatera adalah arwana Super Red, Golden Red, Banjar Red, arwana Green (hijau) yang ditemukan di Taman Nasional Danau Sentarum dan Sungai Kapuas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat,&lt;/b&gt; melestarikan lingkungan kawasan perairan umum (daerah aliran sungai, danau, situ) dan tangkapan air yang mampu menjamin ketersediaan air tawar dan mencegah sedimentasi maupun pencemaran air. Prioritaskan bagi kawasan perairan umum yang sudah memiliki sumber daya ikan endemik dan terancam punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima,&lt;/b&gt; mengembangkan alat tangkap yang ramah lingkungan dari segi jenis, ukuran, maupun variannya. Akan lebih baik menggunakan alat tangkap yang hanya menyeleksi ikan-ikan endemik yang masuk kategori layak konsumsi dan jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam,&lt;/b&gt; menyeleksi introduksi ikan–ikan non-endemik yang bersifat predator, kompetitor dan pembawa penyakit yang nantinya mengancam kelangsungan hidup ikan endemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketujuh,&lt;/b&gt; menyeragamkan pangan berbasis ikan endemik, contohnya fillet, nugget, bakso ikan dan kerupuk ikan. &lt;b&gt;Kedelapan,&lt;/b&gt; memberdayakan kelembagaan lokal dan kearifan masyarakat dalam membudidayakan ikan-ikan endemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan yang dipaparkan dalam tulisan ini merupakan langkah strategis dan politik untuk membangun paradigma baru dan merevitalisasi kebijakan budidaya perikanan yang selama ini cenderung mengabaikan perikanan darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa berlaku juga bagi perairan umum lainnya yang sudah mengembangkan ikan air tawar berbasis waduk (Jatiluhur, Cirata), danau serta situ, demi pemenuhan pangan protein. Dengan demikian, bangsa ini akan berdaulat atas pangan yang bersumber dari ikan endemik, termasuk dalam penyediaan benih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-6647001778197446815?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/6647001778197446815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=6647001778197446815&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6647001778197446815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6647001778197446815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/perikanan-darat-bagian-kebudayaan-lokal.html' title='Perikanan Darat Bagian Kebudayaan Lokal'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-5525181715338646138</id><published>2010-06-26T15:00:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T15:00:01.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Chinese-German Cooperation To Develop 'SuperBio' Tilapia</title><content type='html'>&lt;b&gt;AUSTRALIA&lt;/b&gt; - Several German and Chinese companies signed an agreement this month to produce completely controlled `Organic SuperBio Tilapia´ to sell in Europe and China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Baader Group, the Pourkian Group, the Fraunhofer Institute for production lines and construction techniques, San’an Technology Group and Maoming Hi-Taste Aquatic Product Technology Co Ltd all signed the deal on 12 June.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“We want to bring high quality products into the market, with an own philosophy, according to the today’s way of living and in a quality, which can be checked by the consumer immediately,” said Dr Dietrich Fischer, programme manager of poultry and fish at the Pourkian Group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In recent years, a market for high class bio products has grown steadily in Germany and China. To serve these rising markets with high quality fish – whose quality is improved in the form of bio products – that will be regulated by these countries’ bio regulations, the companies will cooperate to create a closed Organic SuperBio process chain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The partners agree that the organic fish products, which will be exported from China to Europe, must meet the European Union’s (EU) bio standards as well as the ISO, IF, GMP and GlobalGap standards. However, the firms aim to exceed EU bio standards, which permit five per cent of chemical additives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chinese partner San’an will conduct different tests, certificates and audits for the fish farmers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“By a permanent control of the value added chain we will secure a constant high quality of the final products for the consumers,” said Professor Kai Mertins, who signed the agreement on behalf of the Fraunhofer Institute.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Organic SuperBio products will be easily recognisable by customers through labelling, the firms said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Institute will ensure the Organica SuperBio standards are enforced. They must be developed and localised based on the valid Bio and processing standards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All fish products will have their own brand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Together with the German and Chinese partners we will bring products into the market, which will surpass the European Bio decrees and which can be bought at affordable prices,” says Kourosh Pourkian of the Pourkian Group, the initiator of the project.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maoming is one of the biggest aquaculture and processing companies for tilapia. The firm will have a leading role in the agreement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The San’an Technology Group in Beijing is working to develop biological agriculture. It will also take a key role in the enterprise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For over 90 years, the Baader Group has been a worldwide leading developer, producer and supplier of machinery for food stuff processing lines and especially for fish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pourkian specialises in the development and organisation of Bio markets in Europe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;TheFishSite News Desk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-5525181715338646138?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/5525181715338646138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=5525181715338646138&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5525181715338646138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5525181715338646138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/chinese-german-cooperation-to-develop.html' title='Chinese-German Cooperation To Develop &apos;SuperBio&apos; Tilapia'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-2775108869382531273</id><published>2010-06-26T12:00:00.001+07:00</published><updated>2010-06-26T12:00:01.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Produksi Ikan Ditargetkan 10 Juta Ton pada 2011</title><content type='html'>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 147 lokasi minapolitan di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia bisa mendongkrak target produksi perikanan hingga 10 juta ton pada 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang sudah ditetapkan Menteri ada 147 lokasi, untuk budi daya mendapat alokasi di 100 lokasi, sedangkan perikanan tangkap sebanyak 47 lokasi," kata Dirjen Budidaya Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Made L Nurdjana saat dihubungi, Kamis (24/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Made mengakui, untuk merealisasikan target tersebut, dibutuhkan tambahan anggaran, Jika tahun ini, di APBN, perikanan budi daya mendapatkan alokasi 500 miliar rupiah, pihaknya mengusulkan naik menjadi 850 miliar rupiah. "Tetapi kita tidak hanya bergantung ke APBN karena kontribusinya selama ini hanya 18-20 persen. Kita menggandeng swasta dan memanfaatkan kredit program," ungkap dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan pihaknya mengajukan anggaran lima triliun rupiah untuk mendukung pencapaian target produksi perikanan 10 juta ton pada 2011.Anggaran itu relatif bisa dipenuhi. Pasalnya, saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah mendapat pagu indikatif 4,7 triliun rupiah untuk 2011. "Misalkan untuk budi daya perikanan, akan kita tingkatkan dari 500 miliar - 600 miliar menjadi 1,5 triliun rupiah," tandas Fadel. aan/E-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Sumber :&lt;/b&gt; Koran Jakarta 25 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-2775108869382531273?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/2775108869382531273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=2775108869382531273&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2775108869382531273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2775108869382531273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/produksi-ikan-ditargetkan-10-juta-ton.html' title='Produksi Ikan Ditargetkan 10 Juta Ton pada 2011'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-943406359218144294</id><published>2010-06-26T09:57:00.000+07:00</published><updated>2010-06-26T09:57:43.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Mendongkrak Pemasaran Ikan Dari  Aceh</title><content type='html'>&amp;nbsp;“Produksi perikanan dari Tempat Pendaratan Ikan di Idi, Aceh Timur, setiap hari adalah 30-35 ton. Sebagian untuk konsumsi lokal, lainnya untuk diekspor ke Malaysia melalui Medan. Mengapa tidak langsung dari Aceh?” demikian pertanyaan yang dilontarkan oleh Dr. Miasuddin, dari Universitas Syah Kuala, Banda Aceh, dalam Workshop yang diselenggarakan oleh FAO, Kementerian Kelautan dan Perikanan, INFOFISH Kuala Lumpur, dan Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi NAD, di Banda Aceh (22/6).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ikan dari Belawan, Medan, memasuki Malaysia, kebanyakan lewat pelabuhan Lumut, negara bagian Perak. Ekspor ikan dari Medan ke Malaysia sekitar 30 ton per hari. Dibanding Belawan, Idi memang memiliki beberapa kelemahan. Prasarana dermaga, pabrik es, cold storage belum ada, stasiun bahan bakar belum memadai, alur pelabuhan sering dangkal. Dan yang lebih penting lagi, pengusaha lokal yang cukup besar untuk melakukan ekspor belum ada.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sangat jauh dibanding dengan pelabuhan perikanan Belawan, Medan, yang memiliki 4 pabrik es, 7 unit cold storage, 8 unit galangan kapal dan aktif berbisnis 20 pedagang besar bidang perikanan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Perjalanan laut dari Idi ke Lumut, Malaysia, selama 16 jam, memang lebih lambat 4 jam, dibanding dari Belawan ke Lumut. Akan tetapi, pengangkutan lewat darat dari Idi ke Belawan juga memakan waktu lama.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sebetulnya saat ini hubungan dagang produk perikanan antar wirausaha Aceh dengan Malaysia telah terjalin baik. Apalagi setelah FAO memfasilitasi sistem pemasaran dan informasi hanya menggunakan SMS handphone telah menjangkau 19 kabupaten di wilayah Aceh dan mitranya di Malaysia. Oleh karenanya, penguatan Pelabuhan Perikanan Idi di Aceh Timur, dan Lampulo di dekat Banda Aceh merupakan langkah strategis yang di dukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Soen’an H. Poernomo, Kepala Pusdatin, KKP, yang memandu Workshop, menyampaikan bahwa titik kuncinya adalah tiga faktor, yakni ketersediaan prasarana, keberadaan pengusaha lokal, dan penguatan sistem pemasaran. Dalam aspek&amp;nbsp; prasarana, pemerintah provinsi telah membebaskan lahan, dan KKP telah mensuplai anggaran untuk dermaga. Apabila prasarana memadai, eksportir dari Medan tentunya akan tertarik juga ke Idi, dan pengusaha lokal juga diharapkan dapat tumbuh. Alternatif lain BUMN perikanan juga dapat berperan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sistem informasi harga yang ada di Aceh menurut Soen’an telah menjadi model, dan KKP akan memperluas secara bertahap ke tingkat nasional, dimulai dengan provinsi yang sudah siap, yaitu Jawa Timur, Yogyakarta dan Gorontalo. Erik Hempel, salah satu pembicara yang aktif membantu FAO dan INFOFISH, sepakat dengan rencana pemantapan pemasaran oleh KKP tersebut. Konsultan dari Norwegia ini menyatakan bahwa hanya dengan pemasaran yang baik maka tujuan mewujudkan Indonesia sebagai produsen terbesar hasil perikanan pada tahun 2015 akan tercapai.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Soen’an menambahkan, pengembangan ikan dari Aceh ini memiliki arti yang strategis dalam menanggulangi kemiskinan di wilayah tersebut. Jumlah penduduk miskin di Aceh sekitar 36%, dan lebih dari 80% nelayan tergolong miskin. Padahal, Aceh memiliki potensi yang cukup besar, dengan panjang pantai 2.467 km, luas areal budidaya 43.173,5 ha, serta potensi lestari laut sekitar 493,93 ribu ton per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benih udang dan bandeng telah terkenal berasal dari Aceh. Pengembangan akuakultur di daerah ini juga termasuk yang terbesar setelah Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Dalam sejarah perikanan samudera, pelabuhan Sabang juga pernah menjadi alternatif pelabuhan perikanan Benoa, Bali dan Jakarta. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-943406359218144294?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/943406359218144294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=943406359218144294&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/943406359218144294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/943406359218144294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/mendongkrak-pemasaran-ikan-dari-aceh.html' title='Mendongkrak Pemasaran Ikan Dari  Aceh'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-8883674592621333493</id><published>2010-06-25T19:37:00.000+07:00</published><updated>2010-06-25T19:37:09.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Anggaran Pembangunan Kawasan Perikanan Rp 200 Miliar</title><content type='html'>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengalokasikan Rp 200 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 untuk membangun 28 kawasan khusus perikanan (Minapolitan) sebagai bagian dari pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kita sudah fokus lagi mengenai berapa per daerah dana yang dibutuhkan. Totalnya ada Rp 200 miliar untuk 2011," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Jakarta, pekan lalu. Menurut Fadel, pengembangan KEK harus memikirkan jenis komoditas diunggulkan agar kegagalan pengembangan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) tidak terulang. "Misalnya, Morotai untuk sentra tuna dan itu bekerja sama dengan luar negeri dan Boyolali untuk sentra lele," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah menargetkan sudah memiliki paling tidak lima kawasan ekonomi khusus (KEK) yang sudah berkembang pada 2014. "Prioritas kita sampai 2014 paling tidak ada lima KEK (yang berkembang)," kata Hatta Rajasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyebutkan, pemerintah sedang mengevaluasi kelima KEK itu termasuk menetapkan strategi pengembangan, desain utama, dan kerangka kerja pengembangannya. Ketika ditanya lima KEK yang dimaksud mana saja, Hatta belum bersedia menyebutkan, namun lima KEK itu tersebar hingga ke Indonesia bagian timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti saya sampaikan, tapi itu sampai ke Indonesia Timur pun masuk seperti di Papua," katanya. Dia menjelaskan, pengembangan ekonomi wilayah dibagi ke dalam koridor-koridor ekonomi, di dalam koridor ekonomi terdapat KEK, dan di KEK terdapat kluster-kluster. "Jadi kalau kita mengatakan KEK Papua, ada kluster-kluster seperti Papua Barat, Merauke, dan Biak. Itu akan kita dorong menjadi daerah yang1 tumbuh pesat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pemasaran hasil laut, Fadel mengatakan, secara bertahap komoditas perikanan lainnya akan diperdagangkan dengan sistem lelang elektronik. "Bulan depan (Juli) diawali dengan rumput laut. Selanjutnya, dikem-bangkan untuk mutiara dan tuna. Kita akan bahas ini lebih lanjut denganpihak pasar," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dengan cara ini, efisiensi pasar akan tercapai, transaksi terjadi secara transparan, dan indeks harga bisa terpacu setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan mulai awal Juli 2010 akan mengembangkan pasar domestik rumput laut melalui sistem e-pasar. Pengembangan pasar dengan cara elektronik (e-pasar) itu diyakini cocok untuk mendukung struktur pasar komoditas rumput laut yang sekarang mencapai ribuan produsen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Direktur Usaha dan Investasi KKP, Victor Nikijuluw, mengatakan, struktur pasar komoditas rumput laut di Tanah Air terdiri dari 29 pabrik pengolahan, ribuan produsen, dan ratusan pedagang, iB.yui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Suara Karya&amp;nbsp; 25 Juni 2010,hal.7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-8883674592621333493?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/8883674592621333493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=8883674592621333493&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8883674592621333493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8883674592621333493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/anggaran-pembangunan-kawasan-perikanan.html' title='Anggaran Pembangunan Kawasan Perikanan Rp 200 Miliar'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-3755590322146099975</id><published>2010-06-25T12:43:00.000+07:00</published><updated>2010-06-25T12:43:38.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Menteri Fadel Kembangkan Produsen Ikan Domestik</title><content type='html'>Pemerintah menargetkan bisa menjadikan Indonesia sebagai produsen perikanan terbesar di dunia pada 2015. Saat ini, Indonesia masih menduduki posisi ke-6 di bawah Peru, Malaysia dan Thailand. Sementara posisi pertama masih dipegang China. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, untuk mencapai hal itu dia sedang melakukan perombakan besar-besar di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain membuat terobosan program, dia juga mengubah pola anggaran di KKP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ubah semua anggaran. Yang tadinya dirjen-dirjen yang menyentuh langsung nelayan anggaran kecil, saya tingkatkan berkali-kali lipat dan dijadikan ujung tombak. Sementara anggaran Sekjen dan Irjen saya jadikan hanya penunjang dan anggarannya dipangkas sebesar 11 persen saja. Padahal, sebelumnya sangat tinggi," kata Fadel dalam acara IKA-ITS Summit 2010 di Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahun 2011, sambungnya, pihaknya juga akan mengajukan anggaran sebesar Rp 5 triliun. Dana ini sebagian akan digunakan untuk membeli kapal-kapal besar untuk nelayan dan budi daya ikan. "Tahun ini kita dapat anggaran Rp 3,2 triliun. Di pagu anggaran sementara untuk tahun 2011, dana KKP sekitar Rp 4,7 triliun. Tapi saya akan bicara lagi untuk ditambah. Sebab ini untuk kesejahteraan nelayan dan rakyat kecil," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadel melanjutkan, saat ini pi-haknya juga sedang berusaha mengembangkan kawasan nelayan dengan konsep minapolitan. Konsep ini merupakan konsep pembangunan ekonomi yang berbasis perikanan dengan sistem manajemen kawasan berdasarkan prinsip integrasi, efisiensi, kualitas, akselerasi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya, jelas Fadel, maka di setiap kawasan nelayan akan dibangung pabrik-pabrik produksi ikan, pabrik cs dan alat pendingin ikan. Dengan itu hasil ikan yang didapat oleh nelayan bisa punya nilai tambah dan tidak busuk kalau tidak laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita targetkan dalam duatahun ini bisa membangun 48 minapolitan. Untuk tahun ini kita bangun 28 dulu. Salah satunya adalah kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi," ucapnya. Untuk pembangunan itu, tahun ini KPP sudah menyediakan dana sebesar Rp 800 miliar. Dana ini, kata Fadel, memang jauh dari cukup. "Tapi yang penting di tiap kawasan nelayan ada tempat pengolahan, dan pabrik es dulu. Dengan begitu, harga ikan mereka tidak jatuh," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk budi daya, tahun ini KPP juga telah menyediakan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun. Alokasi ini naik tajam, sebab tahun lalu anggaran budi daya hanya sekitar Rp 600 miliar. Mcnurut Fadel, hal itu dilakukan karena budi daya ikan di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. "Ikan-ikan seperti lele, patin, mas itu gampang sekali untuk dibudidayakan. Dalam tiga bulan saja sudah bisa dipanen. Makanya kita akan mcng-cnjot budidaya ini. Saya targetkan tahun depan produksi dari hasil budidaya bisa meningkat sampai 500 perscn."ujamya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah ini. Fadel yakin secara bertahap posisi Indonesia sebagai produsen perikanan bisa naik secara perlahan. Tahun ini produksi ikan hanya sebesar 9,6 juta ton. "Tahun 2011 akan kita tingkatkan menjadi 10 koma sekian dan terus akan kita bikin lompatan sehingga pada 2015 produksi kita bisa mencapai 22 juta ton dan jadi yang terbesar di dunia," tandasnya. usu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Rakyat Merdeka 24 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-3755590322146099975?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/3755590322146099975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=3755590322146099975&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3755590322146099975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3755590322146099975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/menteri-fadel-kembangkan-produsen-ikan.html' title='Menteri Fadel Kembangkan Produsen Ikan Domestik'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-6733786025414677974</id><published>2010-06-25T10:52:00.000+07:00</published><updated>2010-06-25T10:52:56.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>KKP Anggarkan Rp 5 Miliar untuk Wirausaha Pemula</title><content type='html'>&lt;b&gt;Kementerian Kelautan dan Perikanan&lt;/b&gt; (KKP) akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk paket wirausaha pemula khusus ikan air tawar, lele, pada 2011. Peningkatan produksi lele itu sejalan dengan tingkat konsumsi masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita akan anggarkan Rp 5 miliar dan ini hanya dari Ditjen Perikanan Budi Daya saja," kata Dirjen Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Made L Nurdjana di Jakarta, kemarin. Menurut Made, dukungan untuk peningkatan produksi lele tersebut juga didukung anggaran dari Ditjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan (P2HP) karena berkaitan erat dengan urusan investasi teknik pengolahan lele di sentra-sentra Minapolitan Lele. "Harapan kita Kementerian Pekerjaan Umum juga akan mendukung pengembangan MinapoHtan Lele dengan membuat irigasi mikro yang dapat memompa air sungai dan menyalurkan ke tambak rakyat," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dia mengatakan, KKP telah menetapkan lima lokasi pengembangan Minapolitan Lele yang akan dipacu berproduksi hingga 30 ton per hari. Sentra-sentra besar tersebut akan berada di Bogor, Boyolali, Pacitan, Gunung Kidul, dan Blitar. "Ini sentra-sentra besarnya. Yang paling besar ada di Gunung Kidul yang sekarang berproduksi lima ton per hari dipacu agar bisa berproduksi 30 ton perhari," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, ada empat faktor yang akan dilakukan KKP dari sisi ekonomi untuk menggalakkan produksi hingga konsumsi lele. Pertama, menggiatkan budi daya lele skala kecil hingga menengah yang disebar di beberapa sentra utama. Kedua, mengupayakan agar memasyarakatkan lele sehingga konsumsi meningkat. Ketiga, mengembangkan industri atau pengolahan lele. Terakhir, menjadikan lele sebagai sumber pangan yang merambah berbagai kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini lele lebih banyak dinikmati masyarakat kelas bawah. Kita akan membuat lele juga menyentuh kalangan elite negeri ini," ujar Fadel. Namun, dia mengingatkan, hambatan yang perlu dipecahkan adalah mengembangkan pakan lele murah sehingga biaya produksi menurun. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi lele pada 2014 meningkat sebesar 450 persen, yakni dari 200.000 ton per.tahun menjadi 900.000 ton per tahun. (B.yu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Suara Karya 24 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-6733786025414677974?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/6733786025414677974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=6733786025414677974&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6733786025414677974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6733786025414677974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/kkp-anggarkan-rp-5-miliar-untuk.html' title='KKP Anggarkan Rp 5 Miliar untuk Wirausaha Pemula'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-6780052395738455989</id><published>2010-06-24T17:37:00.000+07:00</published><updated>2010-06-24T17:37:09.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Satelit untuk Petakan Potensi Rumput Laut</title><content type='html'>Sumber hayati di pesisir Indonesia yang sangat luas, bahkan terluas di dunia, hingga kini hanya sebagian kecil yang telah teridentifikasi potensinya. Rumput laut salah satunya. Meskipun jumlahnya di Indonesia diketahui mencapai 682 spesies, hingga kini baru 20 spesies yang diteliti potensinya. Adapun yang dimanfaatkan secara komersial baru tiga spesies, yaitu Eucheuma cottonii, Glacillaria ve-rucosa, dan Sargasum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan Rachmaniar Rachmat, Ketua Ikatan Fi-kologi Indonesia (IFO. yang juga peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPD di sela acara Seminar dua hari bertema "Peranan Algae sebagai Sumber Pangan dan Energi Alternatif yang berakhir Rabu (23/6). Seminar ini diselenggarakan LIPI bekerja sama dengan IFI, Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) dan Indonesia Seaweed Society (ISS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Satelit Jepang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempercepat identifikasi potensi rumput laut, terutama jenis Sargasum, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan survei dan pemetaan menggunakan data penginderaan jauh satelit milik Jepang, yaitu Advanced Land Observing Satellite (ALOS) dan satelit Formosa kepunyaan Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan Jana T Anggadiredja, pakar rumput laut dari BPPT, yang juga Ketua ISS. "Satelit tersebut bekerja pada spektrum yang luas dan dapat menghasilkan resolusi sangat tinggi," ujar mantan Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALOS, antara lain, didesain untuk survei dan pemetaan sumber daya alam, termasuk di pesisir. Untuk itu, di satelit ini diterapkan sensor yang mutakhir, yaitu Panchromatic Remote-sensing Instrument for Stereo Mapping (PRISM), Advanced Visible and Near Infrared Radiometer type 2 (AVNIR-2), dan Phased Array type L-band Synthetic Aperture Radar (PAL-SAR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AB Susanto, pendiri Yayasan Rumput Laut Indonesia, yang juga Koordinator Kerja Sama di Biro Perencanaan dan Kerja Sama Internasional Kementerian Pendidikan Nasional, mengatakan, peningkatan kemampuan dan jumlah sumber daya manusia dalam budidaya dan industri rumput laut dilakukan dengan mendirikan sekolah menengah kejuruan bidang rumput laut (YUN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kompas 24 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-6780052395738455989?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/6780052395738455989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=6780052395738455989&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6780052395738455989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6780052395738455989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/satelit-untuk-petakan-potensi-rumput.html' title='Satelit untuk Petakan Potensi Rumput Laut'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-3840028846987452159</id><published>2010-06-24T13:49:00.000+07:00</published><updated>2010-06-24T13:49:39.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Perketat Pengawasan Ekspor dan Impor</title><content type='html'>Pemerintah berniat memperketat pengawasan ekspor-impor produk perikanan menyusul kian meningkatnya arus perdagangan dalam dan luar negeri. Demi pengetatan pengawasan tersebut pemerintah segera menerbitkan aturan Menteri Kelautan dan Perikanan dan pembentukan Badan Karantina Ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enam bulan terakhir arus perdagangan hasil perikanan terus meningkat. Ekspor lebih besar dibanding impor, tetapi pemerintah dalam hal ini KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) tetap mengawas demi pengendalian mutu dan kesehatan," kata Direktur Pemasaran Luar Negeri KKP Saut Parulian Hutagalung di Jakarta, Senin (21/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dirut PT Fishindo Lintas Samudera Nanang Soengkono menegaskan pengetatan pengawasan merupakan langkah positif, namun tidak boleh menghambat proses ekspor-impor. Pengawasan, kata Nanang, terutama terkait kualitas produk impor yang masuk ke dalam negeri karena selama ini kurang diper-hatikan."Rencana pemerintah memperketat pengawasan sangat bagus agar perlakuan terhadap eksportir dan importir sama. Selama ini pengetatan lebih diutamakan bagi eksportir," kata Nanang, yang mengaku sering mengekspor tuna ke kawasan Timur Tengah dan AS tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Saut Parulian, kian meningkatnya impor produk perikanan untuk konsumsi maka pengendalian mutu menjadi keharusan. Regulasi impor ini mengatur dari sisi perlindungan kesehatan dan kelayakan konsumsi (sanitary and phytosanitary). Pada dasarnya aturan ini diperlakukan sama antara produk yang masuk dan keluar."Prinsipnya resiprokal, kalau produk kita keluar harus memenuhi standar negera tujuan, demikian juga produk mereka yang masuk ke sini. Semua urusan pengawasan ada di bawah Badan Karantina Ikan," kata Saut Parulian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saut menjelaskan, Peraturan Presiden tentang Pembentukan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu sudah keluar dan akan dioperasikan dalam waktu dekat Fungsi dan pengendalian mutu serta keamanan pangan selama ini sudah berjalan di KKP, walaupun ditangani dua unit kerja terpisah yakni Direktorat Standarisasi dan Akreditasi di Ditjen Pengolahan dan Pemasaran serta Pusat Karantina Ikan di Setjen KKP "Peraturan Menteri KP tentang pengendalian mutu nanti merupakan regulasi pertama selama 30 tahun. Selama ini itu, kita memang tak punya aturan tentang mutu, terutama produk impor," jelas Saut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Impor Lebih Kecil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saut mengakui, volume impor produk perikanan selama ini lebih kecil dibanding ekspor. Impor tepung ikan untuk pakan perikanan budidaya misalnya, hanya berkisar 5% hingga 7% dibanding ekspor yang mencapai 60% hingga 70%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data KKP pada periode Januari hingga Maret 2010 menunjukkanekspor naik 8% dibandingkan Januari - Maret 2009 yakni dari US$ 577 juta menjadi US$ 622 juta. Sedangkan data impor 2008 menunjukkan, volume tercatat 280 ribu ton dengan nilai sebesar US$ 268 juta. Tahun 2009 volume impot tercatat 332 ribu ton se-nilai US$ 300 juta, dan pada periode Januari - Maret 2009 volume impor sebesar 67 ribu ton dengan nilai US$ 58 juta. Pada Januari-Maret 2010 tercatat volume impor sebanyak 77 ribu ton dengan nilai US$ 77 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan volume ekspor 2008 tercatat 911 ribu ton senilai US$ 2,6 miliar, tahun 2009 volume impor 881 ribu ton senilai US$ 2,4 miliar, dan pada Januari -Maret 2009 volume impor 203 ribu ton dengan nilai US$ 577 juta, dan Januari Maret 2010 tercatat volume impor 235 ribu ton senilai nilai US$ 622 juta.Saut menjelaskan, meningkatnya permintaan produk perikanan ke Eropa menyusul diterbitkannya aturan Komisi Eropa No 219 Tahun 2010 yang mencabut Waji Uji Logam Berat atas produk tuna dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan meningkatnya impor, kata Saut dipicu berlakunya perjanjian perdagangan bebas antara Asean-Tingkok, serta antarnegara anggota Asean. Impor hasil perikanan Januari hingga Maret 2010 naik 32% dibandingkan Januari-Maret 2009 yakni dari US$ 58 juta menjadi US$ 77 juta, atau naik 13% dari total ekspor.Sejumlah produk perikanan seperti udang, kakap merah, tuna, cattle tish (octopus, cumi-cumi masih menjadi primadona."Khusus udang produksi kita masih terbatas meski permintaan Eropa tinggi. Produksi patin kita tinggi, tapi harga kalah bersaing dengan Vietnam," kata Saut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat API&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saut Parulian menjelaskan, pengetatan pengawasan juga mengatur persyaratan bagi importir. Persyaratan itu meliputi, Angka Pengenal Impor (API) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemen-dag). Jika impor untuk keperluan ba-han baku industri, maka importir ha-rus memiliki API-P (produsen). Importir merupakan unit pengolahan ikan (UPI) yang menerapkan sistem jaminan mutu (HACCP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika impor untuk keperluan distribusi harus memiliki API-U (umum). Selain itu, produk impor harus memenuhi standar mutu yang ditetapkan SNI, disertai sertifikat kesehatan, surat keterangan asal (certificate of origin) dari negara penghasil, memenuhi aturan pelabelan (proper labeling) dan maksimal penggelasan (glazing/soaking) produk 20%, dan harus masuk melalui pelabuhan yang ditentukan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penguatan pengawasan ekspor impor perikanan agar misi Indonesia mengembangkan industri pengolahan bisa terwujud," kata Saut Nanang menambahkan, kondisi yang membaik memacu pelaku industri meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan pasar ekspor."Permintaan produk perikanan di luar negeri nyaris tanpa batas, seperti Iran dan Tingkok," kata Dirut PT Fishindo Lintas Samudera itu. Qjr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-3840028846987452159?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/3840028846987452159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=3840028846987452159&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3840028846987452159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3840028846987452159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/perketat-pengawasan-ekspor-dan-impor.html' title='Perketat Pengawasan Ekspor dan Impor'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-8765346864100765434</id><published>2010-06-24T07:00:00.001+07:00</published><updated>2010-06-24T07:00:14.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>FAO To Assist Development Of Fisheries Sector</title><content type='html'>&lt;div class="snippet"&gt;SRI LANKA - The United Nations' Food and Agriculture Organisation (FAO) has said that it will support the Sri Lankan government to develop its fisheries sector. &lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.fao.org/"&gt;&lt;img align="right" alt="FAO" border="0" height="63" src="http://www.thefishsite.com/fishnews/contents/faologo.gif" style="margin-left: 6px;" title="FAO" width="65" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;FAO South Asian Region Director Patric T. Evans had told Fisheries and Aquatic Resources Minister Dr Rajitha Senaratna that the FAO will assist Sri Lanka to increase its fish productivity through technical assistance and financial aid, reports Sri Lanka's &lt;i&gt;Daily News&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr Evans said this to the Minister after a discussion held between them at the Fisheries and Aquatic Resources Ministry in Colombo. Dr Senaratna said Agriculture and fisheries will be key sectors to be developed to reach the level of being a self-sufficient country. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said a fish production of 339,730 metric tonnes was made in 2009, and the government will increase it by 10 per cent in the next five years. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We have implemented many programmes to develop fisheries in the North and East after the end of terrorism," he said. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Government will provide fishing gears, houses for fisher families and modern technology, the Minister said.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; The Fish Site &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-8765346864100765434?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/8765346864100765434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=8765346864100765434&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8765346864100765434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8765346864100765434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/fao-to-assist-development-of-fisheries.html' title='FAO To Assist Development Of Fisheries Sector'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-4050227760326765155</id><published>2010-06-23T18:32:00.000+07:00</published><updated>2010-06-23T18:32:10.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Pemerintah Kembangkan 5 Kawasan Ekonomi Khusus</title><content type='html'>Pemerintah menargetkan pengembangan lima kawasan ekonomi khusus (KEK) pada 2014. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, kelima KEK ini di luar kawasan yang sudah dikembangkan, seperti Batam, Bintan, dan Karimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah tengah mengevaluasi kelima KEK ini termasuk menetapkan strategi pengembangan, desain utama, dan kerangka kerja pengembangannya," kata Hatta usai rapat koordinasi (rakor) yang membahas KEK di Gedung Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Selasa (22/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta menjelaskan, pengembangan ekonomi wilayah dibagi ke dalam koridor-koridor ekonomi. Di dalam koridor ekonomi ini, kata dia, terdapat KEK yang terbagi menjadi cluster-cluster. "Jadi, kalau kami mengatakan KEK Papua, ada cluster-cluster seperti Papua Barat, Merauke, dan Biak. Ini akan kami dorong menjadi daerah yang tumbuh pesat" papar dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta menyebutkan, 48 kabupaten/kota sudah mengajukan kawasan di wilayahnya menjadi KEK, namun semuanya tidak memenuhi persyaratan. Dia menambahkan, basis pengembangan KEK meliputi beberapa sektor, seperti kelautan, sawit, pertanian, mineral,batubara, dan petrokimia. "Indonesia timur seperti Papua bisa kami tetapkan untuk pengembangan energi dan pangan, Jawa bisa untuk manufaktur, dan Sumatera bisa untuk oil chemical dan mineral," jelas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tawaran Menperin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat terpisah, Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengungkapkan, pihaknya telah menawarkan beberapa kawasan untuk menjadi KEK. "Saya sudah menawarkan wilayah sesuai kluster yang telah diluncurkan Kementerian Perindustrian, seperti Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Merauke, dan Jawa Barat di kawasan Pantai Utara," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kata Hidayat, pemerintah membentuk tim kecil khusus untuk penetapan KEK. "Tim ini akan membahas komitmen pemerintah daerah, kebijakan fiskal dan nonfiskal, serta infrastruktur dasar di wilayah KEK," jelas dia. Selain itu, pemerintah berkomitmen menyelesaikan polemik pembebasan lahan antara Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan pemerintah daerah untuk memuluskan pembentukan KEK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum mengumumkan penetapan KEK, pertikaian kebijakan antara pemda dan Kemenhut terkait pembebasan lahan harus diselesaikan," tegas Hidayat. Di sisi lain. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Irawan Wirjawan mengatakan, pembangunan infrastruktur harus segera direalisasikan untuk menyukseskan KEK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk menarik investasi dibutuhkan infrastruktur, selain itu KEK harus menyasar kawasan Timur Indonesia untuk pemerataan pembangunan," imbuh dia. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengalokasikan dana sebesar Rp 200 miliar pada 2011 untuk membangun 28 KEK perikanan atau minapolitan. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menilai, pemerintah harus memikirkan jenis komoditas yang bakal diunggulkan dalam KEK agar kegagalan membangun Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) tidak terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Fadel, Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana membangun 48 titik minapolitan di 14 provinsi pada tahun ini. Minapolitan merupakan pembangunan industri perikanan yang berkelanjutan untuk industri rakyat. "Arti kata dasar minapolitan itu adalah mina untuk ikan dan politan untuk .kota. Pemikirannya sederhana, minapolitan atau kota, yang ekonominya berbasis ikan," kata Fadel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin bidang UM KM dan Koperasi Sandiaga S Uno mengatakan, pembentukan KEK berbasis kawasan kluster adalah langkah tepat Hal ini akan mempermudah koordinasi, penetapan regulasi, pengadaan pasokan, tenaga kerja, dan infrastruktur, serta pemasaran. "Di sektor UKM, sistem kluster dengan one village one product (OVOP) terbukti bagus. Saya kira yang terpenting KEK harus otonomi dan mandiri dalam satu kendali gerak sehingga bisa meningkatkan daya saing," tutur dia. (ef)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-4050227760326765155?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/4050227760326765155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=4050227760326765155&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4050227760326765155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4050227760326765155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/pemerintah-kembangkan-5-kawasan-ekonomi.html' title='Pemerintah Kembangkan 5 Kawasan Ekonomi Khusus'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-6898019451595557914</id><published>2010-06-23T16:32:00.000+07:00</published><updated>2010-06-23T16:32:05.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Fish Central sets up shop</title><content type='html'>JACKSONVILLE — Formerly an Arlington-based pet fish supplier, Fish Central Importers LLC. has moved its operation into the old Galaxy Boatworks building in south Jacksonville. Fish Central Co-owner Lacey Perry said the business was brought to Jacksonville to bring it closer to home and to the East Texas area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jacksonville is a good town to do this in,” Perry said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She added the facility’s location in Jacksonville will allow area schools to frequent the spot on field trips. In addition, a great deal of fuel will be purchased in Jacksonville because delivery trucks will constantly set out from and arrive at the location.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“We’ve worked very closely with the Jacksonville Economic Development Corporation in regards to bringing this here,” Perry also said. “Everyone has been open to us and welcoming.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jacksonville Economic Development Corporation President Darrel Prcin said aside from the 20-40 people Fish Central will likely hire over the upcoming months, other benefits will be given to the city at large.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“They’ll be occupying the old Galaxy Boatworks building, which was shut down a few years ago,” Prcin said. “At some point when they’re up and running they’ll also be offering tours.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prcin said because it’s taking over an old building visible along U.S. Highway 69, a good sign is important for both Fish Central and Jacksonville.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A private owner of Fish Central who wished to remain anonymous said as an import and export company of fish all around the world, Fish Central will bring in fish and disperse them to local pet stores from Jacksonville to outlying states such as New Mexico and Kansas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said one reason Jacksonville was chosen was because it provides ease of distribution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“We can leave here and go anywhere we want,” he said. “It’s probably one of the easiest places to get out of; you’ve got U.S. Highway 175 and Interstate 20.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This week employees will work to bring the four-building, 56,000 square foot facility fully online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The private owner said this includes an amount of piping measured not in yards, but in miles. He said he couldn’t begin to guess the total distance of the water pipes purchased from Heath and Heath Hardware in Jacksonville.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a wholesale distributor of nearly any type of fish known to man, he said Fish Central receives its fish from places like Singapore, Malaysia and Hong Kong. It will also host about 16 tons of live rock for coral farms, rather than collecting coral from the ocean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The private owner said the facility could be ready for business by June 28, with fish beginning to arrive by Tuesday or Wednesday to call Jacksonville’s water home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I’m surprised at how good Jacksonville’s water is,” he added. “We were pleasantly surprised at the welcome we got from Jacksonville and its people.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fish Central, which will sell pet fish to businesses such as Walmart and pet stores, was the focus of a recent JEDCO meeting in May. The JEDCO board agreed to give Fish Central $25,000 for relocation and cleanup from its Arlington location and $3,500 for each employee up to 40 employees for positions filled and maintained during the first two years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Jackson Ville Progess&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-6898019451595557914?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/6898019451595557914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=6898019451595557914&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6898019451595557914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6898019451595557914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/fish-central-sets-up-shop.html' title='Fish Central sets up shop'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-6979248850928787397</id><published>2010-06-23T10:32:00.000+07:00</published><updated>2010-06-23T10:32:21.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Kabupaten Gorontalo Utara Siapkan SDM Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Melalui Pelatihan Budidaya Rumput Laut Bersama Balai Diklat Perikanan Aertembaga-Bitung</title><content type='html'>Rumput laut merupakan salah satu komoditi yang termasuk dalam mata dagang internasional dan menjadi produk andalan/unggulan dalam jajaran komoditi perikanan. Dari bahan mentah rumput laut dapat dikembangkan ratusan jenis produk yang dimanfaatkan dalam berbagai bidang antara lain industri makanan, farmasi, kedokteran, kosmetika, kertas dan lain-lain. Budidaya rumput laut memiliki peranan penting dalam usaha meningkatkan produksi perikanan. Upaya meningkatkan produksi rumput laut dapat ditempuh melalui usaha budidaya dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relatif sederhana dan biaya produksi yang murah, sehingga budidaya rumput laut merupakan salah satu sumberdaya yang berbasis keunggulan komporatif untuk menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang garis pantai 320 km membuat kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo sebagai daerah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan rumput laut yaitu sekitar 3.840 hektar yang termanfaatkan baru sekitar 256 hektar. Peluang rumput laut Eucheuma cottonii untuk dikembangkan di wilayah perairan Indonesia khususnya di kabupaten Gorontalo Utara begitu besar sehingga rumput laut menjadi salah satu program unggulan untuk pengembangan daerah minapolitan serta mempercepat program daerah "Gerbang Emas" (Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat) yang santer digaungkan oleh pemerintah Gorontalo Utara yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya di kabupaten ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Keputusan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga Nomor : 27/BPPP-BTG/DL.210/Kpts/V/2010 tanggal 19 Mei 2010 tentang penyelenggaraan Pelatihan Budidaya Rumput Laut Bagi Masyarakat Pembudidaya di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pembudidaya agar mampu dan terampil mengelola usaha budaidaya rumput laut. kabupaten Gorontalo Utara sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Gorontalo merupakan wilayah/kawasan yang termasuk dalam wilayah kerja Balai Diklat Perikanan Aertembaga-Bitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan ini berlangsung selama 7 (tujuh) hari kalender yaitu mulai tanggal 8 s/d 14 Juni 2010 bertempat di Desa Tolongio Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara, dengan jumlah peserta sebanyak 30 (tiga puluh) orang yang bergelut di bidang usaha buddidaya rumput laut Eucheuma cottnii, yang berasal dari 2 kecamatan yaitu : Kecamatan Kwandang (Desa Ponelo) dan Kecamatan Anggrek (Desa Tolongio, Popalo dan Ilangata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutan pembukaanya Sekretari Daerah Kabupaten Gorontalo Utara (Ir.H.Ismail Patamani) yang didampingi oleh Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga (Pola S.T Panjaitan, A.Pi,MM) mengatakan bahwa sungguh beruntung Kabupaten Gorontalo Utara menjadi sasaran kegiatan ini, untuk itu para pembudidaya diharapkan dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan secara serius mengikuti kegiatan pelatihan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan dalam usaha mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum pelatihan disusn berdasarkan kompetensi kerja calon peserta pelatihan, dengan jumlah jan berlatih 54 jam @ 45 menit. Materi yang disampaikan terdiri dari teori 30% dan praktek 70%. Materi yang diberikan antara lain : Penentuan Lokasi usaha budidaya rumput laut dan mengukur beberapa parameter kualitas air (suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus dan kedalaman perairan); Pembuatan Sarana Budidaya Rumput Laut; Morfologi dan Biologi Rumput Laut; Pemeliharaan Rumput Laut; Pemanenan dan Penanganan Pasca Panen; Analisa Usaha Budidaya Rumput Laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh peserta sanagn antusias dalam mengikuti kegiatan ini baik teori maupun praktek dan selama proses belajar mengajar banyak terjadi pertukaran informasi dan bagi pengalaman baik antara peserta dengan fasilitator maupun antara peserta dengan peserta. Dalam kegiatan ini peserta membuat wadah budidaya dengan ukuran 100 m x 50 m dengan 30 tali ris dan menggunakan 1000 kg bibit ini telah disepakati bersama akan dikelola oleh beberapa orang purna widya dan seluruh pesertabisa memanfaatkannya dengan harga yang disepakati bersama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya pada acara penutupan, Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga mengharapkan kiranya kreativitas para peserta bisa tumbuh setelah selesai mengikuti kegiatan pelatihan ini, agar usaha budidaya rumput laut yang mereka geluti bisa semakin berkembang dan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produksi nasional komoditi rumput laut pada khususnya, serta melalui pelatihan ini diharapkan SDM Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Gorontalo Utara siap dalam melaksanakan program pengembangan kawasan minapolitan di wilayahnya. Selanjutnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gorontalo Utara (Dede Soelaeman,A.Pi,M.Si) mengatakan dalam sambutannya sekaligus menutup kegiatan pelatihan ini bahwa diharapkan para pembudidaya rumput laut bisa menjadi penyumbang dalam mendukung visi Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan terbesar pada tahun 2015 dan kiranya ilmu yang didapat bisa juga ditularkan kepada orang lain yang tidak sempat mengikuti kegiatan ini. Disampaikan juga bahwa harga rumput laut di Kabupaten Gorontalo Utara cukup baik dalam pengembangan usaha budidaya rumput laut kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber &lt;/b&gt;:Humas BPPP Aertembaga-Bitung&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-6979248850928787397?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/6979248850928787397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=6979248850928787397&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6979248850928787397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6979248850928787397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/kabupaten-gorontalo-utara-siapkan-sdm.html' title='Kabupaten Gorontalo Utara Siapkan SDM Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Melalui Pelatihan Budidaya Rumput Laut Bersama Balai Diklat Perikanan Aertembaga-Bitung'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-1916218269062384225</id><published>2010-06-22T19:09:00.000+07:00</published><updated>2010-06-22T19:09:30.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Eksplorasi Laut Sulut</title><content type='html'>Kapal riset Amerika Serikat (AS) dari National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA) Okeanos Explorer memasuki wilayah perairan Indonesia. Dijadwalkan bersama kapal Republik Indonesia dari BPPT, Baruna Jaya IV, melakukan eksplorasi kolaboratif di laut dalam perairan Sangihe-Talaud, Sulawesi Utara selama sekitar dua bulan, terhitung mulai kemarin. Kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk kerjasama kemitraan jangka panjang RI - AS untuk bersama memajukan ilmiah kelautan, teknologi, dan pendidikan, yang penting bagi ekonomi dan lingkungan bagi kehidupan di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mulai dari ekspedisi berkolaboratif yang untuk kali pertama dilakukan oleh Okeanos Explorer dan yang pada ekspedisi internasionalnya yang pertama ini akan bersama-sama mengeksplorasi wilayah laut dalam yang belum pernah disibak kerahasiaannya, serta yang akan mengirimkan dari kapal, dengan waktu tunda dalam hitungan real lime," kata Gelwynn, kepala Badan Riset Kementerian Kelautan dan Perikanan kemarin, (nel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Sumber :&lt;/b&gt; Indo Pos &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-1916218269062384225?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/1916218269062384225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=1916218269062384225&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1916218269062384225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1916218269062384225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/eksplorasi-laut-sulut.html' title='Eksplorasi Laut Sulut'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-1196589266406454018</id><published>2010-06-22T13:22:00.000+07:00</published><updated>2010-06-22T13:22:31.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Sinergi untuk Keberlanjutan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan di Perairan Umum Daratan (PUD)</title><content type='html'>Istilah Perairan Umum Daratan pertama kali disepakati dalam Round Table Forum Perairan Umum Indonesia ke-2 tahun 2005 di Palembang yang dihadiri oleh birokrat, pakar dan peneliti pusat dan daerah.&amp;nbsp; Istilah ini digunakan untuk mengganti istilah perairan umum, perairan darat dan perairan tawar yang status kepemilikannya dikuasai negara.&amp;nbsp; Perairan umum daratan (PUD) Indonesia yang meliputi danau, waduk, sungai, rawa dan genangan air lainnya, memiliki luas sekitar 54 juta ha.&amp;nbsp; Luasan ini menempatkan posisi PUD Indonesia paling luas di negara asia setelah China (Kementerian Negara Lingkungan Hidup, 2004).&amp;nbsp; Demikian disampaikan Dirjen Perikanan Tangkap Dr. Ir. Dedy H Sutisna, MS saat membuka Forum Koordinasi Pengelolaan Perikanan Tangkap Perairan Umum Daratan ke-1 (FODILAPETA PUD I) di Bogor 21 Juni 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dikemukakan bahwa berdasarkan hasil penelitian dari Pusat Riset Perikanan Tangkap tahun 2005 (belum dilegalformalkan), total potensi produksi perikanan PUD Indonesia mencapai 3,035 juta ton/tahun yang terdiri dari 2,868 juta ton/tahun dari perairan sungai dan rawa banjiran, 158.000 ton/tahun dari danau dan 9.000 ton/tahun&amp;nbsp; dari waduk.&amp;nbsp; Sementara itu berdasarkan data statistik perikanan tangkap, volume produksi perikanan tangkap di PUD tahun 2008 mencapai 494.395 ton dengan nilai sebesar 5,013 triliun rupiah.&amp;nbsp; Volume produksi dan nilai produksi perikanan tangkap di PUD tersebut, masing-masing memberikan sumbangsih sebesar 9,51% dan 5,60% dari total volume produksi dan nilai produksi perikanan tangkap.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan perikanan tangkap di PUD memberikan peranan penting dalam hal : (a) sumber protein dan ketahanan pangan, (b) sumber lapangan kerja, dan (c) sumber pendapatan daerah.&amp;nbsp; Sejauh ini, menurut Dr. Ir. Dedy H Sutisna MS, berdasarkan data statistik perikanan tangkap tahun 2008, perikanan tangkap di PUD telah memberikan sumbangan sebesar 494.395 ton dalam penyediaan ikan untuk konsumsi maupun ekspor, dan sebanyak 496.499 orang (nelayan) terlibat dalam penyerapan tenaga kerja perikanan tangkap.&amp;nbsp; Selanjutnya, Dirjen Perikanan Tangkap,&amp;nbsp; mengemukakan bahwa dalam kerangka pembangunan ekonomi daerah, perikanan tangkap di PUD memberikan kontribusi yang sangat penting.&amp;nbsp; Dicontohkan, Perairan Lebak Lebung di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, telah lebih dari 60 tahun berperan sebagai sumber pendapatan untuk pemerintah daerah melalui mekanisme lelang pemanfaatan perairan yang diselenggarakan secara berkala setiap tahun. Nilai hasil lelang ini terus meningkat dari tahun ke tahun.&amp;nbsp; Pada tahun 1987-1990 nilainya berkisar antara 290,8-316,5 juta rupiah (Nasution et al, 1993) dan pada periode tahun 2000-2004 telah mencapai kisaran 2,5-4,4 milyar rupiah (Dinas Pendapatan Daerah OKI, 2000-2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dalam perpesktif plasma nutfah dan genetik, PUD Indonesia memiliki keanekaragaman jenis ikan yang tinggi, sehingga tercatat sebagai salah satu perairan dengan “mega biodiversity” di dunia.&amp;nbsp; Komisi Nasional Plasma Nutfah Indonesia melaporkan bahwa PUD Indonesia mengandung kekayaan plasma nutfah ikan yang jenisnya sangat banyak, mencapai 25% dari jumlah jenis ikan yang ada di dunia.&amp;nbsp; Dan menurut FAO terdapat sekitar 2.000 jenis ikan.&amp;nbsp; Tambahan pula, beberapa PUD di Indonesia menjadi obyek wisata alam yang menarik dan mendunia seperti Taman Nasional Danau Sentarum.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam forum yang dihadiri oleh Kementerian PU, Kementerian Lingkungan Hidup, para Eselon II dan III lingkup KKP, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi seluruh Indonesia, Dirjen Perikanan Tangkap mengemukakan pentingnya membangun sinergi lintas sektor dalam pengelolaan sumberdaya ikan di PUD.&amp;nbsp; Hal ini cukup beralasan sebab selama ini PUD dimanfaatkan oleh multi sektor, sehingga dampak dari kegiatan sektor lain bisa memberikan gangguan terhadap habitat dan kelestarian sumberdaya ikan.&amp;nbsp; Akhirnya, forum ini memiliki nilai strategis sebagai jalan pembuka untuk membangun sinergi dimaksud, pungkas Dirjen Perikanan Tangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Dirjen Perikanan Tangkap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-1196589266406454018?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/1196589266406454018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=1196589266406454018&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1196589266406454018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1196589266406454018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/sinergi-untuk-keberlanjutan-pemanfaatan.html' title='Sinergi untuk Keberlanjutan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan di Perairan Umum Daratan (PUD)'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-4540658993895483402</id><published>2010-06-21T19:21:00.000+07:00</published><updated>2010-06-21T19:21:32.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Mari Makan Ikan Lele</title><content type='html'>Ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh orang tua di Indonesia untuk mengenalkan ikan sebagai makanan terbaik untuk anak. Kandungan protein tinggi yang terdapat dalam ikan, bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus mengenalkan ikan sejak dini kepada anak kita supaya mereka senang mengonsumsi ikan karena sumber protein yang dibutuhkan tubuh, khususnya otak. Pola berpikir kita harus diubah, bahwa ikan adalah makanan terbaik," kata Ani Yudhoyono, saat membuka Festival Raya Lele Nusantara, di Jakarta, Sabtu (19/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itulah, Ibu Negara berjanji untuk mengajarkan cucunya yang baru semata wayang, Almira Tunggadewi Yudhoyono, untuk gemar makan ikan, khususnya lele, sejak dini "Saya punya cucu satu. Nanti sejak dini akan saya ajarkan gemar makan ikan lele. Tapi,nanti kalau usianya sudah mulai lima tahun," kata Ny .Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian ilmiah membuktikan, ikan memiliki protein yang lebih tinggi ketimbang makanan lain. Sebagai gambaran, ikan bandeng memilki kandungan protein sebesar 21,7 persen, ikan lele 17 persen dan ikan mas 16 persen. "Tidak heran, kenapa orang Jepang terkenal cerdas, karena mereka senang mengonsumsi ikan sejak balita," kata Ibu Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi di negeri Sakura tersebut, berbanding terbalik dengan Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, masyarakat Indonesia termasuk yang paling rendah mengonsumsi ikan. Itu sangat ironis, jika melihat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. "Dengan kondisi geografis seperti ini, seharusnya masyarakat Indonesia Iebih banyak lagi mengonsumsi hasil laut, terutama ikan yang banyak proteinnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Negara memaklumi, bisa jadi belum banyaknya warga Indonesia makan ikan disebabkan karena ikan laut identik dengan harga yang mahal. Namun, itu bukan alasan untuk tidak mengonsumsi ikan. "Ikan air tawar pun tidak kalah enak dan murah. Ada ratusan jenis ikan air tawar yang layak untuk dikonsumsi, karena kita punya banyak sungai dan lainnya. Kita harus syukuri, bahwa kita dikasih Tuhan kekayaan alam yang luar biasa, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya, kata Ibu Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang sama, Menteri kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad mengatakan, rata rata konsumsi ikan masyarakat Indonesia pada tahun lalu sekitar 10 kilogram per kepala. Itu masih jauh tertinggal dengan Malaysia yang masyarakatnya mengonsumsi Ikan sekitar 55,5 kg/kepala. "Adapun Jepang lebih tinggi lagi, sekitar 140 kg. kepala," kata Fadel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadel menegaskan, pihaknya menargetkan produksi ikan Iele sekitar 1 juta ton pada 2015 itu&amp;nbsp; paten ketimbang produksi tahun ini yang mencapai "ton. "Budidaya ikan lele dapat diusaha kan dalam drum atau gentong hingga dapat menjadi usaha produk.nilai gizi 1 peningkatan ketahanan pangan keluarga,* kata Fadel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dala kementerian Kelautandan Perikanan (KKP) menunjukkan, rata rata konsumsi lele tahun lalu mencapai 2,3 kg kepala. Hal itu meningkat ketimbang konsumsi tahun sebelumnya yang sekitar 0,67 kg kepala kita menargetkan produksi ikan lele sebesar KM) ton pada 014, meningkat sekitar persen ketimbang produksi tahun lalu yang mencapai M ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fadel, meskipun lele masih dianggap sebagai ikan yang kurang menarik, namun budi daya ikan lele paling banyak diusahakan oleh umum meningkat dalam beberapa tahun terakhir "Budi daya ikan lele dapaltdi usahakan dalam drum atau gentong sehingga dapat menijadi alternatif usaha perbaikan gizi atau peningkatan kebutuhan pangan keluarga." kata FadeL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Jurnal Nasional 20 Juni 2010,hal.1 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-4540658993895483402?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/4540658993895483402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=4540658993895483402&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4540658993895483402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4540658993895483402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/mari-makan-ikan-lele.html' title='Mari Makan Ikan Lele'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-8357705614445939199</id><published>2010-06-21T18:28:00.000+07:00</published><updated>2010-06-21T18:28:58.472+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Danau Sentani Dibeli dengan Satu Gelang dan Tiga Manik-Manik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TB8qZZTKrZI/AAAAAAAAATk/PLYHl6Gb8-I/s1600/benihikanku.blogspot.com---20100620200207.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TB8qZZTKrZI/AAAAAAAAATk/PLYHl6Gb8-I/s320/benihikanku.blogspot.com---20100620200207.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Asal mula Danau Sentani tentunya belum banyak yang tahu bagi masyarakat Papua terlebih bagi masyarakat asli Sentani Kabupaten Jayapura. Namun, kita akan mengetahui dari balada berdurasi kurang lebih 45 menit yang ditampilkan sanggar tari Honong pimpinan Theo Yepese pada pembukaan Festival Danau Sentani (FDS) III, Sabtu (19/6) pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa cerita terjadinya Danau Sentani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, merupakan salah satu Negara di dunia yang mempunyai beragam suku dan budaya yang berbeda beda. Tentu, dengan keanekaragaman budaya tersebut, menyimpan berjuta cerita masa lampau (sejarah) yang diwariskan secara turun-temurun, sebut saja cerita tangkuban perahu, maling kundang, candi borobudur dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua, termasuk salah satu ras di Indonesia yang paling unik dan juga memiliki jutaan cerita masa lalu, yang salah satunya adalah sejarah terjadinya Danau Sentani. Tarian Keping, yang mengisahkan rahasia awal terjadinya Danau Sentani dengan dimainkan sekitar 40 orang berkostum khas Papua itu, menguak kembali terjadinya Danau Sentani ke permukaan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TB8qeUEJa-I/AAAAAAAAAT0/1VuCZXCrfMs/s1600/benihikanku.blogspot.com---Danau_Sentani.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TB8qeUEJa-I/AAAAAAAAAT0/1VuCZXCrfMs/s320/benihikanku.blogspot.com---Danau_Sentani.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hanya dengan sebuah harta karun berupa gelang Kristal (Heba), dan tiga biji manik-manik yang dalam bahasa suku Sentani disebut dengan Hawa, Hae dan Naro. Ondofolo (Kepala Suku) Walli bersama kerabatnya Hoboy, membeli air di penguasa pegunungan Robonsolo (Sekarang Cycloop) bernama Dobonay pada masa lalu, untuk meminta air bagi rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ondoafi Wali dan Hoboi hidup di atas satu bukit yang disebut Yomokho di Kampung Donday, Sentani. Di atas bukit ini tidak ada air sebagai sumber kehidupan, maka Ondofolo bersama Hoboy naik ke Gunung Robonsolo untuk menghadap Dobonai, penguasa air dengan membawa sejumlah harta karun untuk membeli air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita berawal ketika masa lalu terjadi bencana kekeringan yang melanda seluruh daerah Sentani, dan berdampak pada kehidupan rakyat Sentani. Tak menunggu lama, Ondofolo langsung mengajak Hoboy untuk pergi membeli air keabadian (air yang tak pernah berhenti mengalir) kepada Dobonay di Gunung Robonsolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air itupun dibeli dari Dobonay, yang pada saat itu pembayarannya dilakukan kepada kedua anak Dobonay, yakni Bukunbulu dan Robonway. Meski sempat terjadi kesalahan dalam pembayaran, tetapi saat itu permasalah tersebut dapat ditengahi oleh Dobonay. Setelah mendapat air, Ondofolo Wali bersama kerabatnya pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pamit, Dobonay berpesan agar di perjalanan nanti, jika bertemu hewan jangan diburu. Sebab, jika dilanggar, akan terjadi cobaan bagi mereka berdua. Tetapi karena sifat manusia, aturan tersebut dilanggar, Ondofolo Wali dan Hoboi melupakan pesan Dobonay, justru keduanya memburu seekor hewan yakni burung Kasuari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tembakan anak panah dari Haboy berhasil mengenai sasaran, namun alangkah kagetnya kedua manusia itu, sebab burung kasuari tersebut langsung menghilang bersamaan dengan air keabadian yang dibawa oleh keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan peristiwa tersebut, datanglah sebuah air bah dan menghanyutkan semua benda-benda yang berada disekitar tempat tersebut, dan selanjutnya air bah itu membentuk telaga raksasa yang saat ini dikenal dengan Danau Sentani.&lt;br /&gt;Kejadian ini harus dibayar mahal dengan tenggelamnya anak Ondofolo Wali. Namun keteguhan dan rasa bertanggung jawab kepada rakyatnya, sang Ondofolopun sempaty meratap berlama-lama atas kematian anaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dirinya langsung mengajak seluruh rakyatnya untuk secara bersama-sama menyampaikan ucapan syakur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan pemberian telaga raksasa yang terbentang dari Nolobu (Timur) Kampung Yokiwa hingga Waibu (Barat) Kampung Doyo dan sekitarnya yang berada hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan peristiwa ini, Ondofolo Wali menyadari bahwa untuk memperoleh sesuatu yang baik harus ada pengorbanan, sekali pun itu adalah orang yang sangat dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kabar Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-8357705614445939199?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/8357705614445939199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=8357705614445939199&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8357705614445939199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8357705614445939199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/danau-sentani-dibeli-dengan-satu-gelang.html' title='Danau Sentani Dibeli dengan Satu Gelang dan Tiga Manik-Manik'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TB8qZZTKrZI/AAAAAAAAATk/PLYHl6Gb8-I/s72-c/benihikanku.blogspot.com---20100620200207.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-5442061817178654400</id><published>2010-06-21T15:27:00.000+07:00</published><updated>2010-06-21T15:27:53.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Ikan Napoleon, Napoleon Wrasse</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;(&lt;i&gt;Cheilunus undulatus&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan ini bernama napoleon atau lebih dikenal dengan Napoleon Wrasse. Ikan Napoleon (Cheilunus undulatus) adalah salah satu ikan karang besar yang hidup pada daerah tropis. Panjang ikan ini bisa mencapai 1.5 meter. Dan beberapa ikan bisa mencapai ukuran sampai 180 kg pada usia 50 tahun. Kehidupan hewan ini umumnya sama dengan ikan karang lain yang hidup secara soliter. Para penyelam biasanya menemukan ikan ini berenang sendiri pada daerah sekitar karang. Dan biasanya sangat jinak dengan para penyelam. Ikan ini biasanya biasanya tidak terusik dengan aktivitas para penyelam. Salah satu keunikan hewan ini adalah lingkar bola matanya yang dapat melihat arah sudut pandang sampai 180 derajad. Kebiasaan hidup sendiri pada kedalaman tertentu membuat hewan ini sangat dinantikan oleh para penyelam untuk melihat atau bahkan memotret hewan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan ini bernama napoleon atau lebih dikenal dengan Napoleon Wrasse. Ikan Napoleon (Cheilunus undulatus) adalah salah satu ikan karang besar yang hidup pada daerah tropis. Panjang ikan ini bisa mencapai 1.5 meter. Dan beberapa ikan bisa mencapai ukuran sampai 180 kg pada usia 50 tahun. Kehidupan hewan ini umumnya sama dengan ikan karang lain yang hidup secara soliter. Para penyelam biasanya menemukan ikan ini berenang sendiri pada daerah sekitar karang. Dan biasanya sangat jinak dengan para penyelam. Ikan ini biasanya biasanya tidak terusik dengan aktivitas para penyelam. Salah satu keunikan hewan ini adalah lingkar bola matanya yang dapat melihat arah sudut pandang sampai 180 derajad. Kebiasaan hidup sendiri pada kedalaman tertentu membuat hewan ini sangat dinantikan oleh para penyelam untuk melihat atau bahkan memotret hewan ini. Biasanya ikan berenang sendiri mencari makan didaerah dekat karang, karena makanannya yang berupa beberapa jenis sea urchin, molusca dan crustacean memang banyak berada pada daerah sekitar karang. Ikan ini mempunyai pola reproduksi yang hermaphrodite. Biasanya ikan ini lahir sebagai hewan jantan dan akan berubah menjadi betina saat menjelang dewasa. Sehingga kadang ditemukan dominasi jantan pada satu populasi ikan kecil sampai ukuran sedang dan akan berubah menjadi dominasi populasi betina saat mendekati matang gonad. Ini memang fenomena unik dialam yang merupakan salah satu strategi sebagian besar hewan laut utntuk mempertahankan kehidupan populasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKeqBiAsI/AAAAAAAAASE/qz3iP_eiPBQ/s1600/benihikanku.blogspot.com---napoleon1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKeqBiAsI/AAAAAAAAASE/qz3iP_eiPBQ/s320/benihikanku.blogspot.com---napoleon1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini sangat kurang penelitian yang mengungkap pola adaptasi yang bisa dikembangkan oleh ikan yang satu ini yang jelas bahwa sampai saat ini populasi hewan ini sangat kecil dan merupakan salah satu ikan yang sangat dilindungi. Populasi ikan ini biasanya didapatkan pada daerah-daerah yang jauh dari kegiatan pengeboman karena dari beberapa pengalaman para penyelam, mengatakan bahwa ikan napoleon akan sangat jarang ditemukan pada daerah dengan kondisi karang yang sudah rusak akibat pengeboman dan atau daerah yang banyak menggunakan potassium sianida. Ini menggambarkan bahwa keberadaan ikan ini sangat tergantung pada ekosistem yang terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKhHc4G7I/AAAAAAAAASM/6MFQAbRzsro/s1600/benihikanku.blogspot.com---napoleon2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKhHc4G7I/AAAAAAAAASM/6MFQAbRzsro/s320/benihikanku.blogspot.com---napoleon2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mahalnya perdagangan ikan ini merupakan salah satu penyebab populasi ikan ini sangat jauh berkurang dialam. Warna daging yang putih lembut dengan rasa yang sangat lezat, membuat ikan ini semakin diburu. Beberapa Negara yang dicatat sebagai pengimpor ikan ini adalah Singapura, Cina, Hongkong dan Jepang. Juga pernah dicatat beberapa pesanan berasal dari Canada, Amerika dan beberapa nagara di Eropa. Walau dilakukan dengan tidak resmi, sampai sekarang masih didapatkan beberapa kasus penyeludupan hewan ini keluar dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKkgpPFyI/AAAAAAAAASU/CRe7cFJ9COU/s1600/benihikanku.blogspot.com---napoleon3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKkgpPFyI/AAAAAAAAASU/CRe7cFJ9COU/s320/benihikanku.blogspot.com---napoleon3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ikan ini merupakan salah satu ikan yang sangat dilindungi dan dilarang perdagangannya saat ini. Oleh International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), ditetapkan ikan Napoleon sebagai salah satu ikan yang dilindungi di dunia karena ikan ini telah langka dan terancam populasinya dialam. Pada COP 13 CITES di Bangkok, Thailand pada tanggal 2 – 14 Oktober 2004 negara-negara anggota CITES telah menyepakati untuk memasukan jenis ikan ini kedalam Appendiks II CITES dan selanjutnya dalam pemanfaatannya harus sesuai dengan ketentuan CITES, karena Indonesia merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi CITES sesuai Keputusan Presiden Nomor : 43 Tahun 1978 tentang Pengesahan Convention on International Trade In Endangered Species (CITES) of Wild Fauna and Flora. Dimana pengaturannya di Indonesia dilaksanakan oleh Departemen Kehutanan c.q. Dirjen PHKA selaku otoritas pengelola CITES. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka pemanfaatan Ikan Napoleon Wrasse (Cheilinus undulatus) yang tidak dilindungi undang-undang dan termasuk dalam Appendiks II CITES dalam penatausahaannya diatur sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar, yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SumberDaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Pemerintah Nomor : 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk dibeberapa perairan Indonesia, kita dapat menemukan ikan ini hidup disekitar daerah sekiatar Irian (raja empat dan sekitarnya) , perairan Sulawesi tenggara (kabupaten Buton, Perairan Wakatobi dan sekitarnya) , Periaran Sulawesi Utara (Bunaken dan sekitarnya), Perairan Nusa Tenggara (Sikka dan sekitarnya), perairan Sulawesi selatan (Takabonerate dan sekitarnya), Perairan Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian karena maraknya pengiriman secara illegal ikan ini ke Singapura, membuat ikan ini telah mulai langka dan sangat sulit untuk ditemukan. Walaupun dicanangkan sebagai salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia, tidak menyusutkan niat beberapa pencari dan pedagang ikan untuk menjual ikan ini. Bahkan dengan dilindunginya ikan ini membuat harganya semakin mahal dan semakin menantang mereka untuk menangkap dan menjualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKmuMJUAI/AAAAAAAAASc/LcPDPfOhJ4Y/s1600/benihikanku.blogspot.com---napoleon4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="139" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKmuMJUAI/AAAAAAAAASc/LcPDPfOhJ4Y/s320/benihikanku.blogspot.com---napoleon4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan jika keberadaan ikan ini akan musnah dari parairan Indonesia. Sebagai salah satu hewan yang mempunyai bentuk yang cantik, anggun, gemulai dan bersahabat dialam, menjadikan ikan ini sangat dekat dengan beberapa penyelam. Keberadaan ikan ini dibeberapa daerah penyelaman menjadikan pengalaman tersendiri yang tak terlupakan bagi para penyelam. Bahkan dibeberapa Negara ada yang menawarkan paket berenang dengan hanya untuk menyaksikan keberadaan beberapa jenis ikan ini dialam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan investasi alam yang sangat berharga untuk jangka panjang. Sebagian besar masyarakat kita tidak mengerti akan keberadaan hewan ini bahkan ironisnya dibeberapa tempat, ikan ini diburu untuk disantap menjadi makanan keseharian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimnya kesadaran akan beberapa jenis hewan yang semakin berkurang dialam menjadikan mereka seakan tidak perduli dengan hewan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu akan sangat diharapkan peran dari semua pihak untuk bersama-sama menjaga keberadaan hewan dan ikan-ikan yang dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sangat mengharapkan peran pemerintah untuk lebih tegas dalam mengawasi dan melarang perdagangan hewan ini, pertisipasi semua pihak untuk menjaga keberadaan ikan ini dialam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan sangat indah bagi kita jika saat melakukan perjalanan kedaerah-daerah pantai dekat karang menyaksikan ikan ini berenang dengan gemulai dan indah atau suatu saat anda mempunyai kesempatan untuk snorkling atau diving didaerah sekitar karang menemukan ikan ini berenang bebas bersama anda karena sifat yang bersahabat dari ikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak memburunya dialam dan membiarkannya tetap hidup dan berkembang biak dialam kita sudah berperan sangat besar dalam menjaga ikan ini. Kita tidak akan berharapa kalau ikan ini hanya tertempel didinding sebagai suatu gambar atau poster yang dengan catatan “Ikan ini Pernah ada diperaiarn Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKpSkUcDI/AAAAAAAAASk/X7orrY4h1Qw/s1600/benihikanku.blogspot.com---napoleon5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKpSkUcDI/AAAAAAAAASk/X7orrY4h1Qw/s320/benihikanku.blogspot.com---napoleon5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Akan sangat mungkin untuk melakukan upaya restoking bagi beberapa hewan dan ikan seperti Napoleon dialam. Tentunya peluang untuk membuat tempat perkembangbiakan ikan ini pada suatu kawasan bahkan tempat tertentu merupakan salah satu jalan keluar yang mungkin dapat dilakukan. Tentunya dengan kepedualian dan perhatian dari berbagai pihak terutama pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan satu ini kurang dikenal di negeri kita. Padahal di Hongkong, ia merupakan makanan begitu bergengsi, sampai-sampai para taoke harus belanja ke Indonesia. Kehidupan unik "kerajaan" ikan ini mulai terusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKsF1OJzI/AAAAAAAAASs/8lQvTuq7B44/s1600/benihikanku.blogspot.com---napoleon6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKsF1OJzI/AAAAAAAAASs/8lQvTuq7B44/s320/benihikanku.blogspot.com---napoleon6.jpg" width="292" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal ikan terumbu karang, ikan napoleon (Cheilinus undulatus) jelas bukan primadonanya. Tampangnya enggak cakep. Warnanya juga kagak terlalu menarik. Apalagi menginjak umur setengah baya badannya jadi meraksasa, sehingga orang yang belum mengenalnya bakal takut. Meskipun gerakannya lamban, kesan menyeramkan tak bisa hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di kalangan pecinta makanan ikan laut di Hongkong sana, ikan ini benar-benar sajian favorit. Kabarnya, daging mereka sangat lezat dan lembut, lalu, dia juga merupakan simbol status sosial dan ekonomi bagi penyantapnya. Menu ikan, yang di Hongkong disebut sio moy, ini biasanya dihidangkan pada acara atau peringatan khusus, umpamanya pesta ulang tahun kelahiran atau perkawinan. Permintaan tertinggi terjadi pada Hari Ibu. Syukur, barangkali itu merupakan bentuk penghargaan yang tinggi pada kaum ibu. Sajian ikan "buruk rupa" ini sering pula hadir saat ada jamuan makan dengan relasi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal harganya, jangan tanya. Sekilonya di sana mencapai AS $ 80. Padahal, para taoke belanja ke para nelayan penangkapnya di Indonesia cuma dengan harga AS $ 20, meski di tingkat nelayan harga itu sudah menggiurkan. Akibatnya, penangkapan terhadap ikan jenis ini jadi membabi buta. Kalau menangkapnya cep … pakai tangan, mungkin tak masalah. Yang celaka, mereka diburu menggunakan bom rakitan atau racun potasium sianida (NaCN). Terumbu karang tempat mereka hidup, kongko-kongko, dan mencari makan jadi hancur atau mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, para pecinta terumbu karang dan penghuninya segera teriak kencang. Pemerintah negara-negara yang wilayahnya menjadi habitat mereka segera pasang kuda-kuda. Larangan penangkapan terhadap mereka pun diberlakukan. Di antaranya oleh Filipina dan Indonesia. Kedua negara memang merupakan pemasok utama ikan napoleon untuk Hongkong. Maldivas kemudian mengikuti jejak keduanya. Tapi, sebenarnya masih ada negara lain yang "diam-diam" juga memasok ikan besar ini ke Hongkong. Di antaranya Australia, Cina, Malysia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Thailand, dan Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri larangan itu tidak cuma penangkapan, tetapi juga perdagangan mereka. Dalam SK Menteri Pertanian No. 375/Kpts/IK.250/5/95 disebutkan penangkapan cuma diizinkan Menteri Pertanian untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta pembudidayaannya. Nelayan tradisional juga diizinkan menangkap menggunakan alat dan tata cara yang tidak merusak sumber daya alam. Sedangkan dalam SK Menteri Perdagangan No. 94/Kp/V/95 dicantumkan larangan mengekspor ikan napoleon dalam keadaan hidup atau mati, bagian-bagiannya, maupun barang-barang yang terbuat dari ikan tersebut. CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) pun memasukkan ikan napoleon ini sebagai satwa yang haram diperdagangkan. Sayang, implementasinya belum seperti diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gara-gara "selir" berebut kekuasaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja kalau kerusakan terumbu karang akibat serbuan serampangan terhadap si napoleon laut ini, bikin teriak banyak pihak. Pasalnya, kalau habitatnya luluh lantak mereka bisa kehilangan tempak tinggal dan dikhawatirkan punah. Padahal, mereka susah banget dikembangbiakkan di luar kampung halaman. Kalau cuma untuk hidup, bisa saja di miniatur laut seperti yang ada di Sea World Indonesia. Di sana saat ini ada beberapa ekor ikan napoleon. Tapi untuk punya keturunan, enggak janji! Penelitian yang dilakukan para bapak dan ibu di Loka Budidaya Air Payau Situbondo misalnya, mengungkapkan peluang mereka bisa beranak pinak di kolam percobaan sangat kecil. Meski telah berhasil dipijahkan, tingkat kelulushidupan (survival rate)-nya cuma 2 –3 % (Kompas, 5 Juli 1999). Artinya, setiap 100 ekor anak napoleon yang berhasil menetas, cuma 2 – 3 ekor yang mampu bertahan hidup. Selebihnya, ya menghadap Yang Maha Kuasa tak lama setelah turun ke dunia (air). Mungkin, tempat percobaan itu memang asing di mata si ikan napoleon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung halaman mereka, dalam wilayah perairan terumbu karang Indo-Pasifik (Asia Tenggara dan Pasifik) dengan kedalamam 2 – 60 m, mereka bisa melihat pemandangan terumbu karang yang indah melambai-lambai. Mereka juga bisa bertegur sapa dengan tetangga sesama penghuni terumbu karang. Tempat favorit mereka adalah gua, celah, atau laguna di perairan terumbu karang. Sekarang bisa dimengerti, kebiasaan hidup di laut "beriman" (bersih, indah dan nyaman) menjadikan mereka stres berat bila dipaksa hidup di rantau orang. Tak terkecuali yang baru menetas. Wajar, kalau orok ikan napoleon tak banyak yang bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih siklus hidup bangsa ikan napoleon di tempat asalnya tergolong unik. Mereka termasuk dalam binatang hermaprodite protogynus. Di sini ikan napoleon jantan ada dua tipe, yakni mereka yang terlahir sebagai jantan dan tetap sebagai jantan sejati sampai akhir hayat, dan mereka yang memulai hidup sebagai betina dan dalam masa kehidupan berikutnya berubah fungsi sebagai jantan! Perubahan menjadi jantan biasanya terjadi setelah berumur 5 - 10 tahun atau berbobot badan kurang dari 10 - 15 kg. Namun, pergantian kelamin dan bagaimana perubahan kelamin terjadi masih menyimpan misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dramatis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah faktor yang diperkirakan bisa mendorong perubahan jenis kelamin tadi. Yakni hubungan antarikan napoleon jantan dan dominasi sosial, atau dalam hal lebih spesifik, ukuran tubuhnya. Jenis Cleaner wrasse (Labroides dimidiatus), yang masih saudara ikan napoleon dalam keluarga besar Wrasse (Labridae), merupakan contoh paling baik. Pada ikan jenis ini seekor jantan yang besar bisa menjadi "raja" dan menguasai sebuah harem dengan sejumlah betina, bisa sampai enam ekor. Di dalam harem ini terbentuk hirarki yang jelas di antara para selir di harem tadi. Yang berbadan paling besar boleh menjadi ratu dan menempati kedudukan tertinggi. Ikan betina ini dalam aturan mainnya mendapatkan kekuasaan sangat besar atas betina lainnya. Dialah satu-satunya yang dapat hidup di sisi sang raja.&lt;br /&gt;Sayang, setelah ditangkap nelayan, ikan napoleon ini mati. (Rye)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ratu atau betina lain menyatakan berhenti (menjadi selir), mangkat, atau berhalangan tetap, ikan betina yang berkedudukan lebih rendah berhak menggantikannya dengan naik ke jenjang sosial lebih tinggi, tanpa melalui sidang Majelis Permusyawaratan Wrasse. Sementara bila si raja lengser keprabon, betina terbesar bakal ikut bersaing dalam suatu perebutan kekuasaan melawan ikan jantan dari kampung tetangga yang akan mencoba mengambil alih kekuasaan atas wilayah dan penghuni harem. Kalau betina itu besar dan cukup agresif untuk menahan kudeta tersebut, dalam beberapa jam dia bakal bertindak sebagai raja, tetapi masih betina. Ia segera menjalankan roda pemerintahan dan beberapa hari kemudian berubah menjadi ikan jantan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjaga keutuhan rumah tangganya, ikan napoleon jantan dewasa terkenal galak. Pejantan lain jangan sekali-kali mengganggu. Begitu ada pejantan lain yang dianggap mau coba-coba main mata dengan pasangan hidupnya, sang raja segera memberi pelajaran oknum tak tahu diri itu. Kalau perlu sampai titik darah penghabisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan napoleon betina bertelur sepanjang tahun di pinggir atau bagian luar lereng terumbu karang. Proses bertelur ini terjadi dalam kelompok maupun berpasangan. Kegiatan bertelur dalam kelompok sungguh dramatis. Aktivitas itu dimulai dengan berkeliling bersama secara perlahan membentuk suatu kelompok. Saat anggota kelompok bertambah, mereka berenang lebih cepat dan lebih cepat lagi, akhirnya makin rapat membentuk kelompok besar. Pada puncak hiruk-pikuk tadi, seluruh kelompok naik ke arah permukaan laut kemudian secepat kilat berbalik arah dan meninggalkan sebuah massa telur dan sperma di belakang yang segera terbawa oleh arus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika proses bertelur dilakukan secara pasangan, yang jantan menyiapkan tempat bertelur pada seonggok karang atau batu yang menyolok. Dari sini dia menarik perhatian betina yang lewat, yang kira-kira bisa memberi harapan. Caranya, di atas calon pasangan dia bergerak ke atas dan ke bawah dan menggetarkan tubuhnya sembari berenang kembali. Kalau siap menerima pinangannya, si betina akan membalasnya dengan memberi sinyal ke ikan jantan yang meminangnya. Dengan bangga si betina melengkungkan tubuhnya membentuk huruf "S" sembari mempertontonkan perut buncitnya yang berisi telur. Mereka kemudian bertelur dalam suatu gerakan naik turun secara cepat ke permukaan. Proses bertelur ini berlangsung singkat dalam suatu hari, tergantung pada kondisi setempat. Di areal dengan arus pasang surut yang kuat, bertelur terjadi hanya setelah puncak pasang naik, keadaan yang ideal untuk memindahkan telur ke luar terumbu karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Punya banyak nama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika muda, ikan napoleon terlihat pucat dengan garis-garis vertikal lebih gelap. Begitu dewasa, warna tubuhnya menjadi hijau kebiru-biruan dengan garis-garis lebih jelas. Bibirnya menebal macam bibir Mick Jagger. Bagian atas kepalanya pun, di atas mata, menjadi benjol ke depan. Karena "ponok"nya itu, orang pun menamainya Wrasse kepala berponok (Humphead wrasse).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya memiliki garis-garis tak beraturan. Di belakang matanya terdapat dua garis pendek berwarna hitam. "Goresan" hitam ini menyerupai ornamen wajah suku Maori di Selandia Baru. Maka, ikan napoleon pun mendapat julukan lain, Maori wrasse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keluarga besar ikan terumbu karang, ikan napoleon yang berukuran paling besar. Bisa mencapai panjang lebih dari dua meter. Yang pernah dicatat, seekor ikan napoleon memiliki panjang 2,29 m dan bobotnya 191 kg. Karena ukurannya yang besar itu, orang pun menjulukinya sebagai Giant (maori) wrasse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam bebas, ikan napoleon dikenal sangat hati-hati terhadap ikan-ikan lainnya. Namun, di taman laut, dimana ikan-ikan dilindungi, mereka sering kali menjadi jinak dan dapat disentuh oleh penyelam. Umumnya, mereka hidup sendiri-sendiri. Cuma kadang-kadang mereka terlihat berenang-renang berpasangan. Paling pol, mereka berkelompok hingga empat ekor. Pada masa bertelur Maori wrasse terlihat bergerombol dalam jumlah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau siang hari ikan napoleon menjelajahi kampung halamannya yang penuh terumbu karang yang indah. Kalau malam hari beristirahat guna melepas lelah di dalam gua terumbu karang atau di bawah langkan karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sepanjang hari mereka secara tenang tapi pasti melahap ikan-ikan kecil, kerang-kerangan, bintang laut, teripang, atau cacing laut. Tulang-tulang dekat kerongkongannya (pharyngeal bones) bertindak sebagai geligi kedua yang memecahkan, menggiling, dan membantu dalam pemrosesan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa hidup mereka belum banyak diketahui orang. Namun, dipercaya mereka bisa hidup 25 tahun atau lebih. Itu kalau tidak makin banyak yang diburu. Tragisnya, nelayan tradisional kebanyakan menggunakan cara-cara terlarang, misalnya menyemprotkan potasium sianida ke tempat-tempat napoleon bersembunyi. Beberapa saat kemudian, ikan napoleon dan bakal teler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan-ikan lainnya yang saat itu berada di sekitarnya juga ikut lemas. Untuk bisa mengambil ikan napoleon, nelayan biasanya membongkar terumbu karang tempat si ikan napoleon tadi ngumpet. Inilah yang bikin terumbu karang rusak. Sesampai di kapal, mereka cepat-cepat diberi oksigen. Napoleon yang sudah meninggalkan kampung halaman ini pun segar kembali. Sebaliknya, terumbu karang tempat mereka bersembunyi luluh lantak, sehingga perlu waktu puluhan tahun untuk mengembalikan kondisinya. (I Gede Agung Yudana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;ikanmania.wordpress.com&lt;/li&gt;&lt;li&gt;maruf.wordpress.com&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-5442061817178654400?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/5442061817178654400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=5442061817178654400&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5442061817178654400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5442061817178654400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/ikan-napoleon-napoleon-wrasse.html' title='Ikan Napoleon, Napoleon Wrasse'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlKeqBiAsI/AAAAAAAAASE/qz3iP_eiPBQ/s72-c/benihikanku.blogspot.com---napoleon1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-254989734653921594</id><published>2010-06-20T19:09:00.000+07:00</published><updated>2010-06-20T19:09:27.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Ekosistem Terumbu Karang, Defenisi, Ragam dan Macam, Serta Distribusinya</title><content type='html'>&lt;b&gt;Penjelasan umum mengenai ekosistem terumbu karang (Coral Reef)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah terumbu karang tersusun atas dua kata, yaitu terumbu dan karang, yang apabila berdiri sendiri akan memiliki makna yang jauh berbeda bila kedua kata tersebut digabungkan. Istilah terumbu karang sendiri sangat jauh berbeda dengan karang terumbu, karena yang satu mengindikasikan suatu ekosistem dan kata lainnya merujuk pada suatu komunitas bentik atau yang hidup di dasar substrat. Berikut ini adalah definisi singkat dari terumbu, karang, karang terumbu, dan terumbu karang (lihat gambar 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terumbu Reef =&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Endapan masif batu kapur (limestone), terutama kalsium karbonat (CaCO3), yang utamanya dihasilkan oleh hewan karang dan biota-biota lain yang mensekresi kapur, seperti alga berkapur dan moluska. Konstruksi batu kapur biogenis yang menjadi struktur dasar suatu ekosistem pesisir.Dalam dunia navigasi laut, terumbu adalah punggungan laut yang terbentuk oleh batu karang atau pasir di dekat permukaan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Karang Coral =&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disebut juga karang batu (stony coral), yaitu hewan dari Ordo Scleractinia, yang mampu mensekresi CaCO3. Hewan karang tunggal umumnya disebut polip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Karang terumbu =&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembangun utama struktur terumbu, biasanya disebut juga sebagai karang hermatipik (hermatypic coral).&lt;br /&gt;Berbeda dengan batu karang (rock), yang merupakan benda mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terumbu karang =&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis­jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis­jenis moluska, krustasea, ekhinodermata, polikhaeta, porifera, dan tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk jenis-jenis plankton dan jenis-jenis nekton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFhLJiEzI/AAAAAAAAARc/MCaZbqxmJb8/s1600/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFhLJiEzI/AAAAAAAAARc/MCaZbqxmJb8/s400/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang1.jpg" width="357" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Gambar 1 : Ekosistem terumbu karang (Coral Reef) (atas), karang terumbu (Coral Reef) dan matriks terumbu (tengah), serta insert hewan karang (bawah)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tipe-tipe terumbu karang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bentuk dan hubungan perbatasan tumbuhnya terumbu karang dengan daratan (land masses) terdapat tiga klasifikasi tipe terumbu karang yang sampai sekarang masih secara luas dipergunakan. Ketiga tipe tersebut adalah (gambar 2):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Terumbu karang tepi (fringing reefs)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh: Bunaken (Sulawesi), P. Panaitan (Banten), Nusa Dua (Bali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Terumbu karang penghalang (barrier reefs)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.5­2 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Contoh: Great Barrier Reef (Australia), Spermonde (Sulawesi Selatan), Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Terumbu karang cincin (atolls)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau­pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. Menurut Darwin, terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan dari terumbu karang penghalang, dengan kedalaman rata-rata 45 meter. Contoh: Taka Bone Rate (Sulawesi), Maratua (Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT), Mapia (Papua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFjqAR7YI/AAAAAAAAARk/R1ULYMppQug/s1600/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="196" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFjqAR7YI/AAAAAAAAARk/R1ULYMppQug/s640/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang2.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Gambar 2 : Tipe-tipe terumbu karang (Coral Reef), yaitu terumbu karang (Coral Reef) tepi (kiri), terumbu karang (Coral Reef) penghalang (tengah), dan terumbu karang (Coral Reef) cincin (kanan).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, tidak semua terumbu karang yang ada di Indonesia bisa digolongkan ke dalam salah satu dari ketiga tipe di atas. Dengan demikian, ada satu tipe terumbu karang lagi yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Terumbu karang datar/Gosong terumbu (patch reefs)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gosong terumbu (patch reefs), terkadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal. Contoh: Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kepulauan Ujung Batu (Aceh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Distribusi Terumbu Karang (Coral Reef Distribution)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ekosistem terumbu karang dunia diperkirakan meliputi luas 600.000 km2, dengan batas sebaran di sekitar perairan dangkal laut tropis, antara 30 °LU dan 30 °LS. Terumbu karang dapat ditemukan di 109 negara di seluruh dunia, namun diduga sebagian besar dari ekosistem ini telah mengalami kerusakan atau dirusak oleh kegiatan manusia setidaknya terjadi di 93 negara. Gambar 3 memperlihatkan peta lokasi sebaran ekosistem terumbu karang di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFmK0YFAI/AAAAAAAAARs/gR_tK-pRogI/s1600/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="290" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFmK0YFAI/AAAAAAAAARs/gR_tK-pRogI/s400/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Gambar 3 : Distribusi Terumbu Karang (coral reef) Dunia&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan distribusi geografinya maka 60% dari terumbu dunia ditemukan di Samudera Hindia dan Laut Merah, 25% berada di Samudera Pasifik dan sisanya 15% terdapat di Karibia. Pembagian wilayah terumbu karang dunia yang lain dan lebih umum digunakan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Indo-Pasifik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Region Indo-Pasifik terbentang mulai dari Asia Tenggara sampai ke Polinesia dan Australia, ke bagian barat sampai ke Samudera sampai Afrika Timur. Region ini merupakan bentangan terumbu karang yang terbesar dan terkaya dalam hal jumlah spesies karang, ikan, dan moluska.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Atlantik bagian barat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Region Atlantik Barat terbentang dari Florida sampai Brazil, termasuk daerah Bermuda, Bahamas, Karibia, Belize dan Teluk Meksiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Laut Merah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Region Laut Merah, terletak di antara Afrika dengan Saudi Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terumbu karang (Coral Reef)&lt;/b&gt; adalah ekosistem khas daerah tropis dengan pusat penyebaran di wilayah Indo-Pasifik. Terbatasnya penyebaran terumbu karang di perairan tropis dan secara melintang terbentang dari wilayah selatan Jepang sampai utara Australia dikontrol oleh faktor suhu dan sirkulasi permukaan (surface circulation). Penyebaran terumbu karang secara membujur sangat dipengaruhi oleh konektivitas antar daratan yang menjadi stepping stones melintasi samudera. Kombinasi antara faktor lingkungan fisik (suhu dan sirkulasi permukaan) dengan banyaknya jumlah stepping stones yang terdapat di wilayah Indo-Pasifik diperkirakan menjadi faktor yang sangat mendukung luasnya pemencaran terumbu karang dan tingginya keanekaragaman hayati biota terumbu karang di wilayah tersebut (gambar 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFqOSI1AI/AAAAAAAAAR0/msTpEOs7iuk/s1600/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="162" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFqOSI1AI/AAAAAAAAAR0/msTpEOs7iuk/s400/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Gambar 4 : Kekayaan jenis karang, ikan, dan moluska di tiap wilayah utama terumbu karang (coral reef) Dunia&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Zonasi terumbu karang (Coral Reef Zonation)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Zonasi terumbu karang (Coral Reef Zonation) berdasarkan hubungannya dengan paparan angin terbagi menjadi dua (gambar 5), yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Windward reef (terumbu yang menghadap angin)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leeward reef (terumbu yang membelakangi angin)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFsS5h_KI/AAAAAAAAAR8/cIv2y2WZusI/s1600/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFsS5h_KI/AAAAAAAAAR8/cIv2y2WZusI/s400/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Gambar 5 : Zonasi umum terumbu karang (coral reef) terhadap paparan angin&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Windward Reef&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Windward merupakan sisi yang menghadap arah datangnya angin. Zona ini diawali oleh reef slope atau lereng terumbu yang menghadap ke arah laut lepas. Di reef slope, kehidupan karang melimpah pada kedalaman sekitar 50 meter dan umumnya didominasi oleh karang lunak. Namun, pada kedalaman sekitar 15 meter sering terdapat teras terumbu atau reef front yang memiliki kelimpahan karang keras yang cukup tinggi dan karang tumbuh dengan subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengarah ke dataran pulau atau gosong terumbu (patch reef), di bagian atas reef front terdapat penutupan alga koralin yang cukup luas di punggungan bukit terumbu tempat pengaruh gelombang yang kuat. Daerah ini disebut sebagai pematang alga atau algal ridge. Akhirnya zona windward diakhiri oleh rataan terumbu (reef flat) yang sangat dangkal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Leeward Reef&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Leeward merupakan sisi yang membelakangi arah datangnya angin. Zona ini umumnya memiliki hamparan terumbu karang yang lebih sempit daripada windward reef dan memiliki bentangan goba (lagoon) yang cukup lebar. Kedalaman goba biasanya kurang dari 50 meter, namun kondisinya kurang ideal untuk pertumbuhan karang karena kombinasi faktor gelombang dan sirkulasi air yang lemah serta sedimentasi yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;web.ipb.ac.id &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-254989734653921594?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/254989734653921594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=254989734653921594&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/254989734653921594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/254989734653921594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/ekosistem-terumbu-karang-defenisi-ragam.html' title='Ekosistem Terumbu Karang, Defenisi, Ragam dan Macam, Serta Distribusinya'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlFhLJiEzI/AAAAAAAAARc/MCaZbqxmJb8/s72-c/benihikanku.blogspot.com----terumbukarang1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-4577891989583344621</id><published>2010-06-20T12:51:00.000+07:00</published><updated>2010-06-20T12:51:42.626+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Peranan Laut untuk Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlDLIJ2jxI/AAAAAAAAARU/jfS3EHT-DIg/s1600/benihikanku.blogspot.com----laut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlDLIJ2jxI/AAAAAAAAARU/jfS3EHT-DIg/s320/benihikanku.blogspot.com----laut.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laut memiliki peranan yang sangat penting dalam mengontrol iklim di Bumi dengan memindahkan panas dari daerah ekuator menuju ke kutub. Tanpa peranan laut, maka hampir keseluruhan planet Bumi akan menjadi terlalu dingin bagi manusia untuk hidup. Laut juga merupakan sumber makanan, energi (baik yang terbarukan maupun yang tak terbarukan), dan obat-obatan. Daerah pantai juga merupakan daerah yang sangat besar peranannya bagi kehidupan manusia. Hampir 60% penduduk Bumi tinggal di daerah sekitar pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui, lebih dari 70% bagian dari planet Bumi ditutupi oleh air (dimana sebagian besarnya adalah lautan). Air laut bergerak secara terus-menerus mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran yang sangat besar yang biasa disebut sebagai global conveyor belt, bergerak dari permukaan ke dalam samudera dan kembali lagi ke permukaan. Angin, salinitas dan temperatur air laut mengontrol sabuk aliran global ini. Sabuk aliran inilah yang berperan memindahkan energi panas yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi. Pergerakan air laut mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran global memerlukan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 1000 tahun. Pergerakan ini dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. sirkulasi yang dibangkitkan oleh perbedaan densitas air laut, dimana densitas air laut bergantung pada harga temperatur dan salinitasnya. Sirkulasi ini biasa disebut sebagai sirkulasi termohalin (dari kata thermo yang berarti energi panas dan haline yang berarti garam).&lt;br /&gt;2. sirkulasi yang dibangkitkan oleh angin permukaan yang mengakibatkan adanya arus permukaan laut. Salah satu contoh dari arus yang dibangkitkan oleh angin adalah arus Gulf Stream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lautan juga berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jumlah yang sangat besar. Sekitar seperempat CO2 yang dihasilkan oleh manusia dari hasil pembakaran bahan bakar fosil diserap dan disimpan di lautan. Di beberapa bagian laut, CO2 dapat tersimpan hingga berabad-abad lamanya dan berperan sangat besar dalam mengurangi pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu pentingnya arti laut bagi kehidupan manusia, maka adalah kewajiban manusia untuk tetap menjaganya. Kemampuan laut menyerap CO2 akan berkurang jika ekosistem laut banyak mengalami kerusakan seperti rusaknya terumbu karang dan hutan bakau. Terumbu karang tak ubahnya bagaikan rumah bagi makhluk laut. Demikian juga halnya dengan hutan bakau, adalah rumah bagi makhluk2 laut yang hidup di dekat pantai. Tanpa terumbu karang dan hutan bakau, perlahan-lahan ekosistem laut akan terancam kelangsungan hidupnya sehingga sumber makanan laut yang dapat diperoleh oleh para nelayan pun akan jauh berkurang. Banyak hal telah mengakibatkan rusaknya hutan bakau dan terumbu karang antara lain pembukaan besar-besaran daerah budidaya, penangkapan ikan dengan menggunakan racun dan pencemaran lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terumbu karang dan hutan bakau telah rusak, untuk bisa merehabilitasinya diperlukan waktu yang sangat lama dan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu marilah kita sama-sama menjaga kelestarian lingkungan kita dan merawatnya dengan penuh rasa tanggungjawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt;&amp;nbsp; espere&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-4577891989583344621?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/4577891989583344621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=4577891989583344621&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4577891989583344621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4577891989583344621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/peranan-laut-untuk-kehidupan.html' title='Peranan Laut untuk Kehidupan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlDLIJ2jxI/AAAAAAAAARU/jfS3EHT-DIg/s72-c/benihikanku.blogspot.com----laut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-3322515087538343261</id><published>2010-06-19T18:17:00.000+07:00</published><updated>2010-06-19T18:17:16.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Hobi Menyelam Dan Ecotourism</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBynGx34tdI/AAAAAAAAATc/SE4mtO8-OuM/s1600/benihikanku.blogspot.com---diving.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBynGx34tdI/AAAAAAAAATc/SE4mtO8-OuM/s320/benihikanku.blogspot.com---diving.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;MENTERI Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, 57, ternyata sangat suka olahraga diving (menyelam). Hobi yang tergolong ekstrem itu bahkan sudah dilakukan sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo pada 2001 silam Divespot favoritnya adalah Teluk Tomoni, yang jadi bagian dari wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dan Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diving sekarang semakin populer di antara generasi muda dan para treveler. Keberadaan divespot di Indonesia yang sangat banyak bisa bermanfaat bagi industri pariwisata," ujar Fadel sebelum membuka Pameran Deep Indonesia 2010 di Hall B.Jakarta Convention Center, Jakarta. Pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut berakhir kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi menyelam itu sedikit banyak membantu Fadel dalam menjalankan tugas - tugasnya sebagai Menteri. Di antaranya, tercetusnya upaya untuk menggalakan Ecotourism (ecological tourism) atau pariwisata ekologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ecotourism merupakan perjalanan ataupun kunjungan ke lingkungan alam yang relativ masih asli, dilakukan secara bertanggung jawab, untuk menikmati dan menghargai alam, mendukung konservasi, serta terlibat aktif dalam sosio-ekonomi masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ecotourism sangat erat hubungannya dengan olahraga laut seperti diving" ujar pria kelahiran Ternate, Maluku, 20 Mei 1952 tersebut. Menurut dia, ada 20 tempat di Indonesia yang didorong untuk menjadi Ecotourism. Di antaranya Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Raja Ampay di Papua. Kedua tempat itu memang sangat populer di kalangan para penyelam lokal maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadel juga mengingatkan, dengan luas lautan Indonesia yang mencapai 6 juta kilometer persegi, kelestarian terumbu karang haruslah dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu saya menjabat sebagai Gubernur Gorontalo, saya mengeluarkan perda pertama soal kelestarian terumbu karang," katanya mengacu pada peraturan Daerah No 2/2006 tentang pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang di provinsi Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pun, kata Fadel, Indonesia menjadi ketua dari Coral Triangle Initiative (CTI) yang beranggotakan enam negara. Organisasi yang berpusat, di Manado itu sudah melakukan berbagai upaya penyelamatan terumbu karang, (dan angarra dian).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-3322515087538343261?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/3322515087538343261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=3322515087538343261&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3322515087538343261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3322515087538343261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/hobi-menyelam-dan-ecotourism.html' title='Hobi Menyelam Dan Ecotourism'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBynGx34tdI/AAAAAAAAATc/SE4mtO8-OuM/s72-c/benihikanku.blogspot.com---diving.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-4266670428656011871</id><published>2010-06-19T13:28:00.000+07:00</published><updated>2010-06-19T13:28:27.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Rahasia Rumput Laut</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBY1YuEQQZI/AAAAAAAAAQg/1-P5jkXQLRE/s1600/benihikanku.blogspot.com---rumput+laut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBY1YuEQQZI/AAAAAAAAAQg/1-P5jkXQLRE/s320/benihikanku.blogspot.com---rumput+laut.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Seaweed satu-satunya unit kegiatan kemahasiswaan yang berkecimpung di bidang rumput laut, khususnya di Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Kelompok studi ini mengkaji segala sesuatu yang berhubungan dengan rumput laut secara luas, baik riset maupun kewirausahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UKK Seaweed tidak hanya bergerak di lingkungan mahasiswa, tetapi juga bergerak di tataran publik. Membantu masyarakat pemerhati rumput laut, baik dalam pembudidayaan maupun pengolahan produk rumput laut, serta pertemuan-pertemuan workshop dari para peneliti rumput laut. UKK Seaweed berlokasi di Jalan Ngesrep Timur V Semarang berhasil berprestasi di bidang program Mahasiswa Wirausaha Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Kami mengajukan wirausaha produk rumput laut yaitu seaweed jelly drink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produknya tidak kalah bagusnya dari perusahaan besar, rasa dan bahan memiliki keunggulan tersendiri walaupun hanya olahan rumah tangga. UKK Seaweed juga bekerja sama dengan SMK 1 Jepara dalam membuat inovasi produk makanan seperti dodol, es krim, permen, sirup, donat, seaweed crispy, manisan rumput laut, nata de seaweed, kue, kecap, bakso dan lainnya. Semua bahannya dari rumput laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit anggota UKK Seaweed juga bergerak memanfaatkan rumput laut sebagai biogas, bioetanol, biodiesel, antibakteri, pulp, dan pupuk. Selain bergerak di Indonesia, UKK Seaweed berharap dapat dikenal dan bekerja sama dengan pihak-pihak di lingkup nasional ataupun internasional karena kami yakin rumput laut memiliki po-tensj besar dalam segala bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput laut mujarab buat menghasilkan produk makanan dengan rasa lebih mantap, kenyal, dan gurih. Sekarang rekan kami mulai berwirausaha jelly drink rumput laut. Setelah penghasilannya terbilang memuaskan, ia pun berhasil membuat rumput laut lebih dikenal. Namun, penjualannya masih di kalangan teman-teman mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana bisnis kami, ingin memasar- kan produk rumput laut hingga tingkat Asia. Laut Indonesia luas dan panen rumput laut hanya 42 hari, jadi produk ini jelas akan membuat Indonesia lebih maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput mengandung komponen unik yang kuat berupafncoidan, alginates, dan polifenol. Komposisi tersebut mirip air susu alias bredst milk sehingga kerap disebut brown milk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fncoidan adalah polisakarida kompleks pada dinding sel rumput laut. Berbagai penelitian modern membuktikan fucoidan yang merupakan komponen terbesar di dalam tumbuhan taut mampu meningkatkan imunitas dengan merangsang produksi sel-sel imun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga membantu melawan virus dan bakteri, melawan alergi, dan menghambat penggumpalan darah sehingga memperkecil risiko stroke dan serangan jantung. Fucoidan mampu menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkantekanan darah tinggi, menstabilkan kadar gula atau glukosa darah dengan memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah. Selain itu, fucoidan mampu meredakan gangguan pencernaan dengan mencegah masuknya bakteri Helicobacter pylori, meningkatkan fungsi lever, menjaga kelembapan dan keken-cangan kulit, serta menghambat pertumbuhan sel abnormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan polisakarida dalam rumput laut bisa merusak sel-sel kanker. Itu sebabnya, dahulu di Mesir digunakan untuk terapi kanker payudara. Rumput laut juga merupakan multivitamin alami yang memiliki aktivitas antitumor secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput laut tidak mengandung lemak yang bermakna, tetapi kaya selenium yang bersifat antioksidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini artinya rumput laut mampu membantu tubuh mencegah penyerapan zat kimia beracun, termasuk sampah radioaktif dan polusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat dianjurkan mengonsumsi rumput laut selama menjalani kemoter-api. Nutrisi yang optimal dalam rumput laut membuatnya mampu memberikan fungsi imun terbaik, merevitalisasi tubuh, mendukung kesehatan jantung, memperbaiki pencernaan, menguatkan sistem saraf, dan menyeimbangkan hormon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan pangan ini juga baik untuk menyehatkan rambut serta memperkuat kuku dan gigi. Selain untuk industri makanan, agar-agar juga digunakan dalam industri farmasi atau bahan baku kapsul pembungkus obat-obatan dan vitamin, campuranobat pencahar dan pasta gigi, industri kosmetika sebagai bahan baku lipstik, sabun, salep, lotion dan krim, serta industri lain. Kandungan gizinya yaitu vitamin, mineral colloidal, iodin, asam lemak esensial, asam amino, dan berbagai enzim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput laut adalah salah satu makanan tradisional yang populer di Jepang. Salah satunya, wakame. Bagi yang pernah tinggal di Jepang tentunya mengetahuinya. Wakame atau Undariapinnatifida sering disajikan sebagai salad, sup, dan penghias sajian makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa studi menyebutkan wakame mempunyai beberapa manfaat kesehatan, mencegah hiperlipidemia atau kelebihan lemak, dan mencegah terjadinya kanker berdasarkan percobaan pada tikus, serta sebagai bahan yang dapat menurunkan tekanan darah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari, sekarang banyak masyarakat Indonesia mulai memanfaatkan rumput laut menjadi bahan atau bumbu campuran dalam aneka makanan tradisional Indonesia. Salah satunya yaitu pecel rumput laut, perpaduan makanan tradisional Indonesia dengan rumput laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecel rumput laut ini menjadi salah satu makanan favorit di Teluk Awur, Jepara. Tak terlalu beda dengan pecel umumnya, sajian ini lebih komplet, yaitu sayur, bumbu kacang atau bumbu pecel, dan tentunya rumput laut. Rumput lautyang digunakan ialah Gracilaria dan Caulerpa. Rasanya crispy dan lebih kenyal, dijamin ketagihan, deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan vitaminnya, A, C, zat besi, yodium juga kalsium serta kadar serat tinggi. Selain itu, masyarakat juga mulai mengombinasikannya dalam bakso tahu rumput laut serta bakso rumput laut. Rasanya lebih kenyal, halus, dan tidak amis. Mau coba? (M-2)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-4266670428656011871?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/4266670428656011871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=4266670428656011871&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4266670428656011871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4266670428656011871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/rahasia-rumput-laut.html' title='Rahasia Rumput Laut'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBY1YuEQQZI/AAAAAAAAAQg/1-P5jkXQLRE/s72-c/benihikanku.blogspot.com---rumput+laut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-9117059414641772879</id><published>2010-06-19T09:30:00.000+07:00</published><updated>2010-06-19T09:30:46.285+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pembenihan Ikan Cobia Bahan Baku Sashimi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBi6xJ0DbRI/AAAAAAAAARI/jxQFsE48-Fg/s1600/benihikanku.blogspot.com---cobia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBi6xJ0DbRI/AAAAAAAAARI/jxQFsE48-Fg/s320/benihikanku.blogspot.com---cobia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikan cobia (Rachycentron candum) termasuk ikan pelagis yang hidup di perairan tropis dan sub tropis, dan banyak di temukan di Samudra Pasifik, Atlantik dan sebelah barat dya Meksiko. Di Indonesia ikan ini serinh di jumpai di sekitar peraiaran Pulau Bali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Bentuk tubuhnya menyerupai terpedo dengan kepala dan mulut relatif lebar dibandingkan bagian tubuh lainnya. Sisik berukuran kecil dan terbenam dalam kulit yang tebal. Badan berwarna coklat gelap dengan bagian bawah berwarna kekuning-kuningan, dan terdapat dua garis tebal keperakan sepanjang tubuh pada ikan yang masih muda. Pada habitat aslinya ikan cobia ini banyak ditemukan dengan panjang 80-100 cm, dan dapat tumbuh maksimal sepanjang 180 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Ikan cobia hasil budidya pada Karamba Jaring Apung (KJA) di laut dapat dipanen setela ukuran mencapai 25-35 cm denagan masa pemeliharan 80-100 hari. Pemeliharan yang lebih lama tetap mem berikan keuntungan karena ikan ini mempunyai pertumbuhan yang cepat, dimana ikan-iakan cobia denagan berata awal berukuran 5-7 kg dapat ditingkatkan bobot tubuhnya sebesar 1-2 kg/bulan. Pemeliharaan selama 20 bulan pada KJA akan di peroleh ikan cobia dengan berat antara 12-15 kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan cobia yang telah dipanen dari KJA dapat diekspor ke USA, Taiwan, dan pasar lokal ikan ini masih bernilai ekonomis. Pemasaran biasnya dalam bentuk ikan beku dan merupkan bahan pembuatan sashimi. Pada pangsa pasar Asia lebih diminati selaian dagingnya yaitu bagian gonad ikan, perut dan kepala untuk bahan sup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun masalahnya, kendala utama pada budidaya ikan jenis ini adalah benih yang belum tersedia secara kontinyu sehingga beberapa pengusah mencoba mengimpor benih dari Taiwan. Di Indonesia upaya pematanagan gonad ikan cobia melalui manajemen pakan yang baiak telah di lakukan sejak tahun 2005 oleh Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol, Bali dan telah berhasil dipijahkan pertama kalinya pada Bulan Agustus 2005 denagn jumlah telur sebanyak 880.000 butir. Pertambahan panjang larva cobia umur 1 hari panjang total 3,3-3,47 mm berwarna coklat agak kehitaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Pada umur 3 hari panajang total 4,25-4,75 mm dan larva cobia akan melalui makan rotifer dan nauplii copepoda. Pada umur 8 hari panajng total 6,5-6,7 mm. Pada D-10 panajng total 6,9-7,4 mm, umur 15 hari panjang total 16,6-17,3 mm. umur 20 hari panjang total larva 18,7-19,8 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teknologi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharan larva cobia tidak bisa terlepas dari pakan alami rotifer, dimna rotifer itu memiliki keunggulan: mudah dikultur, tingkat produksinya tinggi, mempunyai toleransi yang tinggi terhadap lingkungan, berukuran kecil dan bergerak lambat sehingga larva mudah menangkapnya. Kualitas rotifer perlu di perkaya sehingga rotifer memiliki kualitas nutrisi yang tinggi. Sebagian pakan larva ikan, rotifer pada umumnya bersifat non selektif filter feeder. Pakan yang berupa partikel-partikel terdiri dari fitoplankton, detritus dan bakteri di ambil terus menerus sambil berenang. Secara umum ukuran pakan yang masuk kedalam mulut rotifer adalah partikel dengan kisaran diameter 10-20 mikron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis phytoplanton dapat di jadikan pakan rotifer di antaranya Chlorella, Isocrysis, Dunaliella, Monocrysis, tepung spirullina, selain itu bisa menggunakan yeast dan pakan komersil. Denagn sifat rotifer yang filter feeder memudahkan untuk aplikasi beberapa jenis bahan pengkayaan terutama asam lemak essensial (EPA dan DHA), selain itu dapat juga diberikan vitamin. Kandungan asam lemak pada rotifer dipengaruhi kepadatan pakan yang diberikan yang berpengaruh secara kuantitatif tetapi tidak besar pengaruhnya secara kualitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemelihara larva ikan cobia di Balai Budidaya Air Payau situbondo telah berhasil dilakukan pada bak beton berukuran 10 m²yang telah terisi air laut yang sudah difiltrasi dan disterilisasi serta dilengkapi dengan sistem aerasi dan saluran pengaturan air. Pada uji coba tersebut larva ikan cobai berumur 1 hari (D-1) diperoleh dari&amp;nbsp; Balai Besar Riset Perikana Budidaya Laut Gondol, Bali. Larva ssebanyak 60.000 ekor ditebar pada 2 bak pemelihara larva sehingga masing-masing bka 30.000 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemeliharaan larva ikan cobia meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; *&amp;nbsp; Pada hari pertama sampai hari ke - 10 diberi minyak cumi dan ditambahkan Chlorella sp dengan kepadatan 50.000-100.000 sel/ml.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Pada hari kedua (D-2) diberi pakan berupa rotifer denagan dosis pemberian rotifer 10-15 individu/ ml, Rotifer setipa akan di berikan ke larva, terlebih dahulu dimasukan ke dalam ember&amp;nbsp; 10 liter denagn kepadatan 1000 sel/ml kemudian di perkaya denagn bahan pengkaya EPA dan DHA, vitamin C, dan probiotik (Bacillus) kemudian dibiarkan selama 2 jam untuk memberikan bahan-bahan pengkayaan tersebut dimakan oleh rotifer.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Nauplii artemia diberiakan mulai larva D-8 dengan dosis pemberian 0,5-1 ind./liter sampai D 20.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Mulai hari ke-10 pakan buatan di berikan denagn dosis pembeerian 0,5-2 ppm tiap kali pemberian denagn frekuensi 3 kali sehari sampai panen. Udang rebon (Mysid) mulai di berikan pada D-20 sampai panen.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Grading mulai dilalukan pada D-22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Kualitas air diukur secara periodik setiap 5 hari sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panen benih ikan cobia dilakukan pada saat larva berumur 25 hari, dengan air diturunkan secara perlahan-lahan, dan ikan di ambil dan dihitung menggunka gayung. Dari hasil panen di BBAP Situbondo denagn menggunakn rotifer yang diperkaya dengan EPA, DHA, Vitamin C dan probiotik, pada bak pertama berhasil dipanen benih cobai sebanayk 3.421 ekor(sr=12,3%), sedangkan pada bak kedua 3.680 ekor (SR=12,3%) atau rata-rata SR sebesar 11,85%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengukuran parameter kualitas air selama pemeliharan larva masih pada kisaran normal untuk kehidupan benih ikan yaitu DO: 4,66-5,87 ppm, pH: 7,6-7,75, salinitas: 31-32 ppt suhu: 31-32ºC, ammoniak: 0,0139-0,048 ppm dan nitrit:1,68-2,515 ppm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan cobia telah berhasil dibenihkan dan dibududyakan, dan ini menjadikan peluang yang sangat besar untuk pengikatan produksi ikan budidaya. Pengikatan budidaya ikan cobia dapat dilakaukan dengan pengikatan jumlah KJA untuk pemeliharaan ikan cobia dan pengikatan jumlah benih yang di perlukan untuk budidaya tersebut. Upaya inipun akan berhasil jika pasr terbentuk dan permintah terus ada, sehingga upaya pengingkatan produksi seyogyanya mengikuti peningkatan permintaan pasar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-9117059414641772879?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/9117059414641772879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=9117059414641772879&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/9117059414641772879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/9117059414641772879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/pembenihan-ikan-cobia-bahan-baku.html' title='Pembenihan Ikan Cobia Bahan Baku Sashimi'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBi6xJ0DbRI/AAAAAAAAARI/jxQFsE48-Fg/s72-c/benihikanku.blogspot.com---cobia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-8995964119020981363</id><published>2010-06-18T18:08:00.000+07:00</published><updated>2010-06-18T18:08:53.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Minat Makan Ikan Meningkat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikan lele dan belut asal Ciseeng. Bogor, Jawa Barat, diekspor ke Thailand dan Vietnam. Komoditas air tawar yang dibudida-yakan secara tradisional oleh masyarakat setempat itu terbukti diminati pasar luar negeri. Selain itu, minat makan ikan air tawar di kawasan Puncak, Bogor, akhir-akhir kian meningkat, seiring dengan gencarnya promosi makan ikan. "Ikan lele yang diekspor adalah ikan lele asap dan belut hidup serta abon belut. Pasar di Vietnam dan Thailand cukup besar," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor Sutrino di Cisarua, Bogor, Kamis (17/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar pelatihan cara mengolah ikan lele, gurame, dan belut berstandar higienis. Pelatihan melibatkan 50 pengusaha rumah makan, restoran, dan warung makan kaki lima terpilih yang tersebar di sekitar kawasan Puncak, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Lastono, food beveragemanager Safari Garden Hotel Restaurant Cisarua, Bogor, mengatakan, standar pengolahan ikan lele dan gurame serta belut di kawasan Puncak sudah memenuhi prinsip kebersihan dan kesehatan (higienis). Namun, pengelola rumah makan, restoran, dan warung tetap membutuhkan pelatihan. "Biar menjadi lebih baik, pengelolah mendapat pelatihan tambahan dari pakar makanan seperti dari IPB (Institut Pertanian Bogor)," kata Budi Lastono yang menyempatkan diri mengikuti pelatihan, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi mengakui, minat masyarakat makan ikan kian meningkat yang ditandai dengan membanjirnya pengunjung atau wisatawan lokal ke kawasan Puncak untuk berwisata. Kawasan Puncak, lanjut Budi, dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata kuliner saat ini. "Akhir pekan banyak masyarakat asal Jakarta dan Bandung yang berwisata ke Puncak. Biasanya, permintaan ikan saat akhir pekan tinggi," kata Budi, (jjr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Sumber : &lt;/b&gt;Investor Daily 18 Juni 2010 hal.30&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-8995964119020981363?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/8995964119020981363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=8995964119020981363&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8995964119020981363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8995964119020981363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/minat-makan-ikan-meningkat.html' title='Minat Makan Ikan Meningkat'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-561565103251727078</id><published>2010-06-18T11:48:00.001+07:00</published><updated>2010-06-18T11:49:33.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Aquaculture workshop coming to Menomonie</title><content type='html'>&lt;b&gt;Menomonie (News Release)&lt;/b&gt; - The University of Wisconsin Stevens Point Northern Aquaculture Demonstration Facility (UWSP NADF), the University of Wisconsin Extension (UWEX) and the Wisconsin Aquaculture Association (WAA) are sponsoring three Beginning Aquaculture Workshops.&amp;nbsp; The first workshop will be held on Saturday, June 26, at Bullfrog's Eat My Fish Farm, Menomonie, with registration starting at 8 am.&amp;nbsp; The workshop, which will run from 9:00 am to 3:00 pm, is tailored to introduce people to the Wisconsin Aquaculture Industry and provide an overview from a small business perspective on how to start and operate a fish farm.&amp;nbsp; Herby Radmann started Bullfrogs' in the early 1990's in what was a sandy farm field and since then it has grown to a well known trout farm, whose focus is raising "Smokin' Good Trout" and being a part of the community through environmental sustainability.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The workshop will begin with morning presentations and include sessions on: Wisconsin Aquaculture, Starting a Fish Farm, Economics/Business Planning and Rules &amp;amp; Regulations.&amp;nbsp; Participants will receive packets of information and a CD containing the presentations and economic worksheets.&amp;nbsp; The workshop will be conducted by Wisconsin's three Aquaculture Specialists; Jim Held, Ron Johnson, and Sarah Kaatz.&amp;nbsp; Bullfrog's famous "Hobo Chefin' Shorelunch" will be provided and in the afternoon there will be a tour of the farm, giving participants the opportunity to see first hand how a fish farm operates and the ability to ask questions about the operation.&amp;nbsp; This workshop is part of an ongoing series that incorporates farms which specialize in pond culture and raceways, and is a unique opportunity to get an inside look at the business end of aquaculture. Wisconsin's $14 Million aquaculture industry, comprising 125 business fish farms, is very diverse, consisting of farms raising fish for food, stocking, bait and recreational fee fishing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Who should attend:&lt;/b&gt; Anyone with an interest in fish and who would like to find out what fish farming entails.&amp;nbsp; Emphasis will be placed on providing information that will help participants make informed decisions on the business of aquaculture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cost:&lt;/b&gt; The registration for the all day workshop is $35.00 per person and includes breaks, lunch, tour of the hosting fish farm, handout materials and a one year Associate Membership with WAA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Online registration and brochure found at www.WisconsinAquaculture.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Locations: &lt;/b&gt;June 26, Bullfrog's Eat My Fish Farm, Menomonie; August 7, Coolidge Springs Trout Ranch, Fifield, and September 25, Woods &amp;amp; Waters Enterprises, Juneau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Contacts:&lt;/b&gt; To register contact Cindy Johnson, Wisconsin Aquaculture Association, 715-373-2990 or email Cindy@WisconsinAquaculture.com . For additional information contact Ron Johnson, Aquaculture Outreach Specialist at 715-779-3189.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-561565103251727078?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/561565103251727078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=561565103251727078&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/561565103251727078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/561565103251727078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/quaculture-workshop-coming-to-menomonie.html' title='Aquaculture workshop coming to Menomonie'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-1270906329858701810</id><published>2010-06-17T18:43:00.000+07:00</published><updated>2010-06-17T18:43:43.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Strata Kuliner</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua orang tentu butuh makan. Bahkan menurut Abraham Maslow, pakar psikologi sejak tahun 1959-an, makan dianggap sebagai kebutuhan dasar, atau basic needs, yang ia sebut physiological needs. Hierarchynof needs berikutnya adalah safety needs, love and belonging needs, esteem needs. dan yang cukup tinggi adalah self-actualization needs. Adapun kebutuhan psikologis tertinggi adalah untuk rasa ingin tahu, atau needs to know and understand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal makan, atau lebih khusus makan ikan, dapat kita golongkan menjadi kelompok. Pertama, adalah makan hanya agar merasa kenyang, tidak kelaparan. Kelompok ini mengandalkan tersedianya staple food, atau bahkan pangan pokok. Indikator ini sering dipakai sebagai capaian dalam program ketahanan pangan. Konsumen ekonomi lemah, memilih ikan dalam jumlah yang relatif sedikit. Nasi, jagung, singkong, terigu atau sagu, menjadi dominan. Sambal dan ikan asin hanya sebagai penyerta, agar ada rasa. Yang penting kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok kedua, mempertimbangkan rasa. Tentu saja subyektif dan didasarkan atas pengalaman kultural dan sosial. Menurut yang satu, sejenis makanan dirasakan sebagai lezatnya bukan main, sedangkan makanan yang sama, menurut yang lain bisa menjadi bahan cibiran. Tapi secara umum, rasa adalah suatu yang universal, sehingga berbagai jenis makanan telah menjadi menu favorit bagi banyak orang, lintas etnis maupun kultur. Aneka hidangan seafood dinikmati berbagai kalangan dan tingkatan, dari yang kaki lima, sampai ke restoran mewah di hotel bintang lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kalangan menengah ke atas, memilih makanan dikaitkan dengan aspek kesehatan. Karbohidrat dan lemak mulai dikurangi, lantaran sebagai biang kegemukan dan sakit jantung. Protein lebih dipilih, karena dipersepsikan tidak membawa akses, atau dampak buruk, bahkan menyumbangan efek pertumbuhan fisik maupun psikologis, serta memelihara atau mengganti bagian tubuh yang memerlukan. Disini ikan menjadi berperan, karena tergolong sebagai pemasok protein hewani. Kalaupun ada kandungan lemak, toh dari jenis yang baik, yaitu berasam lemaktak jenuh, bahkan sangat dibutuhkan untuk kesehatan dan kecerdasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat juga berkaitan dengan kesehatan, namun yang memiliki tujuan khusus. Misalnya terhadap kualitas anak, terutama usia di bawah lima tahun, bahkan yang masih di dalam kandungan ibunya. Problem yang banyak dinegara berkembang adalah kondisi balita yang mengalami marasmus, atau kekurangan kalori, dan kwasiorkor, atau kekurangan protein. Kasus malnutrisi diduga bisa menyebalkan Indonesia kehilangan lebih dari 200 juta angka potensi IQ per tahun, atau setara dengan 30% dari peluang produktivitas. Ikan tentu bisa menjadi andalan, karena kelengkapan komposisi kandungan asam amino esensial, karena mutu daya cernanya yang tinggi. Ditambah, lagi, asam lemak tak jenuh omega-3 (DHA, docusa hexaenoic acid) terkenal sebegai penyebab pencerdasan anak, dan tidak terdapat pada hewan daratan. Peneletian dan pendapat berbagai pakar di Bristol University, National Institute Of Health, dan Brain Bio Central di AS; Global Seafood For Health di Australia; serta berbagai pakar di Denmark, setelah masing - masing meneliti 9.000 sampai 25.000 sample, mendapatkan hasil bahwa anak yang lebih banyak mengkonsumsi Omega-3, memiliki kecerdasan, motorik dan verbal yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kepada para ibu setelah melahirkan juga dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi ikan. Institute Of Epileptology, Kingstone College di London menyampaikan bahwa kandungan Omega-3, selenium, vitamin D dan vitamin B12 pada ikan dapat mengurangi problem postpartum psychology, depresi pasca melahirkan sebagai kelanjutan dari syndroma baby blues, yakni termasuk mood swing, atau perubahan emosi yang sangat cepat. termasuk juga efek perubahan hormonal thyroid, estrogen, dan progesteron. Tidak hanya bagi ibu dan anak, masyarakat pada umumnya juga banyak memahami bahwa asam lemak Omega -3 pada ikan dapat memberikan efek positif pada kesehatan jantung, saluran darah, mengatasi authitis, asma, depresi, dan bahkan jerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok kuliner yang terakhir adalah berdasarkan kepercayaan spiritual. Di Hongkong dan Shanghai, ikan Kerapu yang berasal dari dasar laut, menjadi sangat mahal harganya karena diyakini dapat membawa keberuntungan bagi orang yang menyantapnya. tentu lima hal di atas bukan multiplr-choice, atau hanya single faktor semata. Tentu banyak pula yang memilih ikan karena rasanya yang nikmat, membuat badan sehat dan mencerdaskan. Paling tidak dalam Al-Quran, surat Al-Maidah, Allah berfirman bahwa" Dihalalkan bagimu hewan buruab di laut, dan makanan dari laut, sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang - orang dalam perjalanan". Dalam surat lainnya, An-Nahl, Allah juga berfirman" dan Dialah yang menundukkan lautan, agar kamu dapat memakan daging yang segar darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;Majalah Demersal &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-1270906329858701810?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/1270906329858701810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=1270906329858701810&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1270906329858701810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1270906329858701810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/strata-kuliner.html' title='Strata Kuliner'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-5822139130653561745</id><published>2010-06-17T18:41:00.000+07:00</published><updated>2010-06-17T18:41:41.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Pemanfaatan SDI di Laut Arafura Sudah Overfishing</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlf6dRynNI/AAAAAAAAATU/7dTwhValDO4/s1600/benihikanku.blogspot.com----loverfishing.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlf6dRynNI/AAAAAAAAATU/7dTwhValDO4/s320/benihikanku.blogspot.com----loverfishing.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"Laut Arafura merupakan salah satu daerah penangkapan ikan yang sangat potensial dengan sumberdaya ikan utama ikan demersal di Indonesia bahkan Dunia. Saat ini, perairan tersebut merupakan salah satu daerah utama penangkapan ikan demersal di Indonesia, dimana dalam 3 dekade terakhir perkembangan upaya pemanfaatan sumberdaya ikan di Laut Arafura semakin meningkat yang ditandai dengan meningkatnya jumlah perusahaan dan armada perikanan yang beroperasi di perairan Arafura. Sementara, sejumlah perusahaan baru juga telah merencanakan untuk melaksanakan usaha penangkapan di perairan tersebut. Kendati demikian, dari hasil kajian para pakar menyatakan bahwa tingkat pemanfaatan Sumber Daya Ikan (SDI) di Laut Arafura saat ini sudah mencapai lebih dari 100%, atau dapat dikategorikan telah overfishing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Ir. Astiler Maharadja, indikator terjadinya overfishing, antara lain ukuran udang yang ditangkap semakin kecil, serta makin lamanya waktu operasi penangkapan per trip maupun penurunan laba marjinal (profit margin). Dilain pihak, terjadinya overfsihing tersebut dapat dilihat dari penurunan produktivitas rata-rata hasil tangkapan, yang beberapanya disebabkan karena manajemen pengelolaan yang belum sempurna, lemahnya pengawasan maupun pengendalian dan penegakan hukum di laut terhadap kegiatan penangkapan serta tingginya intensitas kegiatan Ilegal fishing “Oleh sebab itu, guna merumuskan solusi dari permasalahan di atas, diperlukan langkah-langkah kebijakan untuk pengelolaan perikanan dalam rangka pemulihan sumberdaya ikan di laut Arafura menjadi lebih baik lagi, ”kata Astiler Mahardja Forum Koordinasi Pengelolaan Dan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan (FKPPS) WPP-RI 718 Laut Arafura, Senin (14/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan Astiler, agar pengelolaan dapat dilakukan secara benar dan terencana, maka diperlukan suatu wadah bersama yang akan mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan rencana pengelolaan perikanan di setiap daerah dan wilayah pengelolaan perikanan. Dalam kaitannya dengan hal ini, Forum Koordinasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan (FKPPS) dianggap penting sebagai suatu forum koordinasi yang telah dibentuk sebagai wadah bagi pengelola perikanan di daerah dan pusat termasuk unsur-unsur peneliti dan perguruan tinggi guna berkoordinasi melakukan pengelolaan sumberdaya ikan secara bersama, yang telah berjalan sejak tahun 1990 menjadi penting dan perlu di revitalisasi. Maka itu, pertemuan Koordinasi yang dilakukan selama 3 hari ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan dan kesepakatan pengelolaan sumberdaya diperairan arafura oleh tiga Provinsi yang terkait didalamnya, yaitu Provinsi Maluku, Provinsi Papua barat dan Provinsi Papua dalam mensinergikan dan mengintegrasikan pengelolaan secara bersama dengan tetap memperhatikan daya dukung sumberdaya yang tersedia bagi kesejahteraan masyarakat di waktu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar diketahui, kegiatan Forum Koordinasi Pengelolaan Dan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan (FKPPS) WPP-RI 718 Laut Arafura ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Astiler Maharadja. Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten-Kota se- Provinsi Papua ini, akan digelar selama tiga hari di Hotel Aston Jayapura. Ketua Panitia Pelaksana, Petrus Sroyer dalam laporannya mengatakan, harapan kami melalui kegiatan ini, dapat membahas isu – isu penting serta solusinya terkait dengan upaya pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan di WPP 718.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Dinas KP Prop. Papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-5822139130653561745?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/5822139130653561745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=5822139130653561745&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5822139130653561745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5822139130653561745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/pemanfaatan-sdi-di-laut-arafura-sudah.html' title='Pemanfaatan SDI di Laut Arafura Sudah Overfishing'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlf6dRynNI/AAAAAAAAATU/7dTwhValDO4/s72-c/benihikanku.blogspot.com----loverfishing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-8709485108417526929</id><published>2010-06-17T14:36:00.001+07:00</published><updated>2010-06-17T14:41:39.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Indonesia Minta UE Turunkan Tarif BEA Masuk Produk Perikanan</title><content type='html'>Dalam rangka meningkatkan kerjasama antara Indonesia dengan Uni Eropa (UE) khususnya dibidang ekonomi, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, hari ini (16/6) menerima kunjungan Duta Besar UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Mr. Julian Wilson. Dalam kunjungan tersebut dibahas antara lain mengenai pengembangan dan peningkatan serta usaha untuk memperkuat kerjasama perdagangan khususnya pada akses pasar asal Indonesia ke UE serta prospek investasi produk kelautan dan perikanan di Indonesia. Selain itu menurut Fadel, pertemuan tersebut juga membahas mengenai tawaran bantuan teknis UE kepada Indonesia terkait dengan pemberlakuan catch sertification.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Dubes UE, Fadel Meminta agar UE menurunkan tarif bea masuk produk tuna asal Indonesia yang dirasakan masih terlalu tinggi. Saat ini, tarif bea masuk untuk tuna segar dan tuna kalengan adalah sebesar 12 dan 23 persen sehingga memberatkan eksportir asal Indonesia. Imbas dari tingginya tarif bea masuk tersebut membuat produk asal Indonesia kesulitan bersaing dengan produk yang sama dari negara lain. Menanggapi permintaan tersebut, Dubes UE menyatakan akan melihat kemungkinan penurunan tarif melalui skema Generalized System of Preference (GSP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama bilateral antara Indonesia – Uni Eropa didasari pada Partnership and Cooperation Agreement (PCA) yang ditandatangani pada 9 November 2009. Dalam kesepakatan tersebut berisi mengenai peningkatan hubungan bilateral, dan merupakan payung kerjasama antara kedua pihak. Naskah PCA terdiri terdiri atas 7 Bab dan 50 Pasal yang mencakup kerjasama dalam berbagai bidang seperti politik, sosial, ekonomi, perdagangan dan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Dubes UE tersebut juga dimanfaatkan Fadel untuk mempromosikan produk perikanan Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk perikanan ke negara tersebut. Sebagai ilustrasi, neraca perdagangan produk perikanan Indonesia dengan UE masih menunjukkan surplus. Volume dan nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke UE pada tahun 2009 masing-masing sebesar&amp;nbsp; 74,67 ribu ton dan US$ 296,31 juta. Sebaliknya volume dan nilai ekspor produk perikanan UE yang masuk ke Indonesia pada tahun yang sama masing-masing sebesar 3.78 ribu ton dan US$ 4,58 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-8709485108417526929?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/8709485108417526929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=8709485108417526929&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8709485108417526929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8709485108417526929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/indonesia-minta-ue-turunkan-tarif-bea.html' title='Indonesia Minta UE Turunkan Tarif BEA Masuk Produk Perikanan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-3783725534611170905</id><published>2010-06-17T06:23:00.000+07:00</published><updated>2010-06-17T06:23:47.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Fishindo Ekspor 6 Ribu Ton Tuna</title><content type='html'>PT Fishindo Lintas Samudera mengekspor 6 ribu ton tuna ke Iran tahun ini. Permintaan tuna loin ke Timur Tengah meningkat, dan Iran tercatat sebagai salah satu negara tujuan ekspor dengan permintaan tak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapapun yang kita ekspor pasti terserap. Iran menjadi salah satu negara di kawasan Timur Tengah yang suka makan ikan tuna," kata Dirut PT Fishindo Lintas Samudera Nanang Soengkono kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (15/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanang mengakui kemampuan memasok tuna loin ke Iran sebesar 6 ribu ton tahun ini sebenarnya kurang dari volume yang dibutuhkan Iran. Negara itu, kata Nanang, membutuhkan tuna loin tanpa batas, yang menandakan komoditas laut itu benar-benar diminati. Pada tahun 2009 ekspor Fishindo ke Iran baru mencapai 2 ribu ton, dari sebelumnya, tahun 2008 1.000 ton. Selain tuna jenis loin, Fishindo juga memasok cakalang ke Timur Tengah dengan volume bervariasi untuk setiap negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nanang, negara-negara kawasan itu, termasuk Iran, mulai meminati produk perikanan siap saji, sehingga permintaan ikan pada umumnya maupun tuna khususnya dalam bentuk mentah (fresh) perlahan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kita memasok dalam bentuk siap saji atau setengah jadi dengan kemasan kaleng. Itu berarti ekspor mentah perlahan berkurang. Semua standar produk sudah sesuai dengan spesifikasi yang disepakati dua pihak," jelas Nanang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanang menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan eksportuna loin ke Iran, Fishindo lintas Samudera yang memiliki pabrik di Benoa, Bali, itu harus membeli tuna segar dari sejumlah daerah nelayan, khususnya bagian Timur Indonesia. Tuna yang dibeli selanjutnya diproduksi di Benoa, Bali, dengan spesifikasi produk dan standar pangan yang disepakati keduanegara. Prosedur pemeriksaan dan pengujian standar mutu pangan yang diterapkan Iran dan negara Timur Tengah lainnya diakui tidak terlalu ketat dibanding AS maupun Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kata Nanang, pihaknya tetap memprioritaskan standar mutu dan kesehatan (higienis) agar tidak berdampak negatif terhadap kinerja perseroan. "Sebab, jika tidak sesuai stan-dar pangan negara tujuan, semua biaya ekspor dan produksi ditanggung kita," jelas Nanang. Dia mengakui, pabrik di Benoa berkapasitas produksi 10 ton tuna atau cakalang setiap hari. Kebutuhan terhadap ikan tersebut dipasok dari sejumlah daerah, khususnya dari kawasan timur Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perluas Pasar Sebelumnya, Direktur Pemasaran Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut Parilian Hutagalung mengakui, nilai ekspor produk perikanan ke Timur Tengah kian meningkat. Periode Januari 2010 hingga Maret 2010 nilai ekspor ikan Indonesia ke pasar Timur Tengah melonjak 35% dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ekspor itu dipicu meningkatnya permintaan produk perikanan di kawasan itu, menyusul gencarnya promosi yang digelar pemerintah dan swasta Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kawasan Timur Tengah tergolong pasar baru yang dibidik Indonesia. Tapi, permintaan ikan terus meningkat, dan kita akan terus perluas pasar dan meningkatkan volume," kata Direktur Pemasaran Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut Parulian Hutagalung (Investor Daily 14/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara nasional total nilai ekspor produk perikanan periode Januari 2010-Maret 2010 mencapai 621,8 juta dolar AS, meningkat dari 577,2 juta dolar AS tahun 2009. Sedangkan nilai ekspor ke kawasan Timur Tengah pada Januari 2010-Maret 2010 mencapai 22,3 juta lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu di level 16,4 juta dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di tahun 2008 (total setahun) nilai ekspor ke kawasan Timur Tengah tercatat 46 juta dolar AS, naik 39,6% menjadi 63 juta dolar AS tahun 2009. Negara-negara tujuan ekspor Indonesia meliputi Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudi yang mencatat nilai impor ikan asal Indonesia per tahun menacapai 37-48 juta dolar AS, Mesir 6-9 juta dolar AS, dan Iran 1,6-3,1 juta dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Saut, permintaan atas produk tuna khususnya pre-cooked\d\n, bandeng, cattle 6sh (cumi-cumi, octopus), dan lobster kian meningkat. Saat ini, pembahasan dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk beberapa produk perikanan sedang berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, permintaan terhadap produk perikanan RI selain untuk dikonsumsi secara lokal di sana, namun juga demi memasok kebutuhan pelayaran kapal-kapal wisata dan kapal pelayaran internasional lainnya di kawasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang memasok produk perikanan ke kapal-kapal adalah supermarket di sana, sementara supermarket mengimpor dari kita," jelas Saut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah produk perikanan Tanah Air yang diminati Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah meliputi tuna beku, pre-cooked tuna loin, udang beku, ikan hias, kerupuk ikan, cumi-cumi, lobster, bandeng, dan ikan olahan yang kering. Negara-negara Timur Tengah yang mengimpor produk perikanan kita antara lain, Arab Saudi, Yordania, Yaman, Uni Emirat Arab, serta Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku usaha swasta, kata Saut, juga makin banyak yang menjajaki pasar Timur Tengah yang sekaligus didukung promosi oleh KBRI di negara-negara kawasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eropa dan AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nanang, selain memperluas pasar ekspor ke Timur Tengah yang tergolong baru, pihaknya tetap fokus mempertahankan pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS). Produk perikanan Indonesia seperti tuna, cakalang, lobster, udang, dan bandeng tetap diminati di Eropa dan AS. Awal tahun ini, kata Nanang, Fishin-do Lintas Samudera mengekspor 150 ton tuna loin ke Belanda sebagai uji coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu-satunya negara di Eropa yang suka bandeng adalah Rusia. Amerika membutuhkan udang dan lobster, namun standar mutunya ketat Kami akan tetap fokus juga di AS dan Eropa," kata Nanang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengakui, sejalan dengan upaya perluasan pasar khususnya ke Timur Tengah, penerapan bea masuk yang berkisar 25-40% bisa menjadi hambatan. Pasalnya, produk perikanan dipastikan kalah bersaing dibanding produk serupa dari Thailand, Filipina, dan Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini, mantan Ketua Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN) periode 2006-2010 Shidiq Moeslim belum lama ini menegaskan produk perikanan Tanah Air harus memiliki daya saing tinggi. Daya saing, kata Shidig, tidak terlepas dari praktik ekonomi industri peri-kanan yang dipastikan harus murah atau setidaknya tidak tergolong ekonomi biaya tinggi (high cost economy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sangat ironis kalau kita mengaku menjadi produsen terbesar ikan dunia, tapi biaya ekspor kita jauh lebih mahal dari Thailand atau Filipina. Itu berarti industri ekonomi perikanan kita masuk kategori high cost economy. Dengan begitu kita tak punya daya saing," jelas Shidiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shidiq berharap, upaya pemerintah memperluas pasar ekspor harus berjalan bersamaan dengan upaya memangkas praktik ekonomi biaya tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daya saing terletak pada biaya ekonomi industri. Kalau biaya ekonomi industri perikanan kita rendah, kita punya daya saing tinggi, begitu juga sebaliknya. Percuma, kalau produksi ikan kita nomor I, tapi biaya ekspor kita lebih mahal 1,5 kali dibanding Thailand. Ini ironis," tegas Shidiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Investor Daily&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-3783725534611170905?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/3783725534611170905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=3783725534611170905&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3783725534611170905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3783725534611170905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/fishindo-ekspor-6-ribu-ton-tuna.html' title='Fishindo Ekspor 6 Ribu Ton Tuna'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-5860722772135960039</id><published>2010-06-17T05:54:00.000+07:00</published><updated>2010-06-17T05:54:39.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Scientists create GM 'Frankenfish' which grows three times as fast as normal salmon</title><content type='html'>Scientists have created a GM 'monster' salmon which could soon be on dinner tables around the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The fish can grow two to three times faster than normal - meaning they can be killed at a younger age to maximise profits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A U.S. company claims it has been given initial approval by American safety authorities for producing the salmon, which converts feed to muscle much more quickly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlUkqKSg_I/AAAAAAAAATM/ozVvstGj4Ds/s1600/benihikanku.blogspot.com----frankenfish.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="307" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlUkqKSg_I/AAAAAAAAATM/ozVvstGj4Ds/s400/benihikanku.blogspot.com----frankenfish.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Supersized: A genetically modified salmon compared to a normal fish. A U.S. company claims it has approval to produce the GM version&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;British scientists have also been working on genetically modified versions of tilapia fish and edible carp.&lt;br /&gt;However, critics of GM food fear the technology will lead to the creation of mutant species and could harm wild fish populations if they escape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Research on GM trout in Canada found that while they grew faster and were much bigger, a number developed misshapen heads and bloated bodies.&lt;br /&gt;While they grew many times larger than the wild species, they were likely to die before maturity and suffered unforeseen changes in their heads and bodies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genetic engineers at Aqua Bounty, a company based in Waltham, Massachusetts, are manipulating fish growth hormones to make the GM salmon grow more quickly.&lt;br /&gt;This involves taking genes from the ocean pout and the chinook salmon. These trigger the release of growth hormone in the GM fish during their development.&lt;br /&gt;One year after the salmon eggs hatch, those that have been genetically modified reach an average of 1,340g, compared to 663g for the ordinary Atlantic salmon.&lt;br /&gt;The AquaAdvantage salmon reach a marketable size in 18-24 months, as opposed to 30 months for the normal variety.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqua Bounty claims it is part of 'The Blue Revolution'&amp;nbsp; and says its mission is to 'bring together biological sciences and molecular technology to enable an aquaculture industry capable of large-scale, efficient, and environmentally sustainable production of high quality seafood.'&lt;br /&gt;Supporters of GM crops have always argued that there are no significant differences with crops bred through conventional means.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqua Bounty takes the same view of its 'Frankenfish'.&lt;br /&gt;Chief executive, Ron Stotish, said: 'In every measurement and every respect, these fish are identical to Atlantic salmon.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The firm hopes U.S. veterinary authorities will approve its GM salmon eggs for this year's breeding season. In theory, the fish would then go into stores and restaurants by 2012.&lt;br /&gt;It seems likely a pack of GM salmon would have to be identified on the label in a supermarket. &lt;br /&gt;However, there is no requirement to label GM fish on restaurant menus, which means people may consume the salmon without realising.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The campaigning consumer and green group GM Freeze is concerned about the arrival of GM fish.&lt;br /&gt;Its director, Pete Riley, said: 'We are extremely concerned about the potential for these fish to escape.&lt;br /&gt;'If these fish are growing at twice the rate they're supposed to be, there may be other things wrong with them.'&lt;br /&gt;Aqua Bounty says there is no danger of its fish cross mating with wild fish because only female eggs that have been treated to ensure they are sterile will be created.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Aquaculture News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-5860722772135960039?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/5860722772135960039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=5860722772135960039&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5860722772135960039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5860722772135960039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/scientists-create-gm-frankenfish-which.html' title='Scientists create GM &apos;Frankenfish&apos; which grows three times as fast as normal salmon'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBlUkqKSg_I/AAAAAAAAATM/ozVvstGj4Ds/s72-c/benihikanku.blogspot.com----frankenfish.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-5762835282209055334</id><published>2010-06-16T18:06:00.003+07:00</published><updated>2010-06-16T18:17:31.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Dari Asam Amino Hingga Yodium Ada Di Ikan</title><content type='html'>Ikan ternyata memiliki kandungan gizi yang luar biasa. Sejumlah pakar menjelaskan selain omega 3, di dalam ikan terkandung protein asam amino yang lengkap, bermacam-macam Vitamin, mineral, serta yodium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dipungkiri Indonesia memiliki sumberdaya kelautan dan perikanan. Perairan lautannya mencapai 5,8 juta km dan potensi lestari ikan laut sebesar 6,4 juta ton per tahun. Namun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan, target tingkat konsumsi ikan nasional saat ini baru mencapai&amp;nbsp; 30,17 kg/kapita/tahun, amat jauh jika dibandingkan dengan tingkat konsumsi ikan di beberapa Negara Asia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang misalnya, tingkat konsumsi ikan mencapai 110 kg/kapita/tahun, Korea Selatan 85 kg/kapita/tahun, Malaysia 54 kg/kapita/tahun dan Thailand 35 kg/kapita/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura mencapai 70 kg/kapita/tahun, Filipina 40 kg/kapita/tahun, sedangkan Hongkong 80 kg/kapita/tahun dan Taiwan 65 kg/kapita/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data tersebut membuktikan bahwa selama ini konsumsi ikan di Indonesia bukan sesuatu yang mahal, karena dua per tiga negeri ini terdiri atas laut dan ikan mudah di dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu fakta memperlihatkan, produk perikanan nasional lebih banyak di nikmati pasar luar negeri. Padahal Badan Kesehatan Dunia&amp;nbsp; (WHO) menganjurkan tiap negara memperhatikan tingkat konsumsi ikannya setidaknya 31,4 kilogram per kapita per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil&amp;nbsp; Ketua Komisi Tetap Ketahanan Pangan dan Industri Primer Pertanian Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Don P Utoyo, mengutip standar Widya Gizi 2008 yang menyebutkan, pemenuhan protein hewani asal ikan dituntut mengambil porsi lebih besar dibandingkan sumber protein hewani lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendahnya tingkat konsumsi ikan tersebut diakibatkan karena masih adanya anggapan di kalangan masyarakat, bahwa makan ikan kurang bergengsi, atau indentik dengan kemiskinan, bahkan ada anggapan sebagian masyarakat yang menyatakan, mengonsumsi ikan terlalu banyak akan mengakibatkan cacingan atau alergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal protein yang terdapat dalam ikan sangat diperlukan manusia karena lebih mudah dicerna, juga mengandung asam amino dengan pola hamper sama dengan asam amino yang terdapat dalam tubuh manusia. Selain itu, protein ikan juga terdiri atas asam amino esensial yang tidak mudah rusak selama pemasangan, dan lebih lengkap dibandingkan dengan sumber protein hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kandungan gizi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Perusahaan JasaBoga Indonesia, R.a Hj. Ning Sudjito, ST mengungkapkan ikan selain rasanya enak juga memiliki kandungan gizi yang sangat berguna bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan gizinya dapat menyebabkan terhindar dari penyakit degeranatif seperti jantung koroner, tekanan darah tinggi , stroke dan kanker. Belum lagi, kandungan protein ikan setingkat dengan protein daging , sedikit di bawah telur dan diatas protein serealisa dan kacang-kacangan. Asam amino ikan dapat meningkatkan mutu protein pangan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Misalnya, nasi memiliki kadar asam amino yang rendah, tetapi ikan mempunyai kadar lisin tinggi. Jadi, mengonsumsi nasi dengan lauk ikan akan saling melengkapi,” tambah Ning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli fizi Institut Pertanian Bogor, Hardiansyah, mengatakan ikan memang menyehatkan dan mencerdaskan. “Ikan adalah sumber protein asam amino yang lengkap yang dibutuhkan tubuh,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan juga kaya akan vitamin B kompleks, B6, dan B12 serta mineral.” Ikan pun mengandung lemak, tapi tak banyak. Lemakny pun lemak bagus’ ujarnya menambahkan. Ikan laut kaya akan lemak, vitamin dan mineral, sedangkan ikan tawar banyak mengandung karbohidrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan laut memiliki kandungan yodium tinggi yang bisa mencapai 830 mikro gram per kilogram. Berbeda dengan daging yang hanya 50 mikro kilogram dan telur 93 mikrogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ikan laut mengandung omega-3 yang bermanfaat menurunkan kadar kolestrol dalam darah. Jadi, sering mrngkonsumsi ikan laut dapt membantu mencegah terjadinya atesrosklerosis dan penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam lemak omega-3 dan omega-6 pada ikan dapat meningkatkan kecerdasan anak. Asam lemak ini juga sangat membantu bagi ibu hamil yang dapat membentuk oto janin. Makanya, disarankan ibu hamil banyak mengkonsumsi ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak hati&amp;nbsp; ikan laut juga menjadi sumber vitamin Adan D. Vitamin A yang ada di dalam minyak ikan termasuk yang mudah diserap. Dengan pemberian ikan minyak hati ikan pada balita bisa mencukupi kebutuhan vitamin A dan D, serta omega-3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar tambahan, ikan laut juga banyak mengandung fluor. Pada anak-anak yang cukup mendapat giginya lebih sehat. Makanya, jarang ditemui anak sakit gigi ynag tinggal di pantai karena bnayk mengkonsumsi ikan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel penyediaan Ikan Untuk Konsumsi Tahun 2004-2008 &lt;br /&gt;&lt;div style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="ltr" style="color: #cc0000; font-family: inherit;"&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; color: black; margin-left: 5.4pt;"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 66.8pt;" valign="top" width="89"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rincian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td colspan="5" style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 293.2pt;" valign="top" width="391"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kenaikan &lt;br /&gt;   Rata-rata (%)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;" valign="top" width="84"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 53.75pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 53.75pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 62.15pt;" valign="top" width="83"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.85pt;" valign="top" width="81"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 66.8pt;" valign="top" width="89"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Total (1000 ton)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;" valign="top" width="84"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4901.13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 53.75pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5249.57&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 53.75pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5759.21&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 62.15pt;" valign="top" width="83"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6380.66&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.85pt;" valign="top" width="81"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6850.69&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8.74&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 19.75pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; color: black; height: 19.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 66.8pt;" valign="top" width="89"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Per Kapita   (kg/Kap/th)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; height: 19.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 62.7pt;" valign="top" width="84"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;22.58&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; height: 19.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 53.75pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;23.95&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; height: 19.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 53.75pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;25.94&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; height: 19.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 62.15pt;" valign="top" width="83"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;28.28&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; height: 19.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.85pt;" valign="top" width="81"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;29.98&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; height: 19.75pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7.35&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Sumber : DKP, Tahun 2010&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; color: black; margin-left: 5.4pt; width: 660px;"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 36.4pt;"&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; color: black; height: 36.4pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 86.35pt;" valign="top" width="115"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rincian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td colspan="5" style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; color: black; height: 36.4pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 229.3pt;" valign="top" width="306"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; color: black; height: 36.4pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 85.75pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kenaikan &lt;br /&gt;   Rata-rata (%) 2005-2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; color: black; height: 36.4pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 93.6pt;" valign="top" width="125"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kenaikan &lt;br /&gt;   Rata-rata (%) 2005-2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 48.35pt;" valign="top" width="64"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2005&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 53.85pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.95pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.35pt;" valign="top" width="59"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 37.8pt;" valign="top" width="50"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 86.35pt;" valign="top" width="115"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Konsumsi Ikan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 48.35pt;" valign="top" width="64"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;23.95&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 53.85pt;" valign="top" width="72"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;25.03&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.95pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;26.00&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 44.35pt;" valign="top" width="59"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;28.00&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 37.8pt;" valign="top" width="50"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;30.17&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 85.75pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5.36&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; color: black; padding: 0cm 5.4pt; width: 93.6pt;" valign="top" width="125"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5.96&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Sumber : DKP, Tahun 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="ltr" style="color: #cc0000; font-family: inherit;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="ltr" style="color: #cc0000; font-family: inherit;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="ltr" style="color: #cc0000; font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="ltr" style="color: #cc0000;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="ltr" style="color: #cc0000;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="ltr" style="color: #cc0000;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-5762835282209055334?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/5762835282209055334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=5762835282209055334&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5762835282209055334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5762835282209055334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/dari-asam-amino-hingga-yodium-ada-di.html' title='Dari Asam Amino Hingga Yodium Ada Di Ikan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-3164274685432815402</id><published>2010-06-16T01:14:00.001+07:00</published><updated>2010-06-16T01:17:12.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kiat Sukses Minapadi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjalankan usaha minapadi ini tidak terlalu rumit, asalkan kita memiliki kiat yang tepat sehingga dua komoditi ini memberi untuk berlipat. Ada beberapa kunci keberhasilan diantaranya, ketetapan memilih jenis padi yang cocok untuk minapadi, penerapan teknologi budidaya padi dan ikan yang sesuai sehingga mampu memberi untung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Padi yang cocok untuk sistem minapadi adalah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengakaran dalam, agar padi yang ditanam tidak mudah roboh sehingga menghambat pergerakan ikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cepat beranak (bertunas), untuk menghindari keterlambatan pertumbuhan tunas akibat genangan air.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batang kuat dan tidak mudah reba, untuk menghindari pertumbuhan batang yang lemah akibat serapan air ketanaman yang cukup tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahan genangan pada awal pertumbuhan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daun tegak untuk memperbanyak sinar matahari yang dapat diterima oleh permukaan daun, sehingga proses fotosintesis lebih baik dan pertumbuhan padi akan meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahan hama dan penyakit.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Perhatikan teknik pembuatan parit (caren)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada berfungsi sebagai tempat penampungan air pada saat berlangsung pemeliharaan ikan. Parit dibuat sebelum pengolahan tanah terakhir (perataan tanah) fungsi parit adalah :&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Melindungi ikan dari kekeringan pada saat terjadi kebocoran ;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memudahkan panen ikan ;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tempat memberi makan ikan ;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memudahkan ikan bergerak keseluruh petakan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pemilihan Benih Ikan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kondisi perairan pada lahan sawah mengandung resiko ekologis yang tinggi bagi usaha budidaya ikan yaitu fluktuasi pasok dan mutu air. Sehingga pada kegiatan ini perlu dilakukan pemilihan benih yang unggul yaitu tahan terhadap goncangan lingkungan dan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sistem Tanam Padi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Padi yang ditanam dengan model mina padi ada dua cara, yaitu : sistem tanam pindah biasa dan sistem tanam pindah legowo.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. sistem tanam pindah biasa&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jarak tanam 25 x 25 cm&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah bibit 2 - 3 batang per rumpun&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. sistem tanam pindah legowo&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tanam pindah sistem legowo 2 : , artinya dua baris ditanami dan dua baris kosong secara berselang - selang ;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ruang terbuka 50% dari total luas pertanaman ;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jarak tanam 25 x 25 cm.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Penebaran Benih Ikan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penebaran benih ikan dilakukan 30 hari setelah penanaman padi dengan tujuan untuk menghindari obat-obatan atau pupuk. Padat penebaran yang dilakukan di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLPUPPB) Karawang pada umumnya 100 ekor/m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6. Pemeliharaan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lama pemeliharaan ikan pada sistem minapadi tergantung pada ukuran benih ddan besarnya ikan yang akan dipanen. Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang melakukan kegiatan budidaya ikan (Pendederan) nila atau ikan mas selama 40 - 60 hari masa pemeliharaan. Selama masa pemeliharaan ikan, ketersediaan pakan alami diupayakan selalu tersedia, oleh karena itu upaya penyuburan sawah dengan pupuk organik dapat dilakukan. Selain mengandalkan pakan alami pada masa pemeliharaan ikan ini juga dilakukan pemberian pakan buatan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemeliharaan padi dilakukan dengan beberapa kegiatan, diantaranya penyiangan, penyulaman tanaman padi yang mati dengan cara menyulam dari bibit yang telah disediakan/dicadangkan, serta pemupukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7. Panen Ikan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Panen ikan dilakukan setelah mencapai umur pemeliharaan ikan untuk memudahkan panen, keluarkan air dari pelataran sawah secara berangsur-angsur hingga air tersisa pada parit/caren. Setelah ikan berkumpul di saluran keliling/caren, selanjutnya ikan ditangkap dan dimasukkan kedalam tampungan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemanenan padi pada sistem mina padi sama seperti permanenan pada penanaman monokultur. Permanenan padi dilakukan setelah gabah masak merata dengan menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi rontoknya bulir padi sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keragaan hasil Padi dan Ikan pada Budidaya Minapadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;No&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Uraian &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Produksi &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Harga (Rp) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Jumlah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Produksi gabah (kg/Ha)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4400 kg &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2800 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 12.320.000&lt;br /&gt;&amp;nbsp;2&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Produksi Ikan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 720 kg &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 15000 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10.800.000&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jumlah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 23.120.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-3164274685432815402?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/3164274685432815402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=3164274685432815402&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3164274685432815402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3164274685432815402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/kiat-sukses-minapadi.html' title='Kiat Sukses Minapadi'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-4865587121725555210</id><published>2010-06-16T01:03:00.000+07:00</published><updated>2010-06-16T01:03:43.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>NOAA Opens Fishing Area In Gulf</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;US - NOAA has opened 339 square miles of previously closed fishing area off the Florida panhandle – the northern boundary now ends at the Florida federal-state water line on the east side of Choctawhatchee Bay.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This area was initially closed on June 5 as a precaution because oil was projected to be within the area over the next 48 hours. However, the review of satellite imagery, radar and aerial data indicated that oil had not moved into the area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The federal closed area does not apply to any state waters. Closing fishing in these areas is a precautionary measure to ensure that seafood from the Gulf will remain safe for consumers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The closed area now represents 78,264 square miles, which is approximately 32 per cent of Gulf of Mexico federal waters. This leaves approximately 68 per cent of Gulf federal waters available for fishing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The last closed area modification was June 5, when 78,603 square miles were closed to fishing, or roughly 33 per cent of federal waters of the Gulf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Federal and state governments have systems in place to test and monitor seafood safety, prohibit harvesting from affected areas and keep oiled products out of the marketplace. NOAA continues to work closely with the U.S. Food and Drug Administration and the states to ensure seafood safety, by closing fishing areas where tainted seafood could potentially be caught, and assessing whether seafood is tainted or contaminated to levels that pose a risk to human health. NOAA and FDA are implementing a broad-scaled seafood sampling plan. The plan includes sampling seafood from inside and outside the closure area, as well as market-based sampling.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;TheFishSite News Desk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-4865587121725555210?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/4865587121725555210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=4865587121725555210&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4865587121725555210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4865587121725555210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/noaa-opens-fishing-area-in-gulf.html' title='NOAA Opens Fishing Area In Gulf'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-337554288739372892</id><published>2010-06-15T18:14:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T18:14:43.015+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Beberapa Aspek Penting Dalam Usaha Perikanan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBUliekkiJI/AAAAAAAAAQE/VQpBo7X_PRk/s1600/benihikanku.blogspot.com--aspek+penting.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBUliekkiJI/AAAAAAAAAQE/VQpBo7X_PRk/s320/benihikanku.blogspot.com--aspek+penting.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Semuanya mempunyai aspek penting yang layak untuk diketahui oleh mereka yang berminat untuk terjun ke dalam usaha ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa aspek penting tersebut adalah aspek pasar, manajemen produksi, sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA) dan modal. Kelima aspek ini mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. ASPEK PASAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa poin didalam aspek ini yang harus diketahui oleh para pelaku usaha perikanan dan calon pelaku usaha perikanan adalah gambaran yang jelas tentang volume permintaan, waktu permintaan dan sistem pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga hal ini harus diperoleh dalam keadaan yang jelas, lengkap dan terprediksi dengan baik dikarenakan aspek pasar ini akan berpengaruh langsung terhadap manajemen produksi, kemampuan sumber daya manusia, daya dukung sumber daya alam dan sistem permodalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. MANAJEMEN PRODUKSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua gambaran tentang aspek pasar diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah menciptakan manajemen produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini penting untuk dilakukan supaya para pelaku dan calon pelaku usaha perikanan bisa mendapatkan senjata untuk menghadapi kondisi pasar kedepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa komponen yang termasuk didalam manajemen produksi adalah skala usaha, teknologi yang akan digunakan dan penetapan sistem tebar panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDM merupakan salah satu aspek penting dalam usaha perikanan, terutama terkait dengan penguasaan teknis dan manajerial usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelaku dan calon pelaku usaha perikanan harus memiliki kemampuan untuk menguasai manajemen produksi secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis tindakan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan SDM diberbagai tingkatan harus selalu dilakukan agar performa puncak dapat segera tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapaun beberapa kemampuan dari SDM yang harus bisa ditingkatkan adalah produktivitas dan efisiensi kerja, kemampuan dalam hal berkomunikasi, kemampuan dalam hal kerja tim, kemampuan dalam hal memanfaatkan setiap peluang usaha serta pengembangan sikap dan mental yang lebih positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. SUMBER DAYA ALAM (SDA)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa komponen yang tercakup didalam aspek SDA adalah masalah ketersediaan lahan dan air berstatus memenuhi syarat baik itu dlam hal kuantitas dan kualitas, stok ikan dilaut dan perairan umum, iklim, topografi lahan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kesesuaian SDA dapat dibagi ke dalam 3 kategori, yaitu sangat sesuai, sesuai dan tidak sesuai. Salah satu perbedaan yang dapat diamati diantara ke 3 kategori ini adalah masalah besar kecilnya biaya investasi yang harus disiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada SDA dengan kategori sangat sesuai, biaya investasi yang harus dikeluarkan akan jauh lebih kecil daripada SDA dengan kategori sesuai atau tidak sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. MODAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen produksi yang diterapkan didalam sebuah usaha perikanan pada akhirnya nanti akan berdampak pada hal besar kecilnya modal yang harus disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem permodalan harus disesuaikan dengan manajemen produksi yang akan diterapkan setelah memperhatikan juga aspek pasar, SDM dan SDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan modal adalah melalui berbagai macam lembaga keuangan maupun dari pihak investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi singkat mengenai aspek – aspek penting didalam usaha perikanan ini disampaikan dengan harapan agar para pelaku dan calon pelaku usaha perikanan dapat lebih meminimalkan setiap resiko yang akan terjadi kedepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga siap dalam menghadapi setiap kendala yang datang menghadang serta dapat menjadikan usaha perikanan sebagai usaha yang menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu lama dan tahan banting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Info Agribisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-337554288739372892?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/337554288739372892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=337554288739372892&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/337554288739372892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/337554288739372892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/beberapa-aspek-penting-dalam-usaha.html' title='Beberapa Aspek Penting Dalam Usaha Perikanan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBUliekkiJI/AAAAAAAAAQE/VQpBo7X_PRk/s72-c/benihikanku.blogspot.com--aspek+penting.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-1378128585087958552</id><published>2010-06-15T18:09:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T18:09:22.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Maluku Jadi Lumbung Perikanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah akan menjadikan Maluku sebagai lumbung perikanan nasional. Pencanangan tersebut akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat puncak pelaksanaan Sail Banda 2010 mendatang. Pencanangan ini sekaligus untuk mendukung kemajuan pembangunan nasional khususnya di wilayah Indonesia bagian Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan, potensi perikanan di Maluku dan Maluku Utara sangat besar. Sehingga pemerintah berencana menjadikan daerah tersebut sebagai pusat penghasil ikan. "Akan diresmikan langsung Presiden 3 Agustus mendatang," kata Agung usai rapat koordinasi tingkat menteri membahas Sail Banda 2010 di Jakarta, kemarin (11/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai persiapan Sail Banda, mantan ketua DPR ini mengatakan, sudah mencapai 90 persen. Rencananya, panitia pelaksana dari pusat akan meninjau langsung kesiapan Sail Banda akhir bulan ini. Agung mengatakan, dalam pelaksanaan acara yang diikuti puluhan perwakilan negara ini menghabiskan dana Rp I6I miliar. Dana tersebut berasaldari sejumlah kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaannya. "Diharapkan lewat ajang internasional ini, citra Maluku seagai daerah yang aman, damai, dan sejahtera bisa terwujud," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menambahkan, potensi hasil laut di Maluku sekarang ini bisa mencapai 13-1,4 juta ton per hari. Hanya, pemanfaatannya hingga kini belum maksimal. Setiap han baru mencapai 200 ribu ton. "Dengan pencangan sebagai lumbung perikanan nasional, maka potensi yang diharapkan mencapai 11 juta per hari pada 2011 mendatang," tukasnya (edi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-1378128585087958552?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/1378128585087958552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=1378128585087958552&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1378128585087958552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1378128585087958552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/maluku-jadi-lumbung-perikanan.html' title='Maluku Jadi Lumbung Perikanan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-6449076141593909015</id><published>2010-06-15T12:08:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T12:08:15.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Pasar Timur Tengah menguat : Penelitian sumber daya tuna di Samudra Hindia digiatkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasar produk perikanan nasional ke Timur Tengah menguat dengan peningkatan penjualan antarka-wasan itu sebesar 35% dalam 3 bulan pertama 2010, khususnya di lima negara utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima negara yang mencatat permintaan terbesar atas produk perikanan asal Indonesia itu adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Yemen, dan Iran."Produk perikanan Indonesia yang diekspor ke Timur Tengah meningkat tajam sebesar 35% sepanjang Januari-Maret 2010 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ujar Direktur Pemasaran Luar Negeri pada Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P. Hutagalung kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan beberapa produk yang populer adalah tuna beku, precooked loin tuna, udangbeku, ikan hias, kerupuk ikan, cumi-cumi, lobster, bandeng dan olahan ikan kering.Total ekspor perikanan dalam 3 bulan pertama tahun ini mencapai US$22,3 juta, atau naik dibandingkan dengan periode yangsama pada 2009 yang tercatat sebesar US$16,4 juta.Karena itu, fokus pada tahun ini adalah meningkatkan pangsa pasar melalui fasilitas promosi dagang, meningkatkan kontrak dagang, dan kerja sama denganpusat promosi dagang di kawasan tersebut.Dia mengakui saat ini masih terdapat hambatan tarif yang diberlakukan sebesar 25%-40% dan mekanisme pembayaran produk ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kerja sama Australia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kerja sama perdagangan dengan Timur Tengah, Indonesia juga melanjutkan kerja sama dengan Australia terkait dengan pengelolaan sumber daya tuna yang makin terbatas di perairan dua negara.Kepala Pusat Kerjasama Internasional dan Antar Lembaga (Puskita) Kementerian Kelautan dan Perikanan Anang Nugroho menyalakan dua negara akan melakukan pembahasan mengenai berbagai kegiatan kerja sama, termasuk di dalamnya penelitian, pengembangan sumber daya manusia, karantina, pengawasan mutu, penanggulangan illegal fishing dan pelestarian perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam penelitian disepakati untuk mengkaji keberadaan atau stok sumber daya ikan di wilayah penangkapan nelayan tradisional di Pulau Pasir atau Ashmore Reef, dan kondisi perikanan jaring lingkar serta penggunaan alat bantu penangkapan ikan ataufish aggregation dnncv meliputi rumpon terhadap penangkapan ikan tuna." ujarmya.Dia mengatakan dari diskusi di Australia itu diketehui sumber daya tuna di Samudera Indonesia telah menurun jumlahnya.Hal tersebut, katanya, terlihat dari ukuran ikan yang ditangkap semakin kecil, daerah penangkapan semakin jauh ke selatan, don hook rate atau tingkat hasil tangkapan per-seratus mata pancing yang semakin sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anang menambahkan kondisi yang mengancam kelestarian sumber daya tuna lebih patah lagi adalah penangkapan menggunakan kapal purse xfite v.ing dilengkapi dengan rumpon.Kepala Pusat Riset Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Purwanto menambahkan pada pertemuan antara perwakilan Indonesia-Australia itu disimpulkan perlu segera dilakukan penelitian serius mengenai dampak pemakaian kapal purse sane don rumpon lerhadap stok tuna."Jangan sampai malapetaka habisnya ikan kecil oleh rumpon dan jaring purse seine di Laut Jawa berulang pada perikanan tuna," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-6449076141593909015?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/6449076141593909015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=6449076141593909015&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6449076141593909015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6449076141593909015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/pasar-timur-tengah-menguat-penelitian.html' title='Pasar Timur Tengah menguat : Penelitian sumber daya tuna di Samudra Hindia digiatkan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-4544819836987883585</id><published>2010-06-15T11:04:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T11:04:12.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Bali Bertekad Tingkatkan Konsumsi Ikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai dengan tahun 2009, rata-rata tingkat&amp;nbsp; konsumsi ikan nasional telah mencapai 30,17 kg/kapita.&amp;nbsp; Hal itu masih di bawah anjuran konsumsi ikan menurut pola pangan harapan yaitu sebesar 31,40 kg/kapita/tahun. Kondisi tersebut mendorong kegiatan peningkatan dan pemerataan konsumsi ikan perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Demikian diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad ketika membuka acara Pencanangan dan Kampanye Gerakan Makan Ikan di Art Center, Denpasar, Propinsi Bali (13/06)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan itu, untuk mendorong peningkatan dan pemerataan konsumsi ikan nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menginisiasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).&amp;nbsp; Meningkatkan kebutuhan ikan dapat mendorong tercipta Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Fadel mengatakan, persoalan yang kita hadapi saat ini bahwa Indonesia belum dapat secara optimal memanfaatkan potensi sumber daya ikan untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. Ini tercermin dari tingkat konsumsi ikan yang belum merata di seluruh wilayah serta sesuai dengan yang dianjurkan oleh pola pangan harapan yaitu 31,40 kg/kapita/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, KKP harus terlibat aktif dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional karena: Pertama, ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak atas pangan yang merupakan salah satu utama hak azasi manusia; Kedua, merupakan pendukung terwujudnya ketahanan nasional; dan Ketiga, menjadi modal pembentukan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas mandiri dan sejahtera.&lt;br /&gt;Bertepatan dengan Festival Budaya Bali Ke-32, Kementerian Kelautan dan Perikanan berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan kampanye dan Pencanangan GEMARIKAN di Provinsi Bali.&amp;nbsp; Melalui hal itu, diharapkan terwujud peningkatan pemahaman masyaraka tentang pentingnya mengkonsumsi ikan dan GEMARIKAN dapat&amp;nbsp; dilaksanakan diseluruh wilayah Bali yang saat ini tingkat konsumsi ikannya baru mencapai 21,02 kg/kapita/tahun (berdasarkan angka susenas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye dan pencangan GEMARIKAN di Bali diperkirakan akan&amp;nbsp; dihadiri lebih dari 800 orang yang terdiri atas siswa/i sekolah dasar dan masyarakat umum.&amp;nbsp; Diharapkan para peserta yang hadir mengetahui ikan, kandungan gizinya dan manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian kegiatan Kampanye dan Pencangan GEMARIKAN di Bali terdiri atas&amp;nbsp; Sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sambutan dan Pencanangan GEMARIKAN di Provinsi Bali oleh Gubernur Bali, Ceramah Manfaat Makan Ikan, Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Bali yang diikuti oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota seluruh Bali, serta Sosialisasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-4544819836987883585?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/4544819836987883585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=4544819836987883585&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4544819836987883585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4544819836987883585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/bali-bertekad-tingkatkan-konsumsi-ikan.html' title='Bali Bertekad Tingkatkan Konsumsi Ikan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-1700680971864160792</id><published>2010-06-14T20:12:00.000+07:00</published><updated>2010-06-14T20:12:43.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Fish go to School</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBYqjUPJLVI/AAAAAAAAAQQ/d3-TX6iLvvk/s1600/benihikanku.blogspot.com---fish+goi+to+school.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBYqjUPJLVI/AAAAAAAAAQQ/d3-TX6iLvvk/s320/benihikanku.blogspot.com---fish+goi+to+school.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Canastota High School science teacher Paula Burnor is pictured with students and their “pet” project: Trout in the Classroom&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madison County Trout Unlimited’s Chapter 680 held a recent meeting at Canastota High School. The location was chosen because of the work of science teacher Paula Burnor, advisor for the school’s Trout in the Classroom project.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is their second year in the program, following up last year’s program, which was very successful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burnor presented a short slideshow of the group visiting Morrisville State College’s aquaculture program and obtaining the eggs of the fish for the program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The students “stripped” the female fish of their eggs and stripped the male of their milt, combining them in a container and stirring them with a turkey feather to “fertilize” the eggs. Later they were given the eggs to be brought back to their “chiller” that was set up in the classroom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In time, the eggs hatched into the first stages of the fish. Some did not survive, but many did.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She told us about some problems they encountered and what the students’ responsibilities had been in caring for the fish, such as monitoring the feeding schedules, pH levels and cleaning of the chiller, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A couple of students were present to tell their part in the process; one student expressed a possibility of making this a career. A question-and-answer period followed the discussion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This year’s eggs were brook trout. Last year’s eggs were brown trout. This batch’s growth was about one- to one-and-a-quarter inches in length. Burnor said the current fish were as long now as when they released them in the creek last May.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burnor talked about a situation where the fish were not growing. She contacted a person who had done the TIC program before and was told the fish were starving and that the fry would have large bellies when they were fed the correct amount of food.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The program was well-presented and hopefully will eventually provide a few brookies to catch and release.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Aquaculture News&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-1700680971864160792?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/1700680971864160792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=1700680971864160792&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1700680971864160792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1700680971864160792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/fish-go-to-school.html' title='Fish go to School'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBYqjUPJLVI/AAAAAAAAAQQ/d3-TX6iLvvk/s72-c/benihikanku.blogspot.com---fish+goi+to+school.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-1809456790197656136</id><published>2010-06-14T19:54:00.000+07:00</published><updated>2010-06-14T19:54:38.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Bangun Pelabuhan Ikan, Pemerintah Akan Lobi Jepang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kementerian Kelautan dan Perikanan butuh dana lebih dari Rp 3 triliun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewujudkan pembangunan dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saja memang tidak cukup. Pemerintah perlu mencari investor untuk menutup kebutuhan pembiayaan. Inilah yang tengah dilakukan Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk merealisasikan proyek pelabuhan ikan terluar atau outer ring fishing port.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian yang dipimpin Fadel Muhammad tersebut membidik pendanaan dari Japan Bank International Cooperation (JBIC). Berapa nilai pinjaman yang diincar, Fadel belum bisa memastikan. Sebab, kajian atau studi proyek ini belum rampung. Jika proposalnya sudah selesai, pemerintah baru bisa menghitung porsi dana investor dan yang mesti ditanggung pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadel menargetkan, proposal proyek outer ring fishingport bisa diajukan ke JBIC pada September 2010 mendatang. "Pada bulan itu, tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan akan berkunjung ke Jepang untuk menyampaikan ide tersebut," ujar Fadel, akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Kelautan dan Perikanan mencari sumber pembiayaan dari JBIC lantaran lembaga tersebut memang paling berminat untuk membiayai proyek infrastruktur, termasuk outer ring fishing port tersebut "Sejauh ini baru JIBC yang menunjukkan ketertarikan," imbuh mantan Gubernur Gorontalo itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bangun 12 pelabuhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan outer ring fishiiig port merupakan konsep baru Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam proyek tersebut, investor tidak hanya membangun pelabuhan saja, tapi juga industri pengolahan ikan.Kementerian Kelautan&amp;nbsp; dan Perikanan mematok target pembangunan 12 outer ring fishing port di luar Pulau Jawa, khususnya kawasan timur Indonesia, tahun ini. "Kalau di Pulau Jawa semua sudah jadi dan tinggal ditingkatkan saja," kata Fadel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Indonesia timur yang akan menjadi lokasi pembangunan pelabuhan ik-kan terpadu itu adalah Maluku, Maluku Utara, dan Papua, terutama Kabupaten Merauke. Setelah proyek di wilayah timur rampung, baru pemerintah membangun pelabuhanserupa di daerah Sumatera seperti di Mentawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya pembangunan pelabuhan ikan terluar ini memang tidak murah. Fadel mengungkapkan, untuk setiap lokasi, pembangunan pelabuhan itu bisa menelan biaya antara USS 20 juta-US$ 25 juta atau sekitar Rp 185 miliar. Anggaran belanja Kementerian Kelautan dan Perikanan yang cuma Rp 3,4 triliun tentu tidak cukup untuk mendanai proyek tersebut. "Total, kita butuh lebih dari Rp 3 triliun," kata Fadel. Itu sebabnyam, ia berharap, JBIC bisa menanggung porsi pembiayaan pembangunan outer ring fishing port sekitar 85%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya JBIC atau investor lainnya berminat, Fadel menambahkan, pemerintah berjanji akan mengupayakan perbaikan jalan menuju pelabuhan ikan. Pemerintah juga menjanjikan kemudahan dalam proses perizinan termasuk dari sisi fiskal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-1809456790197656136?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/1809456790197656136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=1809456790197656136&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1809456790197656136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1809456790197656136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/bangun-pelabuhan-ikan-pemerintah-akan.html' title='Bangun Pelabuhan Ikan, Pemerintah Akan Lobi Jepang'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-8088432313252321457</id><published>2010-06-14T13:51:00.000+07:00</published><updated>2010-06-14T13:51:25.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Cara penilaian Tentang  Layak Tidaknya Suatu Usaha Perikanan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBUjKUFyw6I/AAAAAAAAAP8/eAd-TFJ2A2w/s1600/benihikanku.blogspot.com---penimbangan.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBUjKUFyw6I/AAAAAAAAAP8/eAd-TFJ2A2w/s320/benihikanku.blogspot.com---penimbangan.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; Dalam usaha perikanan yang diharapkan oleh para usaha haruslah dapat menghasilkan keuntungan yang selalu meningkat dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk mengetahui layak atau tidaknya sebuah usaha perikanan untuk dijalankan, Anda dapat melakukan sebuah tindakan yang biasa disebut dengan analisa usaha perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa usaha bisa diartikan sebagai cara untuk mengetahui tingkat kelayakan sebuah jenis usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa tinggikah tingkat keuntungan yang dihasilkan dan berapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi maupun titik impasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui hal tersebut diatas, berbagai macam tindakan antisipasi dalam rangka untuk memperbaiki dan meningkatkan keuntungan juga dapat dilakukan apabila Anda melakukan tindakan analisa usaha ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses analisa usaha dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode atau cara. Berikut ini adalah beberapa poin yang harus dapat dihitung dan diketahui secara pasti, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ANALISIS LABA / RUGI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya keuntungan atau kerugian dari usaha perikanan yang akan dikelola. Pada dasarnya, sebuah usaha dinyatakan untung apabila nilai penerimaan lebih besar daripada total pengeluaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumus : Laba / Rugi = Penerimaan – Total Biaya ( Tetap + Variabel )&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;REVENUE COST RATIO ( R / C )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dilakukan dengan tujuan untuk melihat keuntungan relatif dalam sebuah usaha perikanan yang diperoleh dalam tahun terhadap biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha perikanam tersebut. Pada dasarnya, sebuah usaha dikatakan layak apabila nilai R / C lebih besar daripada 1 dikarenakan hal ini menggambarkan semakin tinggi nilai R / Cnya maka tingkat keuntungan suatu usaha juga akan semakin tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Rumus : R / C = Penerimaan : Total Biaya ( Tetap + Variabel )&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PAYBACK PERIOD ( PP )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan semua biaya investai yang telah dikeluarkan untuk sebuah usaha perikanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumus : PP = ( Total Investasi x 1 tahun ) : Keuntungan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BREAK EVENT POINT ( BEP )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui berapa batas nilai produksi atau besarnya volume produksi sebuah usaha perikanan untuk mencapai titik tidak untung maupun tidak rugi ( impas ). Pada dasarnya, sebuah usaha dinyatakan layak apabila nilai BEP produksi lebih besar daripada jumlah unit yang sedang diproduksi saat itu atau BEP harganya lebih kecil daripada harga yang sedang berlaku saat itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumus : BEP produksi = Total Biaya : Total Produksi, atau BEP harga = Total Biaya : Harga Penjualan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tidak ingin menyesal dikarenakan harus kehilangan banyak uang karena investasi yang salah atau usaha Anda bangkrut ditengah jalan, segeralah lengkapi rak buku Anda dengan buku – buku yang ada kaitannya dengan masalah keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Info Agribisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-8088432313252321457?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/8088432313252321457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=8088432313252321457&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8088432313252321457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8088432313252321457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/cara-penilaian-tentang-layak-tidaknya.html' title='Cara penilaian Tentang  Layak Tidaknya Suatu Usaha Perikanan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBUjKUFyw6I/AAAAAAAAAP8/eAd-TFJ2A2w/s72-c/benihikanku.blogspot.com---penimbangan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-9035711992358056800</id><published>2010-06-14T10:51:00.000+07:00</published><updated>2010-06-14T10:51:02.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Budidaya Ikan Gabus</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJ2cCtp5rI/AAAAAAAAAOY/6e_lO6uKJWA/s1600/benihikanku.blogspot.com-ikan+gabus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="162" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJ2cCtp5rI/AAAAAAAAAOY/6e_lO6uKJWA/s320/benihikanku.blogspot.com-ikan+gabus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Chana striata&lt;/i&gt; (Bloch, 1793)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Chevron Snakehead&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang tidak tahu ikan gabus ? Ikan yang sering menjadi buruan para pembudidaya ikan karena salah satu predator yang meresahkan, kini semakin marak dibudidayakan karena daging ikan gabus memiliki kelezatan tersendiri yang tidak sama dengan ikan lainnya. Ikan gabus banyak dicari oleh pembeli karena tekstur dagingnya yang padat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata ikan gabus adalah ikan asli Indonesia. Hidup di perairan sekitar kita, di rawa, di waduk dan di sungai-sungai yang airnya tenang. Namun ikan gabus yang bisa dibeli di pasar-pasar dan warung-warung, kemungkinan besar dari Kalimantan. Karena pulau itulah yang kini menjadi pemasok terbesar untuk pasar-pasar seluruh Indonesia. Namun sayang, populasi ikan gabus di alam sudah mulai berkurang, sehingga budiadaya ikan ini perlu dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk pada cara budidayanya alangkah baiknya kita mengetahui tentang biologinya, terutama habitat, kebiasaan hidup, kebiasaan makan dan sistematikanya. Di Kalimantan, ikan gabus banyak ditemukan di rawa-rawa daerah pedalaman, hidup di dasar perairan yang dangkal, bersifat carnivor atau pemakan daging, terutama ikan-ikan kecil yang mendekatinya. Ikan gabus bersifat musiman, memijah pada musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sistematika, seorang ahli perikanan, Kottelat (1993) memasukan kedalam : Kelas : Pisces; Ordo : Labyrinthycy; Famili : Chanidae; Genus : Channa; Spesies : Channa striata; sinonim dengan Ophiochephalus striatus. Ikan gabus memiliki nama lain, yaitu gabus isilah Indonesia, Haruan merupakan nama daerah Kalimantan. Sedangkan dalam Bahasa Inggeri disebut Snaka Head Fish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beda jantan dan betina&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantan dan betina ikan gabus bisa dibedakan dengan mudah. Caranya dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening. Betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan dan harus sudah mencapai 1 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemijahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemijahan dilakukan dalam bak beton atau fibreglass. Caranya, siapkan sebuah bak beton ukuran panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 4 hari; masukan air setinggi 50 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan; sebagai perangsang pemijahan, masukan eceng gondok hingga menutupi sebagian permukaan bak; masukan masukan 30 ekor induk betina; masukan pula 30 ekor induk jantan; biarkan memijah; ambil telur dengan sekupnet halus; telur siap untuk ditetaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui terjadinya pemijahan dilakukan pengontrolan setiap hari. Telur bersifat mengapung di permukaan air. Satu ekor induk betina bisa menghasilkan telur sebanyak 10.000 – 11.000 butir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penetasan telur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetasan telur dilakukan di akuarium. Caranya : siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air bersih setinggi 40 cm; pasang dua buah titik aerasi dan hidupkan selama penetasan; pasang pula pemanas air hingga bersuhu 28 O C; masukan telur dengan kepadatan 4 – 6 butir/cm2; biarkan menetas. Telur akan menetas dalam waktu 24 jam. Sampai dua hari, larva tidak perlu diberi pakan, karena masih menyimpan makanan cadangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemeliharaan larva&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan larva dilakukan setelah 2 hari menetas hingga berumur 15 hari, dalam akuarium yang sama dengan kepadatan 5 ekor/liter. Kelebihan larva bisa dipelihara dalam akuarium lain. Pada umur 2 hari, larva diberi pakan berupa naupli artemia dengan frekwensi 3 kali sehari. Dari umur 5 hari, larva diberi pakan tambahan berupa daphnia 3 kali sehari, secukupnya. Untuk menjaga kualitas air, dilakukan penyiponan, dengan membuang kotoran dan sisa pakan dan mengganti dengan air baru sebanyak 50 persen. Penyiponan dilakukan 3 hari sekali, tergantung kualitas air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendederan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendederan I ikan gabus dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 200 m2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 - 7 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 4.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Depatemen Kelautan dan Perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-9035711992358056800?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/9035711992358056800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=9035711992358056800&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/9035711992358056800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/9035711992358056800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/budidaya-ikan-gabus.html' title='Budidaya Ikan Gabus'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJ2cCtp5rI/AAAAAAAAAOY/6e_lO6uKJWA/s72-c/benihikanku.blogspot.com-ikan+gabus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-6473733987127707958</id><published>2010-06-13T19:56:00.000+07:00</published><updated>2010-06-13T19:56:06.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Usaha Perikanan, Siapa Takut ?? Pemerintah Mendukung Kita</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBPXcSSYEMI/AAAAAAAAAPQ/l5Ae2OmVmL4/s1600/benihikanku.blogspot.com---FIL10914.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBPXcSSYEMI/AAAAAAAAAPQ/l5Ae2OmVmL4/s320/benihikanku.blogspot.com---FIL10914.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Salah satu bentuk kemauan politik dari pemerintah yang ditujukan untuk memajukan sektor perikanan dan kelautan adalah dengan dibentuknya Departemen Kelautan dan Perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen ini dibentuk secara khusus hanya untuk menangani semua permasalahan perikanan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, berbagai macam perundang – undangan telah banayak dikeluarkan utnuk memberikan payung hukum bagi proses pembangunan sektor perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam usaha perikanan, pelaku dan calon pelaku memang membutuhkan berbagai informasi mengenai kebijakan (aspek legal) tentang pembangunan dan pengembanagan sektor perikanan, usaha perikanan dan perizinannya, tata ruang, agraria dan lingkungan, kewenangan pemerintah, peraturan dan pungutan, penggunaan tenaga kerja, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejelasan dan transparansi mengenai berbagai aturan ini akan bisa memberikan kepastian dan keamanan dalam hal berusaha bagi para pelaku dan calon pelaku dari usaha perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, pemahaman yang baik tentang aspek tersebut akan dapat menuntun para pelaku dan calon pelaku dalam meniti langkah – langkah hukum pendirian maupun pelaksanaan usaha perikanan secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan disajikan daftar kebijakan pemerintah untuk sektor perikanan dan kebijakan lainnya yang baik secara langsung maupun tidak akan saling terkait :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Undang - undang nomer 31 tahun 2004, tentang Perikanan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Undang - undang nomer 24 tahun 1992, tentang Penataan Ruang.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Undang - undang nomer 6 tahun 1968 jo nomer 12 tahun 1970, tentang Penanaman Modal Dalam Negeri.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Undang - undang nomer 1 tahun 1967 jo nomer 11 tahun 1970, tentang Penanaman Modal Asing.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Undang - undang nomer 32 tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6. Undang - undang nomer 12 tahun 1957, tentang Peraturan Retribusi Daerah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7. Undang - undang nomer 5 tahun 1960, tentang Pokok – Pokok Agraria.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8. Undang - undang nomer 20 tahun 1997, tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 9. Undang - undang nomer 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 10. Undang - undang nomer 23 tahun 1997, tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 11. Peraturan Pemerintah nomer 25 tahun 2000, tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenagan Propinsi Sebagai Daerah Otonom.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 12. Peraturan Pemerintah nomer 54 tahun 2002, tentang Usaha Perikanan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 13. Peraturan Pemerintah nomer 15 tahun 1990, tentang Perizinan Usaha Perikanan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 14. Peraturan Pemerintah nomer 20 tahun 1994, tentang Pemilikan Saham Dalam Perusahaan Yang Didirikan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 15. Keputusan Presiden nomer 8 tahun 1975, tentang Pungutan Perusahaan dan Pungutan Hasil Perikanan Bagi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri di Bidang Perikanan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 16. Keputusan Presiden nomer 23 tahun 1982, tentang Pengembangan Budidaya Laut Di Perairan Indonesia.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 17. Keputusan Presiden nomer 75 tahun 1995, tentang Penggunaan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 18. Keputusan Menteri Pertanian nomer 815 tahun 1990, tentang Perizinan Usaha.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 19. Keputusan Menteri Pertanian nomer 428 tahun 1999, tentang Perizinan Usaha ( Penyempurnaan ) Izin Usaha Perikanan ( IUP ).&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 20. Keputusan Menteri Pertanian nomer 473 tahun 1982, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan Budi Daya Laut di Indonesia.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 21. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 2 tahun 2004, tentang Perizinan Usaha Pembudidayaan Ikan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 22. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 9 tahun 2002, tentang Intensifikasi Pembudidayaan Ikan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 23. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 34 tahun 2002, tentang Pedoman Umum Penataan Ruang Pasir.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 24. Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomer 1 tahun 1997, tentang Dana Pengembangan Keahlian dan Ketrampilan ( Skill Development Fund ) Tenaga Kerja Indonesia.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; 25. Perda – perda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-6473733987127707958?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/6473733987127707958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=6473733987127707958&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6473733987127707958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/6473733987127707958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/usaha-perikanan-siapa-takut-pemerintah.html' title='Usaha Perikanan, Siapa Takut ?? Pemerintah Mendukung Kita'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBPXcSSYEMI/AAAAAAAAAPQ/l5Ae2OmVmL4/s72-c/benihikanku.blogspot.com---FIL10914.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-1815785110515708208</id><published>2010-06-13T19:32:00.000+07:00</published><updated>2010-06-13T19:32:37.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Aquaculture expected to become ‘dominant'</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJjYCJ7raI/AAAAAAAAANg/pOXZj17l8gU/s1600/2000.photo.2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJjYCJ7raI/AAAAAAAAANg/pOXZj17l8gU/s320/2000.photo.2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;ON THE final day of the AquaVision conference in Stavanger, Norway, Professor Frank Asche said he expected aquaculture to become the dominant seafood supplier within a decade or two.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Asche, who reached his conclusion by drawing together results from worldwide market research, said: “The potential for increased production seems larger for aquaculture than other food-producing technologies.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Asche, who was the co-author of an article on sustainability and global seafood in Science earlier this year, said he expected aquaculture to achieve its dominance through long-term growth without damaging the ecosystems in which it operates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“There is nothing inherently unsustainable with aquaculture, as long as the producers choose to operate on a sustainable basis,” he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also on the conference’s last day, the AquaVision Innovation Award was presented to Australian firm Marine Inspector &amp;amp; Cleaner for their revolutionary new method for cleaning fish farm nets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marine Inspector &amp;amp; Cleaner’s totally new cleaning device for nets, easily operated by one person, is a longed-for invention for fish farmers, it was said, as clean nets contribute to better health, fewer parasites and better fish growth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Due to the speed and ease of operation, nets can be cleaned on a regular basis, resulting in minimal fouling growth, said Dr Robert Kirschbaum of DSM, which set up the prize.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bringing the conference, attended by 340 delegates from 26 countries, to a close, Knut Nesse, executive vice-president of the Nutreco Aquaculture/Skretting Group, said: “Aquaculture is a winning industry, there is no doubt about that. Aquaculture is the blue revolution. We are able to supply a growing population with healthy food, but our industry is also fantastic if you look at value created.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Fish Farmer Magazine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-1815785110515708208?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/1815785110515708208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=1815785110515708208&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1815785110515708208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1815785110515708208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/aquaculture-expected-to-become-dominant.html' title='Aquaculture expected to become ‘dominant&apos;'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJjYCJ7raI/AAAAAAAAANg/pOXZj17l8gU/s72-c/2000.photo.2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-1258893011332203889</id><published>2010-06-13T15:57:00.000+07:00</published><updated>2010-06-13T15:57:12.486+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Ubur-Ubur Terbesar Di Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBSc3y1FuPI/AAAAAAAAAPY/ZLgTBH3MM7g/s1600/benihikanku.blogspot.com----nomurajellyfish.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBSc3y1FuPI/AAAAAAAAAPY/ZLgTBH3MM7g/s320/benihikanku.blogspot.com----nomurajellyfish.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Ubur-ubur Nomura adalah ubur-ubur Jepang yang sangat besar. Hal ini dalam ukuran yang sama kelas sebagai ubur-ubur Lionmane, cnidarian terbesar di dunia. Diameter ubur-ubur ini sedikit lebih besar daripada ketinggian rata-rata pria dewasa. Ukurannya adalah 2 meter (6 kaki 7 inci) dan beratnya mencapai 220 kg (sekitar 450 pon), Nomura's hidup terutama di perairan antara Cina dan Jepang, terutama di tengah Laut Kuning dan Laut Cina Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubur-ubur Nomura's telah melanda dan menyerang lautan Jepang dari 2005 sampai sekarang. Serangan yang tak sengaja dilakukan oleh makhluk semacam ini telah memotong industri perikanan daerah yang terkena bencana di Jepang serta mengganggu keseimbangan rantai makanan di laut. Setiap ubur-ubur bisa berat lebih dari 200 kg, dan perairan sekitar Jepang, telah dibanjiri dengan makhluk tahun ini. Para ahli percaya, cuaca dan kondisi air di laut cina sangat ideal untuk pertumbuhan ubur-ubur dalam beberapa bulan terakhir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBSc6fTUl9I/AAAAAAAAAPg/rOJ3C2UO0XQ/s1600/benihikanku.blogspot.com---giantjellyfish02.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBSc6fTUl9I/AAAAAAAAAPg/rOJ3C2UO0XQ/s320/benihikanku.blogspot.com---giantjellyfish02.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali terakhir Jepang mendapat kerusakan sangat besar akibat ubur-ubur ini adalah pada musim panas 2005, ratusan jala rusak, membuat ikan tidak termakan akibat gigitan beracun, dan bahkan menyebabkan cedera pada nelayan.Pukat nelayan Jepang ditenggelamkan oleh ubur-ubur raksasa, bahkan perahu nelayan berukuran 10 GT (gross ton) juga telah ditenggelamkan oleh ubur-ubur raksasa dari timur Jepang ini. Relatif sedikit yang diketahui tentang Nomura's, seperti mengapa beberapa tahun lalu melihat ribuan makhluk ini mengambang di laut Tsushima, tapi tahun lalu nyaris tidak ada penampakan. Pada tahun 2007 ada 15.500 laporan kerusakan perlengkapan memancing, dari makhluk ini. Para ahli percaya bahwa faktor utama semakin banyak kemunculan ubur-ubur di perairan Jepang mungkin karena menurunnya predator, termasuk kura-kura laut dan jenis ikan tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-1258893011332203889?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/1258893011332203889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=1258893011332203889&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1258893011332203889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1258893011332203889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/ubur-ubur-terbesar-di-dunia.html' title='Ubur-Ubur Terbesar Di Dunia'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBSc3y1FuPI/AAAAAAAAAPY/ZLgTBH3MM7g/s72-c/benihikanku.blogspot.com----nomurajellyfish.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-1960183957860925283</id><published>2010-06-13T02:12:00.000+07:00</published><updated>2010-06-13T02:12:57.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Mengenal Jenis-Jenis Usaha Perikanan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBPTxl_ma8I/AAAAAAAAAPI/e-Xk1ZAHyls/s1600/benihikanku.blogspot.com---perikanan.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBPTxl_ma8I/AAAAAAAAAPI/e-Xk1ZAHyls/s320/benihikanku.blogspot.com---perikanan.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Didalam dunia usaha perikanan dikenal 3 jenis bidang usaha, yaitu usaha perikanan tangkap, usaha perikanan budidaya atau akuakultur serta usaha perikanan pengolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing – masing jenis bidang usaha ini mempunyai karakteristik operasional produksi tersendiri yang akan berpengaruh langsung terhadap munculnya berbagai jenis biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sifatnya, secara umum biaya usaha terdiri dari 3 jenis, yaitu biaya investasi, biaya tetap serta biaya variabel. Berikut ini adalah uraian mengenai bentuk – bentuk pengeluaran yang terdapat diketiga jenis bidang usaha perikanan :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Usaha Perikanan Tangkap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha perikanan tangkap adalah sebuah kegiatan usaha yang berfokus untuk memproduksi ikan dengan cara menangkap ikan yang berasal dari perairan darat (sungai, muara sungai, danau, waduk dan rawa) atau dari perairan laut (pantai dan laut lepas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : usaha penangkapan ikan tuna, ikan sarden, ikan bawal laut dan lain – lain. Biaya – biaya yang muncul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya investasi, meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Pengadaan kapal atau perahu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Pengadaan mesin – mesin.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Pengadaan alat tangkap.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Pengadaan alat bantu penangkapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya tetap, meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Pembuatan SIUP.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Pembuatan Pas Biru.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Biaya perawatan kapal atau perahu, mesin, alat tangkap serta alat bantu penangkapan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Biaya penyusutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya variabel, meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Biaya pembelian oli.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Biaya pembelian BBM.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Biaya pembelian es batu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Biaya perbekalan melaut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Biaya retribusi pelelangan ikan hasil tangkapan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6. Biaya sistem bagi hasil. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Usaha Perikanan Budidaya atau Akuakultur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha perikanan budidaya atau akuakultur adalah sebuah kegiatan usaha yang bertujuan untuk memproduksi ikan dalam sebuah wadah pemeliharaan yang terkontrol serta berorientasikan kepada keuntungan. Contoh : budidaya ikan lele, ikan gurami, ikan nila, ikan patin dan lain – lain. Biaya – biaya yang muncul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya investasi, meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Biaya pengadaan lahan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Biaya konstruksi kolam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Pengadaan pompa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Pengadaan alat bantu penangkapan, seperti jaring.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Pengadaan genset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya tetap, meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Pembuatan SIUP.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Pembuatan Pas Biru.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Biaya perawatan kolam, pompa serta alat bantu penangkapan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Biaya penyusutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya variabel, meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Biaya pembelian benih.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Biaya pembelian pakan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Biaya pembelian pupuk.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Biaya pembelian kapur.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Biaya pembelian obat - obatan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6. Biaya panen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Usaha Perikanan Pengolahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha perikanan pengolahan adalah sebuah kegiatan usaha yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah yang dimiliki oleh sebuah produk perikanan, baik yang berasal dari bidang usaha perikanan tangkap maupun usaha perikanan budidaya atau akuakultur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kegiatan usaha ini juga bertujuan untuk mendekatkan produk perikanan ini ke pasar dengan harapan dapat diterima oleh konsumen yang lebih luas. Contoh : pembuatan nugget ikan, bakso ikan dan kerupuk ikan. Biaya – biaya yang muncul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya investasi, meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Biaya pengadaan lahan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Biaya konstruksi bangunan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Pengadaan alat bantu pengolahan ikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya tetap, meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Pembuatan SIUP.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Biaya perawatan bangunan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Upah tenaga kerja tetap.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Biaya penyusutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya variabel, meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Biaya pembelian bahan baku berupa ikan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Biaya pembelian minyak.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Biaya pembelian garam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Biaya pembelian air.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Upah tenaga kerja harian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-1960183957860925283?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/1960183957860925283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=1960183957860925283&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1960183957860925283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/1960183957860925283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/mengenal-jenis-jenis-usaha-perikanan.html' title='Mengenal Jenis-Jenis Usaha Perikanan'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBPTxl_ma8I/AAAAAAAAAPI/e-Xk1ZAHyls/s72-c/benihikanku.blogspot.com---perikanan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-4350036274415970326</id><published>2010-06-13T01:19:00.000+07:00</published><updated>2010-06-13T01:19:34.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Aqua Sur 2010 – Chile aquaculture investment mission/tour</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBPPUSQI_jI/AAAAAAAAAPA/rJPVSrx2Egc/s1600/benihikanku.blogspot.com---Aqua-Sur-2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBPPUSQI_jI/AAAAAAAAAPA/rJPVSrx2Egc/s320/benihikanku.blogspot.com---Aqua-Sur-2010.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Aqua Sur 2010, October 20-23, 2010, Puerto Montt, Chile&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;The Aquaculture Communications Group (ACG) is currently planning an Aquaculture Investment Mission/Tour in conjunction with Aqua Sur 2010 in October. Here is your opportunity to experience the premiere Chilean aquaculture industry event, with about 300+ stands representing more than 900 companies from over 40 countries looking to do business in Chile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Aqua Sur fair organizers have selected a new site for the 6th edition of this popular trade show and conference; an exhibition ground located on Route 5, which is located 5 km to the north of Puerto Montt. Aqua Sur’s new home is a 55,000 sq. meter site, which can be easily accessed from either Puerto Montt or Puerto Varas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Despite the global financial crisis and the ISA challenges faced by the Chilean salmon farmers during the past 2 years, business opportunities abound. Here is an opportunity for equipment/product suppliers and service providers to network and prospect for new business opportunities as the industry rebuilds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our contacts indicate that there is a strong interest in the construction of recirculation aquaculture systems (RAS), and in supplies and services for freshwater facilities such as pumps and filters, sterilization/disinfection equipment/products, feeding systems, equipment control and data management software, for example. Processing plants are looking for equipment to filter effluent and disinfect water, as well as labor-saving machines that can speed up processing activities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opportunities also exist for buying or investing in current operations in both the production and processing sectors. For these ventures, the Government of Chile is prepared to offer help and forms are available from us for filling out by interested people/companies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In collaboration with our Chilean partners, Rodrigo Infante Varas (aquaculture consultant) and Soledad Francke A. (Business Tour Chile), ACG is organizing a full week of activities in and around the Aqua Sur fair, to enhance your business development opportunities by facilitating networking and discussions between Chilean business people and our tour participants.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Aquaculture Comunications Group&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-4350036274415970326?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/4350036274415970326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=4350036274415970326&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4350036274415970326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4350036274415970326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/aqua-sur-2010-chile-aquaculture.html' title='Aqua Sur 2010 – Chile aquaculture investment mission/tour'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBPPUSQI_jI/AAAAAAAAAPA/rJPVSrx2Egc/s72-c/benihikanku.blogspot.com---Aqua-Sur-2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-8643697799070344403</id><published>2010-06-12T19:29:00.000+07:00</published><updated>2010-06-12T19:29:25.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sidat Jadi Primadona</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBNPxl4JfMI/AAAAAAAAAO4/g6rdkbC6EPw/s1600/benihikanku.blogspot.com---ikan-sidat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBNPxl4JfMI/AAAAAAAAAO4/g6rdkbC6EPw/s320/benihikanku.blogspot.com---ikan-sidat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikan sidat (Anguilla sp) mungkin tidak di kenal banyak orang di sini. Tapi, dia berbagai negara ikan sidat njadi makanan primadona yang harganya sangat mahal. Sidat adalah sejenis belut, namun bentuknya lebih panjang dan besar. Ada yang mencapai 50 cm. Memang tidak enak dilihat. Tapi siapa sangka, konsumen asing aggap cita rasa ikan sidat enak dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kalau di restoran Jepang, ikan ini sebutannya Unagi, dengan harga sangat mahal. Dan sidat inilah menjadi salah satu primadona yang terus dikembangkan dan diteliti di BLUPPB Karawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna melihat secara langsung komoditi ini, belum lama ini Pusat Data Statistik, dan Informasi (Pusdatin) menyelenggarakan Kunjungan Pers Komuditas Wartawan Kelautan dan Perikanan (Komunikan) ke balai ini. Dihadapan 30 wartawan ibukota, IMade Suitha, Kepala BLUPPB Karawang menjelaskan budidaya ikan sidat di Indonesia baru dimulai sekitar tahun 2007 oleh Satuan Kerja Tambak Pandu Karawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melihat permintaan pasar dunia yang sangat besar mendorong kami untuk melakukan penelitian budi daya ikan sidat diBLUPPB Karawang,"jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, pengenbangan budidaya ikan sidat di Pandu Karawang sangat berhasil. Kendati Jepang dan Thailand cukuip lama membudidayakan, kedua negara menggunakan benih dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BLUPPB Karawang, menurutnya, siap memberikan batuan dalam bentuk teknologi budidaya bagi masyarakat yang ingin berwirausaha. Saat ini, beberapa kelompok masyarakat dan perorangan telah melakukan pembudidayaan ikan sidat di tambak Pandu Karawang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menyediakan lahan yang bisa disewa maksimal dua tahun. Setelah itu mereka harus mandiri, untuk memberi kesempatan pada masyarakat lain yang ingin belajar budi daya ikan sidat," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidat kini menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat besar. Ekspor ikan sidat teutama ke Mancau, Taiwan, Jepang, China dan Hongkong, Potensi pasar negara lain yang belum digarap antara lain Singapura, Jerman, Italia, Belanda dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga ikan sidat memang sangat menggiurkan, di tingkat petani ikan sidat utuk elver dijual mencapai Rp 250 ribu per kg. Untuk ukuran 10-20 gram berkisar antara Rp. 20 ribu sampai Rp. 40 ribu per kg,sedangkan ukuran konsumsi lebih dari 500 gram untuk jenid Anguilla bicolor pada pasar lokal rata-rata Rp. 75.000/kg, jenis Anguilla marmorata Rp. 125 ribu Rp. 175 ribu per kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidat juga banyak keunggulan, diantaranya terdapat kandungan vitamin A, kandungan EPA rata-rata lebih tinggi DHA ikan sidat 1.337 mg/100 gram mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat 820 mg/100 gram atautenggiri 748 mg/100 gram.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-8643697799070344403?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/8643697799070344403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=8643697799070344403&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8643697799070344403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8643697799070344403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/sidat-jadi-primadona.html' title='Sidat Jadi Primadona'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBNPxl4JfMI/AAAAAAAAAO4/g6rdkbC6EPw/s72-c/benihikanku.blogspot.com---ikan-sidat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-37426276109023194</id><published>2010-06-12T19:21:00.000+07:00</published><updated>2010-06-12T19:21:47.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Mau Tau Bagaimana Cara Bertelur Nya Ikan Tawar…??</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBNCq_eU7bI/AAAAAAAAAOg/ELAa3qeQ08o/s1600/benihikanku.blogspot.com---bertelur+ikan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBNCq_eU7bI/AAAAAAAAAOg/ELAa3qeQ08o/s320/benihikanku.blogspot.com---bertelur+ikan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CARA REPRODUKSI IKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum diketahui bahwa ikan memperbanyak diri secara seksual dengan bertelur. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri, dijumpai beberapa variasi dari cara bertelur ikan tersebut. Apakah itu suatu penyimpangan?? Tentunya bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reproduksi ikan diawali dengan bercampurnya spermatozoid dari ikan jantan dengan telur (ovum) dari ikan betina sehingga menghasilkan telur yang dibuahi. Selanjutnya telur ini akan mengalami pembelahan sel berulang-ulang, berkembang dan akhirnya membentuk individu baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebagian besar ikan, betina dan jantan merupakan individu terpisah. Akan tetapi pada beberapa fimili, seperti Sparidae dan Serranidae, jantan dan betinanya bisa terdapat pada satu invidu sehingga mereka dapat melakukan pembuahan sendiri. Fenomena ini dikenal sebagai hermaphroditik (Dalam mitologi Yunani Hermaphrodite adalah anak Mercurius (Hermes) dengan Venus (Aphrodite) yang mempunyai perpaduan pria dan wanita dalam dirinya). Pada hermaphroditik, telur dan sperma sama-sama dihasilkan (baik pada waktu bersamaan, maupun berbeda), selanjutnya mereka “kimpoi” dengan jenis hermaprodit lainnya. Pembuahan sendiri secara eksternal bisa terjadi pada ikan hermaphrodit yang akan mengeluarkan telur dan sperma secara simultan. Pada jenis hermaphrodit yang lain pembuahan internal sendiri juga dapat berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus Mollie Amazon dijumpai pula keunikan lain dalam cara reproduksinya. Yaitu, Mollie Amazon betina akan kimpoi dengan jenis Mollinesia lainnya, akan tetapi spermanya tidak sampai bercampur dengan sel telur. Uniknya, telur yang tidak dibuahi ini akan tetap mampu berkembang dan membelah diri serta menghasilkan individu baru. Fenomena ini dikenal sebagai gynogenesis atau pseudogamy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya individu baru ikan melalui proses tanpa pembuahan, atau dikenal sebagai parthenogenesis, juga dilaporkan berlangsung pada spesies Poecilia formosa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses reproduksi pada sebagian besar ikan hias, pada umumnya berlangsung melalui pembuahan telur yang terjadi di luar tubuh ikan. Dalam hal ini, ikan jantan dan betina akan saling mendekat satu sama lain kemudian si betina akan mengeluarkan telur. Selanjutnya si jantan akan segera mengeluarkan spermanya, lalu sperma dan telur ini bercampur di dalam air. Cara reproduksi demikian dikenal sebagai oviparus, yaitu telur dibuahi dan berkembang di luar tubuh induk ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain oviparus, dikenal pula cara reproduksi lain, yaitu ovoviviparus dan viviparus. Ovoviviparus merupakan suatu cara reproduksi dimana embrio ikan berkembang di dalam tumbuh induk betina akan tetapi tidak mendapatkan suplai makanan dari induk tersebut. Dalam hal ini tidak ada transfer makanan dari induk ke embrio. Dengan kata lain induk hanya memberi perlindungan saja, tapi tidak memberi makan. Cara reproduksi demikian dijumpai misalnya pada beberapa jenis Charasin seperti Corynopoma riisei . Pada saat kimpoi si jantan akan mendekatkan diri pada si betina selama beberapa saat kemudian akan melepaskan paket-paket sperma kedalam saluran telur (oviduct) si betina. Si betina selanjutnya akan dapat menghasilkan telur-telur yang dibuahi selama beberapa bulan, tanpa perlu kimpoi lagi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBNDIrbcfPI/AAAAAAAAAOo/rKK-9DX6Cho/s1600/benihikanku.blogspot.com---perkembangan+telur.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBNDIrbcfPI/AAAAAAAAAOo/rKK-9DX6Cho/s400/benihikanku.blogspot.com---perkembangan+telur.jpg" width="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Viviparus adalah suatu cara reproduksi yang kurang lebih mirip dengan proses reproduksi yang terjadi pada mamalia. Dalam proses ini struktur menyerupai plasenta (ari-ari) akan terbentuk dan telur yang dibuahi selanjutnya akan mendapatkan makanan dari induk ikan melalui plasenta tersebut. Pada famili Enbitocidae, misalnya, embrio ikan akan mendapatkan makanan dari induknya hingga tumbuh dan mencapai ukuran 1.75 inchi. Baru kemudian dilahirkan. Ikan jantan yang dilahirkan biasanya akan sudah dalam keadaan matang seksual. Pada Heterandria formosa dapat dijumpai sejumlah embrio dengan usia berbeda dalam rongga ovarianya. Prosesnya didahului dengan lepasnya telur matang dari ovari kedalam rongga ovaria secara bertahap, kemudian dibuahi oleh paket sperma yang sudah ada disana. Bayi-bayi ikan kemudian akan dilahirkan 2 – 3 ekor setiap hari, selama periode 1- 2 minggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBNDmS0tpLI/AAAAAAAAAOw/AUX8atODZcs/s1600/benihikanku.blogspot.com---perut+ikan.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBNDmS0tpLI/AAAAAAAAAOw/AUX8atODZcs/s320/benihikanku.blogspot.com---perut+ikan.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kasus ovoviviparus dan viviparus, ikan betina dapat menyimpan paket sperma hingga selama 8 – 10 bulan. Selain itu pada beberapa kasus, seekor ikan betina bisa juga menyimpan sperma dari beberapa jantan sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ditinjau dari cara reproduksinya ikan dapat dibagi menjadi golongan bertelur (egg layer) atau oviparus dan golongan “melahirkan” (live bearer). Golongan “melahirkan” ini terdiri dari ovoviviparus dan viviparus. Sedangkan dari proses reproduksinya dapat digolongkan menjadi heteroseksual, hermaphroditik, dan parthenogenetik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Koran Baru.com&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-37426276109023194?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/37426276109023194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=37426276109023194&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/37426276109023194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/37426276109023194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/mau-tau-bagaimana-cara-bertelur-nya.html' title='Mau Tau Bagaimana Cara Bertelur Nya Ikan Tawar…??'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBNCq_eU7bI/AAAAAAAAAOg/ELAa3qeQ08o/s72-c/benihikanku.blogspot.com---bertelur+ikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-3106113781607321535</id><published>2010-06-12T16:21:00.000+07:00</published><updated>2010-06-12T16:21:30.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Potensi Budidaya Ikan dari Jenis Perikanan Darat</title><content type='html'>Selama ini, aktivitas perikanan tangkap mendominasi pembangunan perikanan nasional. Secara politik, kondisi ini memposisikan perikanan darat/perairan umum (sungai, situ, danau dan rawa) sebagai kelas dua, maka aktivitas perikanan darat mandek.&lt;br /&gt;Revitalisasi perikanan hanya mengutamakan pertambakan udang, dan budidaya laut yaitu rumput laut dan ikan karang, padahal perikanan darat memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri. Harusnya, pemerintah memberikan porsi yang seimbang antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perikanan darat memiliki keunggulan dan keunikan dalam pengembangannya. Pertama, potensinya memiliki varitas/jenis yang bersifat endemik. Contohnya, ikan bilih (Mystacoleuseus padangensis) yang di dunia hanya terdapat danau Singkarak, Sumatera Barat, juga ikan jenis lawat (Leptobarbus hoevanii), baung (Mystus planices), belida (Chitala lopis), dan tangadak (Barbodes schwanenfeldi) di Danau Sentarum Kalimantan Barat dan sungai-sungai pulau Sumatera, nike-nike di Danau Tondano, Sulawesi Utara dan ikan gabus asli (Oxyeleotris heterodon) Danau Sentani di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, keberadaan ikan endemik menyatu dengan perilaku/pola hidup masyarakat lokal. Mereka menganggap ikan endemik menjadi bagian kebudayaan dan dikonsumsi secara turun-temurun. Maka mereka juga memiliki kearifan lokal dalam menjaga kelestariannya.&lt;br /&gt;Ketiga, secara ekologis dan klimatologi ikan endemik memiliki habitat hidup dan berkembang biak yang khas. Amat tidak mungkin ikan bilih, Danau Singkarak dikembangbiakan di Danau Poso. Inilah sumber kekhasan sumber daya genetiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, lahan budi daya perikanan darat yang mengandung jenis ikan endemik belum dimanfaatkan secara optimal. Baru beberapa daerah yang memberdayakan dan memberdayakannya dengan pariwisata misalnya Danau Tondano, Danau Singkarak, Danau Poso dan Danau Sentani. Kelima, jenis ikan endemik harganya mahal karena rasanya unik, khas dan langka sehingga menjadi trade mark tersendiri bagi daerah itu. Contohnya, ikan semah (Tor tambra, Tor dourounensis dan Tor tambroides, Labeobarbus douronensis) dari Sungai Kapuas harganya sampai Rp 250.000/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Enam Problem&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Otonomi daerah dalam aspek perikanan dan kelautan tidak hanya dimaknai sebatas kewenangan pengelolaan wilayah laut oleh pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota. Otonomi daerah juga harus dimaknai sebagai upaya mengelola dan mengembangkan perikanan darat utamanya ikan endemik yang terancam punah. Pemaknaan ini akan menciptakan kedaulatan pangan di tingkat lokalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai problem mengancam keberlanjutan budidaya ikan endemik dan kelestariannya, yaitu pertama, ekspoitasi berlebihan. Contohnya, data tahun 1997 menyebutkan stok ikan Bilih mencapai 542,56 ton dan yang telah dieksploitasi sebesar 416,90 ton (77,84 persen). Ini menggambarkan sumberdaya ikan bilih sudah mengalami tangkap lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, introduksi ikan lain yang bersifat predator dan kompetitor. Kasus introduksi ikan gabus toraja (Channa striata) di Danau Sentani, mengancam Ikan gabus asli Danau Sentani. Hal serupa juga terjadi di Danau Poso dan Malili di Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ancaman kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan pertanian dan pembabatan hutan. Akibat kegiatan pertanian yang menggunakan pupuk anorganik, limpasannya masuk ke sungai dan danau, sehingga mencemari dan merusak habitat ikan endemik.&lt;br /&gt;Hal serupa akan terjadi akibat pembabatan hutan di hulu sungai, tepi danau dan daerah tangkapan air. Penurunan populasi ikan endemik di sungai, danau maupun lubuk-lubuk di Kalimantan dan Sumatera bersumber dari aktivitas pertanian dan pembabatan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, proses sedimentasi yang disebabkan oleh limpasan lumpur dari aktivitas pertanian di tepi danau menyebabkan danau semakin dangkal. Juga, pembabatan hutan di hulu menyebabkan sungai mengalami pendangkalan. Otomatis proses sedimentasi yang semakin bertambah setiap tahunnya mengancam hilangnya habitat ikan endemik. Di Sungai Mahakam akibat sedimentasi sudah sulit mendapatkan ikan baung dan lais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Kasus yang terjadi di Danau Sentarum, Kalimantan Barat, yakni adanya penggunaan bubu warin (alat tangkap berukuran mata jaring &amp;lt; 0,5 cm sejak tahun 2000) menyebabkan turunnya populasi ikan di daerah ini. Keenam, penyediaan pakan ikan budidaya mengancam kelestarian ikan endemik. Pengembangan budidaya keramba mengancam ikan endemik Danau Sentarum karena pakannya diambil dari ikanâ€“ikan kecil di danau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Delapan Kebijakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Melindungi sumber genetik plasmah nutfah dan mengembangkan budidaya perikanan darat berbasis ikan endemik memerlukan kebijakan strategis. Pertama, mengembangkan riset pemuliaan genetik ikan endemik. Hasil riset ini akan melahirkan bank genetik ikan endemik Indonesia, sekaligus melindungi plasma nutfahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengembangkan pusat pembudidayaan ikan air tawar endemik yang mampu menyediakan bibit/benih secara massal baik untuk budi daya sungai maupun danau atau situ. Pusat-pusat ini dibangun daerah-daerah yang memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menerbitkan perangkat undang-undang sumberdaya genetik untuk menangkal pihak asing melakukan bio piracy terhadap komoditas endemik khas Indonesia. Hukum yang tersedia baru Keppres No. 43 Tahun 1978 yang menyatakan bahwa jenis ikan yang dilindungi di pulau Kalimantan dan Sumatera adalah arwana Super Red, Golden Red, Banjar Red, arwana Green (hijau) yang ditemukan di Taman Nasional Danau Sentarum dan Sungai Kapuas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, melestarikan lingkungan kawasan perairan umum (daerah aliran sungai, danau, situ) dan tangkapan air yang mampu menjamin ketersediaan air tawar dan mencegah sedimentasi maupun pencemaran air. Prioritaskan bagi kawasan perairan umum yang sudah memiliki sumber daya ikan endemik dan terancam punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, mengembangkan alat tangkap yang ramah lingkungan dari segi jenis, ukuran, maupun variannya. Akan lebih baik menggunakan alat tangkap yang hanya menyeleksi ikan-ikan endemik yang masuk kategori layak konsumsi dan jual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, menyeleksi introduksi ikan-ikan non-endemik yang bersifat predator, kompetitor dan pembawa penyakit yang nantinya mengancam kelangsungan hidup ikan endemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, menyeragamkan pangan berbasis ikan endemik, contohnya fillet, nugget, bakso ikan dan kerupuk ikan. Kedelapan, memberdayakan kelembagaan lokal dan kearifan masyarakat dalam membudidayakan ikan-ikan endemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan yang dipaparkan dalam tulisan ini merupakan langkah strategis dan politik untuk membangun paradigma baru dan merevitalisasi kebijakan budidaya perikanan yang selama ini cenderung mengabaikan perikanan darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa berlaku juga bagi perairan umum lainnya yang sudah mengembangkan ikan air tawar berbasis waduk (Jatiluhur, Cirata), danau serta situ, demi pemenuhan pangan protein. Dengan demikian, bangsa ini akan berdaulat atas pangan yang bersumber dari ikan endemik, termasuk dalam penyediaan benih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-3106113781607321535?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/3106113781607321535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=3106113781607321535&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3106113781607321535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3106113781607321535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/potensi-budidaya-ikan-dari-jenis.html' title='Potensi Budidaya Ikan dari Jenis Perikanan Darat'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-3865871685497534847</id><published>2010-06-12T15:38:00.000+07:00</published><updated>2010-06-12T15:38:39.434+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Bagaimana Laut Berasal ??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bumi dilahirkan sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Menurut ceritanya, tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu (nebula) di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi gumpalan bebatuan dari mulai yang berukuran kecil hingga seukuran asteroid dengan radius ratusan kilometer. Bebatuan angkasa tersebut selanjutnya saling bertabrakan, dimana awalnya tabrakan yang terjadi masih lambat. Akibat adanya gaya gravitasi, bebatuan angkasa yang saling bertabrakan itu saling menyatu dan membentuk suatu massa batuan yang kemudian menjadi cikal bakal (embrio) bumi. Lama kelamaan dengan semakin banyaknya bebatuan yang menjadi satu tersebut, embrio bumi tumbuh semakin besar. Sejalan dengan semakin berkembangnya embrio bumi tersebut, semakin besar pula gaya tarik gravitasinya sehingga bebatuan angkasa yang ada mulai semakin cepat menabrak permukaan embrio bumi yang sudah tumbuh semakin besar itu. Akibat tumbukan2 yang sangat dahsyat tersebut timbulah ledakan2 yang sudah pasti sangat dahsyat pula yang mengakibatkan terbentuknya kawah2 yang sangat besar dan pelepasan panas secara besar2an pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut sendiri menurut sejarahnya terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100C) karena panasnya bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan yang terjadi yang menghasilkan garam-garaman yang menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini. Pada saat itu, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam bumi. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu bertipe mamut alias 'ruar biasa' tingginya karena jarak bulan yang begitu dekat dengan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita lanjutkan pembahasannya, ada satu pertanyaan yang mengganjal yang perlu diajukan di sini, yaitu "dari mana air yang membentuk lautan di bumi itu berasal?" Itu pertanyaan yang sukar dijawab, dan para ahli sendiri memiliki beberapa versi tentang hal itu. Salah satu versi yang pernah saya baca adalah bahwa pada saat itu, bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari untuk masuk ke bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di bumi hingga terbentuklah lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar matahari dapat kembali masuk menyinari bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 3,8 milyar tahun yang lalu, planet bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saai itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi. Kehidupan di bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean). Namun demikian, masih merupakan perdebatan hangat hingga saat ini kapan tepatnya kehidupan awal itu terjadi dan di bagian lautan yang mana? apakah di dasar laut ataukah di permukaan? Hasil penemuan geologis pada tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;Prager, Ellen J, and Sylvia A. Earle, The Oceans, 2000, McGraw-Hill.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-3865871685497534847?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/3865871685497534847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=3865871685497534847&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3865871685497534847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3865871685497534847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/bagaimana-laut-berasal.html' title='Bagaimana Laut Berasal ??'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-8734277377886332219</id><published>2010-06-12T09:16:00.000+07:00</published><updated>2010-06-12T09:16:58.787+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Lucu Juga .... Ada Ikan yang hanya mau makan dari botol susu ...</title><content type='html'>Pada pameran di taman di salah satu pusat kota China, mereka memberikan makan ikan melalui botol bayi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap botol dijual sebesar RMB 10. Banyak orangtua dan pasangan muda dengan senang hati membeli hanya agar dapat memberi makan ikan tersebut.Karena menganggap pekerjaan ini menyenangkan dan lucu…………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJt3cz8irI/AAAAAAAAAOI/g8zR_XL57jY/s1600/11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="255" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJt3cz8irI/AAAAAAAAAOI/g8zR_XL57jY/s400/11.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJtreKH7PI/AAAAAAAAANo/_alkF0ELQWM/s1600/0.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJtreKH7PI/AAAAAAAAANo/_alkF0ELQWM/s400/0.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJtwtXPhbI/AAAAAAAAAN4/HUVQicNqzVM/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJtwtXPhbI/AAAAAAAAAN4/HUVQicNqzVM/s400/2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJt0nxGr2I/AAAAAAAAAOA/OgulXRYiy_o/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="255" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJt0nxGr2I/AAAAAAAAAOA/OgulXRYiy_o/s400/3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJtt7HUwlI/AAAAAAAAANw/lwzUMFu8WoI/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJtt7HUwlI/AAAAAAAAANw/lwzUMFu8WoI/s400/1.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-8734277377886332219?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/8734277377886332219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=8734277377886332219&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8734277377886332219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/8734277377886332219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/lucu-juga-ada-ikan-yang-hanya-mau-makan.html' title='Lucu Juga .... Ada Ikan yang hanya mau makan dari botol susu ...'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJt3cz8irI/AAAAAAAAAOI/g8zR_XL57jY/s72-c/11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-2267656415140332130</id><published>2010-06-12T09:09:00.001+07:00</published><updated>2010-06-12T09:12:03.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Informasi  Umum Cara Budidaya Ikan Yang Baik</title><content type='html'>&lt;b&gt;Latar Belakang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan pasar global akan produk perikanan budidaya adalah keamanan pangan (food safety) dalam artian hasil perikanan budidaya diharapkan aman untuk dikonsumsi sesuai persyaratan pasar. Sebagai konsekuensi meningkatnya perdagangan global, produk perikanan budidaya Indonesia harus mempunyai daya saing, baik dalam mutu produk maupun efisiensi dalam produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya kesadaran masyarakat dunia akan kesehatan dan keamanan pangan, menuntut seluruh pihak terkait dengan perikanan budidaya di Indonesia mengutamakan kualitas, baik untuk produk ekspor maupun konsumsi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh tahapan dalam budidaya ikan harus memperhatikan sanitasi dan pengendalian dalam upaya mencegah tercemarnya hasil perikanan budidaya dari berbagai bahaya keamanan pangan seperti bakteri, racun hayati (biotoxin), logam berat serta pestisida, maupun residu bahan terlarang (antibiotik, hormon, dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan mutu produk perikanan budidaya lebih diarahkan untuk memberikan jaminan keamanan pangan mulai bahan baku hingga produk akhir hasil budidaya yang bebas dari bahan cemaran sesuai persyaratan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, sesuai Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, pembudidaya ikan perlu menerapkan cara berbudidaya yang benar, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KEP.02/Men/2007 tentang Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bukti penerapan CBIB pada unit pembesaran ikan, perlu dilakukan Sertifikasi melalui penilaian yang obyektif dan transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuan Sertifikasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Sertifikasi adalah memberikan jaminan penerapan CBIB dalam unit usaha budidaya telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi CBIB yang obyektif dan transparan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan produsen dan konsumen dan pada gilirannya akan meningkatkan daya saing produk perikanan budidaya Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Definisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) adalah penerapan cara memelihara dan atau membesarkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol sehingga memberikan jaminan pangan dari pembudidayaan dengan memperhatikan sanitasi, pakan obat ikan dan bahan kimia serta bahan biologi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikasi CBIB adalah kegiatan pemberian sertifikat melalui penilaian kesesuaian yang dipersyaratkan dalam Cara Budidaya Ikan Yang Baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikat CBIB adalah Surat keterangan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal bagi unit usaha pembesaran ikan yang menyatakan bahwa unit pembesaran ikan telah memenuhi persyaratan CBIB.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Landasan Hukum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.01/MEN/2007 tentang Pengendalian Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.02/MEN/2007 tentang Monitoring Residu Obat, Bahan Kimia, Bahan Biologi dan Kontaminan pada Pembudidayaan Ikan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.02/MEN/2007 tentang Cara Budidaya Ikan Yang Baik;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.28/MEN/2004 tentang Pedoman Umum Budidaya Udang di Tambak;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya No.01/DPB.0/HK150.154/S4/II/2007 tentang Pedoman dan Daftar Isian Sertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Standar Nasional Indonesia (SNI) bidang Pembudidayaan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tata Cara Sertifikasi CBIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJcmpijt3I/AAAAAAAAANQ/9l8NPpKo5vs/s1600/tata+cara+cbib.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJcmpijt3I/AAAAAAAAANQ/9l8NPpKo5vs/s400/tata+cara+cbib.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persyaratan Pemohon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembudidaya dapat mengajukan permohonan sertifikasi CBIB dengan mengirimkan formulir aplikasi, dilampiri dokumen sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Foto copi SIUP atau TPUPI;&lt;br /&gt;2. Data umum unit usaha pembesaran;&lt;br /&gt;3. Daftar catatan/rekaman;&lt;br /&gt;4. Struktur organisasi dan tanggung jawab;&lt;br /&gt;5. Daftar fasilitas (sarana dan prasarana);&lt;br /&gt;6. Jumlah dan pendidikan tenaga kerja&lt;br /&gt;7. Gambar layout bangunan &amp;amp; unit usaha budidaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penilaian Kesesuaian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah dokumen permohonan dinilai memenuhi syarat maka penilaian lapangan dapat dilaksanakan dengan metode:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wawancara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peninjauan kondisi lapang (wadah budidaya, gudang, saluran air, dll) serta operasional tambak disesuaikan Prosedur Operasional Standar (POS)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pemeriksaan dokumen/ catatan kegiatan yang dimiliki unit pembesaran ikan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Dokumen yang harus dimiliki unit usaha budidaya terdiri dari:&lt;br /&gt;a. Prosedur Operasional Standar (POS)&lt;br /&gt;Merupakan standar metode pelaksanaan kegiatan di lapangan, yang digunakan sebagai pedoman bagi pelaksana kegiatan lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POS dapat terdiri dari:&lt;br /&gt;- persiapan wadah&lt;br /&gt;- pengolahan kualitas air&lt;br /&gt;- penebaran benih&lt;br /&gt;- pemberian pakan&lt;br /&gt;- pemantauan kesehatan ikan&lt;br /&gt;- pemakaian bahan kimia/biologi&lt;br /&gt;- penyimpanan bahan kimia/biologi&lt;br /&gt;- pengelolaan &amp;amp; penyimpanan pakan&lt;br /&gt;- pengelolaan&amp;amp;penyimpanan peralatan&lt;br /&gt;- persiapan panen, panen &amp;amp; pasca panen&lt;br /&gt;- tindakan perbaikan, pengawasan pencatatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dokumen pencatatan/rekaman kegiatan&lt;br /&gt;Merupakan dokumen yang berisi catatan kegiatan lapangan yang merekam semua informasi penting yang dibutuhkan, per wadah budidaya per proses produksi.&lt;br /&gt;Rekaman disesuaikan kebutuhan tiap unit pembesaran, dan dapat terdiri dari:&lt;br /&gt;- Benih (jumlah, hatcheri, hasil uji, tanggal tebar)&lt;br /&gt;- Pakan (jumlah/jam/hari, jenis, produsen, batch)&lt;br /&gt;- Kualitas air (DO, pH, Salinitas, Nitrat, Nitrit, plankton, dll)&lt;br /&gt;- Penggunaan bahan kimia dan bahan biologi&lt;br /&gt;- Rekaman kejadian penyakit ikan&lt;br /&gt;- Rekaman panen (tanggal, jumlah, pembeli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan penilaian kesesuaian meliputi :&lt;br /&gt;1. Lokasi&lt;br /&gt;2. Suplai air&lt;br /&gt;3. Tata Letak dan desain&lt;br /&gt;4. Kebersihan Fasilitas dan Perlengkapan&lt;br /&gt;5. Persiapan wadah budidaya&lt;br /&gt;6. Pengelolaan Air&lt;br /&gt;7. Penggunaan Benih&lt;br /&gt;8. Penggunaan Pakan&lt;br /&gt;9. Penggunaan bahan kimia, bahan biologi dan obat ikan&lt;br /&gt;10. Penggunaan es dan air&lt;br /&gt;11. Panen&lt;br /&gt;12. Penanganan Hasil&lt;br /&gt;13. Pengangkutan&lt;br /&gt;14. Pembuangan Limbah&lt;br /&gt;15. Pencatatan&lt;br /&gt;16. Tindakan Perbaikan&lt;br /&gt;17. Pelatihan&lt;br /&gt;18. Kebersihan Personil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tingkat Kelulusan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 80%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 80%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 80%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 80%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; color: black; margin-left: 14.4pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;Tingkat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan="4" style="padding: 0cm 5.4pt; width: 171pt;" valign="top" width="228"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;Ketidaksesuaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;Minor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;Mayor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;Serius&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;Kritis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 80%;"&gt;I (Sangat Baik)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;0 - 6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;0 - 5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 80%;"&gt;II (Baik)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt; 7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;6 - 10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;1 - 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 80%;"&gt;III (Cukup)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;NA*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt; 11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;3 - 4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 80%;"&gt;IV ( Tidak Lulus)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;NA*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;NA*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 36pt;" valign="top" width="48"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 80%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;; line-height: 80%;"&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; line-height: 70%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN" style="line-height: 70%;"&gt;*) NA = Not Applicable&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 70%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 70%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk unit pembesaran yang kelulusannya tingkat II tidak diperbolehkan ada ketidaksesuaian yang lebih dari 10 kombinasi “Mayor’ dan “Serius”. Apabila kombinasi “Mayor” dan “Serius” lebih dari “10”, maka unit pembesaran ikan tersebut akan digolongkan ditingkat III.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerbitan Sertifikat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sertifikat CBIB akan diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya berdasarkan rekomendasi Komisi Aproval.&lt;br /&gt;Jangka waktu berlakunya Sertifikat bergantung pada tingkat kelulusan unit pembesaran, yaitu:&lt;br /&gt;a. Tingkat I : 3 (tiga) tahun sejak tanggal penerbitan&lt;br /&gt;b. Tingkat II : 2 (dua) tahun sejak tanggal penerbitan&lt;br /&gt;c. Tingkat III : 1 (satu) tahun sejak tanggal penerbitan&lt;br /&gt;d. Tingkat IV : tidak mendapat sertifikat dan tidak diberi rekomendasi untuk memasarkan produksinya sebagai bahan baku ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengawasan dan Verifikasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJeZKDwilI/AAAAAAAAANY/hsC40yf42r4/s1600/pengawasan+dan+verivikasi+cbib.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJeZKDwilI/AAAAAAAAANY/hsC40yf42r4/s640/pengawasan+dan+verivikasi+cbib.jpg" width="480" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Ditjen Perikanan Budidaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-2267656415140332130?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/2267656415140332130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=2267656415140332130&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2267656415140332130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2267656415140332130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/informasi-umum-cara-budidaya-ikan-yang.html' title='Informasi  Umum Cara Budidaya Ikan Yang Baik'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBJcmpijt3I/AAAAAAAAANQ/9l8NPpKo5vs/s72-c/tata+cara+cbib.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-3264937453458079600</id><published>2010-06-11T19:56:00.000+07:00</published><updated>2010-06-11T19:56:39.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>1001 Strategi KKP Kurangi Illegal Fishing</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBIw_J47nfI/AAAAAAAAANI/NkyNRtAhLmU/s1600/678553786p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBIw_J47nfI/AAAAAAAAANI/NkyNRtAhLmU/s320/678553786p.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hingga awal Juni ini, aktivitas nelayan Indonesia yang tertangkap melakukan penangkapan ikan di wilayah Asutralia hanya 48 orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan berbagai kerjasama dengan Australia dalam hal memberantas aktivitas illegal fishing di daerah perbatasan kedua negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kerjasama juga dilakukan dalam hal penelitian, pengembangan sumber daya manusia, mapun pelestarian lingkungan,” jelas Aji Sularso, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Aji, nelayan yang bisa melakukan penangkapan ikan di wilayah perbatasan terutama wilayah Australia adalah nelayan tradisional yang sejak nenek moyangnya telah menangkap teripang atau sumberdaya laut lainnya di Pulau Pasir (Ashmore Reef). Kawasan tersebut merupakan yuridiksi kedaulatan Australia, tetapi nelayan yang berasal dari Pulau Rote (NTT) diperbolehkan menangkap ikan disana setelah ada kerjasama. “Dengan syarat tetap mempertimbangkan kelestarian sumberdaya yang ada di dalamnya,” kata Aji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang bisa melakukan penangkapan tersebut hanya nelayan tradisional yang melakukan penangkapan ikan secara turun temurun. Sedangkan nelayan yang datang dari Sumatera disepakati tidak diperbolehkan menangkapan ikan di wilayah perbatasan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam catatan KKP, jumlah nelayan Indonesia tertinggi melakukan kegiatan illegal fishing di perairan Australia sejak tahun 2000 hingga 2006 mencapai 2500 orang saban tahunnya. Namun, sejak tahun 2007, aktivitas tersebut mengkerut menjadi 979 orang, tahun 2008 tertangkap 557 orang, tahun 2009 tertangkap 124 orang. Hingga awal Juni ini, aktivitas nelayan Indonesia yang tertangkap melakukan penangkapan ikan di wilayah Asutralia hanya 48 orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nelayan Indonesia yang banyak melakukan penangkapan ikan hingga ke wilayah Australia itu datang dari berbagai daerah seperti NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Jawa Timur dan juga Papua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kawasan perbatasan Indonesia Asutralia itu cukup unik, karena terdapat tumpang tindih area status kedaulatannya. Pemerintah Indonesia menggunakan hukum wilayah perbatasannya dengan sistem Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), sedangkan Australia menggunakan sistem Batas Landas Kontinen. “Kedua sistem yang sama-sama diakui secara internasional tersebut menyebabkan adanya kawasan yang overlap,” jelas Aji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun akhirnya, tahun 1974 diperoleh kesepakatan terhadap terhadap biota yang menempel di dasar laut pada kawasan tersebut merupakan hak ekonomi Australia, sedangkan ikan yang berenang di perairannya adalah milik Indonesia. “Banyak nelayan Indonesia belum mengetahui masalah ini,” jelasnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Harian Kontan, 11 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-3264937453458079600?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/3264937453458079600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=3264937453458079600&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3264937453458079600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/3264937453458079600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/1001-strategi-kkp-kurangi-illegal.html' title='1001 Strategi KKP Kurangi Illegal Fishing'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBIw_J47nfI/AAAAAAAAANI/NkyNRtAhLmU/s72-c/678553786p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-7783207125460503790</id><published>2010-06-11T19:22:00.001+07:00</published><updated>2010-06-11T19:27:45.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Farmed fish are not always a better alternative</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="td-PhotoPlayer" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="desc"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBIqUA6oHuI/AAAAAAAAANA/Mkg3Mb8sZho/s1600/8fa7d5dc41faaa79f6ade61eaac8.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBIqUA6oHuI/AAAAAAAAANA/Mkg3Mb8sZho/s400/8fa7d5dc41faaa79f6ade61eaac8.jpeg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Farmed fish are not always a better alternative.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="desc"&gt;Greenpeace released their grocery store rankings on sustainable fishing.&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="desc"&gt;&lt;i&gt;Photo Courtesy/GREENPEACE&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Salmon is not the only source of omega-3 fatty acids, but you wouldn't know it based on the media play this type of fish receives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And that, said Suzanna Fuller, marine conservation coordinator for the Ecology Action Centre, one of the environmental organizations that make up SeaChoice, which promotes sustainable fishing, is "the aquaculture industry...hitting back."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aquaculture is the farm fishing industry.Not all aquaculture is bad, said Fuller and Sarah King, oceans campaigner for Greenpeace in Vancouver, B.C., but some are not sustainable as one would think.Sustainable fishing is where fishes must be caught in a way to ensure long-term sustainability of the oceans and where the practice doesn't impact other species or habit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farmed salmon, for example, are grown in cages placed within the ocean. In order to be raised fast, the fish are fed high-fat fish, which then takes food away from wild stock. In the wild, fish eat shrimp, which are pink, giving salmon its pink hue. Farmed fish are then dyed to offer the same colour. The other problem with farmed fish in the ocean is there are so many fish in one area, so disease is common, which means the farmed fish have to be treated with antibiotics. Wild stocks are also at risk to catch diseases because farmed fish often escape from their enclosures, Fuller said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fuller and King both suggested people consume farmed fish raised in a self-contained unit or farmed shellfish, which often don't impact its local environment.If farmed fish is "going to impact the local ecology then it's probably better land based," Fuller said. However, self-contained units have a greater carbon footprint because they do not use the ocean's natural resources."It's really throwing the natural balance off," King said of ocean-based fish farms. "Closed containment on land is definitely a better option."But King said farmers need to feed their stocks from vegetarian sources.And if you are looking for omega-3 fatty acids, mackerel is the way to go, Fuller said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : InsideToronto.com&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-7783207125460503790?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/7783207125460503790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=7783207125460503790&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/7783207125460503790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/7783207125460503790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/farmed-fish-are-not-always-better.html' title='Farmed fish are not always a better alternative'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBIqUA6oHuI/AAAAAAAAANA/Mkg3Mb8sZho/s72-c/8fa7d5dc41faaa79f6ade61eaac8.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-7342818731033602036</id><published>2010-06-11T00:53:00.001+07:00</published><updated>2010-06-15T00:56:56.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Giant Plakat pun Punya Sejarah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBEmdJwMg_I/AAAAAAAAAM4/l3WjERnZaBg/s1600/giantplakat-benihikanku.blogspot.com.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="196" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBEmdJwMg_I/AAAAAAAAAM4/l3WjERnZaBg/s400/giantplakat-benihikanku.blogspot.com.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giant Plakat, bagi sebagian besar hobiis betta splendens atau cupang hias, siapa yang tak kenal jenis ini. Ukuran badannya yang di atas rata-rata cupang pada umumnya lah yang membuat ia disebut Raksasa (Giant). Untuk pertama kalinya, pada tahun 1999 cupang giant dikembangbiakkan, oleh seorang breeder Thailand bernama Mr. Athapon (Uncle Sala) dan anaknya Mr. Natee, pemilik Diamond Fish Farm. Untuk pertama kalinya mereka mendapatkan seekor cupang plakat yang memiliki panjang 4 inchi (10 cm) dikolam mereka dan memiliki ide untuk mengembangkan cupang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mencari indukan betina yang besar dari sekitar 300 an kolam mereka untuk pasangan si cupang plakat raksasa yang mereka miliki. Dengan gigih mereka melakukan selektif breeding dengan menyilangkan cupang raksasa tersebut sehingga dicapai ukuran dan bentuk yang dikehendaki. Pada tahun 2001 Uncle Sala mulai memasarkan cupang raksasanya dan menamakannya Giant Betta. Setahun kemudian dikirimnya giant betta ini mengikuti kontes cupang internasional IBC di Amerika Serikat. Ketika itu harga seekor giant betta ditawarkan di Aquabid seharga US$ 1000 dan terjual. Gilee bener cing….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya untuk mencapai ukuran 3 inchi (7.5 cm) dibutuhkan waktu 8-9 bulan namun sekarang untuk mencapai ukuran yang sama dapat dicapai hanya dalam waktu 5 bulan saja. Sementara sirip dan warna sudah berkembang semakin bervariasi sehingga didapat giant halfmoon, giant double tail, giant serit. Ukuran terbesar yang dapat ditemukan adalah 5 inchi (12.5 cm) pada giant berumur lebih dari 1 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Betta Plus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-7342818731033602036?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/7342818731033602036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=7342818731033602036&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/7342818731033602036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/7342818731033602036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/giant-plakat-pun-punya-sejarah.html' title='Giant Plakat pun Punya Sejarah'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBEmdJwMg_I/AAAAAAAAAM4/l3WjERnZaBg/s72-c/giantplakat-benihikanku.blogspot.com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-2406135046465571054</id><published>2010-06-11T00:42:00.001+07:00</published><updated>2010-06-11T00:44:00.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>New Type of Fish Farming to Begin in Iceland</title><content type='html'>Warm water fish farming of tilapia fish is set to begin at Flúdir in south Iceland. The fish is a popular food around the world and is sometimes called “the chicken of the sea.” The fish feeds on grain and grows very quickly. The project could create a number of new jobs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBEjVMiujGI/AAAAAAAAAMw/E8elqMtW5MM/s1600/fludir_pk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBEjVMiujGI/AAAAAAAAAMw/E8elqMtW5MM/s320/fludir_pk.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;From Flúdir. Photo by Páll Kjartansson.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tilapia fish (beitarfiskur in Icelandic) is a white-flesh fish which doesn’t have a strong flavor and is therefore suitable for all kinds of dishes. It is the largest fish farming species in the world, with millions of tons sold in markets. The most extensive breeders are in China, Fréttabladid reports.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hrunamannahreppur municipality, the company Íslensk matorka and Matís (Icelandic Food and Biotech R&amp;amp;D) signed a declaration of intent last week on launching warm water fish farming at Flúdir, which is part of the development of energy-intensive food production in the area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stefanía Katrín Karlsdóttir, representative of Íslensk matorka, said tilapia breeding offers extensive opportunities. They are interested in working with domestic grain farmers on producing fodder for the fish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The fodder that is already on the market is expensive and produced for salmonids,” Karlsdóttir said. “Rapeseed is being cultivated with good results and in Árnessýsla [county], protein-rich beans are being grown which we could use.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The fish needs fodder with a high percentage of protein and carbohydrates and therefore various grains are suitable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The fish is bred in warm water of which Flúdir has plenty. “At Flúdir they drilled for cold water but lukewarm water came up because the stratums heat it up. The temperature of the water is perfect for tilapia farming,” Karlsdóttir said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tilapia also grows much faster than other fish species that are bred for markets; it can be harvested after six months. For comparison, char isn’t harvested until after 27 months and cod after four years. Tilapia competes with cod at markets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matís has conducted testing of the taste of the fish, storage capability and fodder. Karlsdóttir said the fish can easily be delivered fresh to European markets, which is where Iceland has an advantage over China, the largest breeder. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Icelandriview.com&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-2406135046465571054?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/2406135046465571054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=2406135046465571054&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2406135046465571054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/2406135046465571054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/new-type-of-fish-farming-to-begin-in.html' title='New Type of Fish Farming to Begin in Iceland'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBEjVMiujGI/AAAAAAAAAMw/E8elqMtW5MM/s72-c/fludir_pk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-5742539439953747949</id><published>2010-06-10T19:11:00.000+07:00</published><updated>2010-06-10T19:11:26.334+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Menguak Potensi Ikan Lalawak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDWPPWXsuI/AAAAAAAAAMo/VfNe14aHxY0/s1600/and-tawar-ikan-lalawak.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDWPPWXsuI/AAAAAAAAAMo/VfNe14aHxY0/s320/and-tawar-ikan-lalawak.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Tak jelas mengapa ikan ini dipanggil “lalawak”. Pastilah bukan karena bisa melawak. Yang pasti ikan ini mirip tawes. Bedanya, sirip lalawak berwarna merah, demikian halnya mata dan ekornya. Ukuran sisik lebih kecil dibanding tawes dan berwarna cerah. Menarik. &lt;br /&gt;Itulah sebabnya lalawak bisa dipelihara sebagai ikan hias. Bisa juga sebagai ikan lauk. Gurih, dan bobot seekornya pun bisa  1 kg atau lebih. Lalawak adalah ikan air tawar. Sungai berarus deras dan berbatu-batu adalah habitat paling nyaman bagi mereka.&lt;br /&gt;Lalawak tidak sepopuler ikan lauk maupun ikan hias walaupun rasa, wujud, dan bobotnya berpotensi pasar. Iin Suhandi, Ketua Kelompok Mina Usaha, mengungkapkan, kebanyakan sungai di daerah Sumedang Jawa Barat juga dihuni lalawak. Apalagi bila sungai-sungai itu masih alami, tanpa limbah industri. &lt;br /&gt;Sungai Cikandang dan Berade misalnya, termasuk hunian nyaman bagi lalawak. Bahkan pada bulan-bulan tertentu  kedua sungai di Kecamatan Buahdua, Sumedang itu terjadi musim ikan berlimpah.&lt;br /&gt;Iin mengatakan, ikan lalawak awalnya hanya dijadikan hobi untuk mengisi kolam. Belum banyak masyarakat yang membudidayakan ikan ini. “Tapi bisa dipastikan orang yang suka menjala dan memancing di sungai punya ikan ini di kolamnya,” kata Iin kepada TROBOS belum lama ini di Sumedang. &lt;br /&gt;Lelaki dari Cileungsing, Desa Cilangkap, Buahdua Sumedang ini menuturkan, karena belum banyak yang membudidayakan, maka populasi lalawak tak pesat berkembang.  Pemeliharaan yang ada dilakukan secara polikultur dengan ikan tawes, nilem, mas dan gurame. &lt;br /&gt;“Dicari di pasar pun sangat langka. Ini karena produksi kecil dan pemeliharaannya pun masih sambilan. Hanya masyarakat di daerah tertentu saja yang tahu ikan ini. Makanya, banyak yang mau beli, tapi sayang, ikannya tidak ada,”  ujar Iin Suhandi yang sejak 1975 memelihara lalawak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lalawak Jengkol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beda sungai, beda jenis ikan lalawaknya, Iin menjelaskan. Paling sedikit terdapat 3 jenis ikan lalawak. Yakni lalawak yang umum diketahui, lalawak jengkol yang berukuran lebih pendek seperti ikan louhan, dan lalawak panjang seperti ikan nilem yang umumnya ada di daerah Slawi Jawa Tengah. &lt;br /&gt;Ikan ini cocok di daerah dingin dan jarang terkena penyakit. Selain duri lalawak tidak sebanyak duri tawes, rasa dagingnya pun gurih, cocok untuk dipindang, didendeng atau dipepes. “Kalau ada yang panen ikan lalawak di kolam, tengkulak atau warga sekitar biasa beli untuk dipindang dengan takaran 15 - 18 ekor per kg,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Lelaki yang hobi menjala ini mengakui, kalau dipelihara di kolam pertumbuhan lalawak lambat. Apalagi dengan pakan yang seadanya. Kalau di kolam memakai konsentrat (pakan pabrikan) butuh waktu 6 - 7 bulan. &lt;br /&gt;Tetapi kalau dipelihara di air deras atau di sungai menggunakan keramba, dalam waktu 3 bulan sudah bisa dipanen. “Pernah jala saya menangkap lalawak yang beratnya lebih dari 1 kg. Dari situlah, saya berencana memelihara di air deras. Di sungai. Sekarang sedang disiapkan tempatnya,” Iin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembenihan Lebih Untung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman budidaya Iin, usaha pembenihan lebih menguntungkan dibanding pembesaran.  Lalawak konsumsi takaran 15 - 18 ekor per kg hanya dihargai sekitar Rp 20 ribu. Sedangkan kalau menjual benih 1 liter dengan isi sekitar 300 - 400 ekor, bisa mencapai Rp 48 ribu.&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan benih ukuran 1 cm butuh waktu sekitar 2 bulan dengan keuntungan total sekitar Rp 400 ribu (satu kali panen benih dengan 5 ekor betina dan 20 ekor jantan). “Tidak perlu mengeluarkan biaya pakan karena hanya mengandalkan pakan alami. Cukup hanya mengatur aliran air dan harus sudah selesai panen padi karena benih lalawak bisa ditebar di sawah,” ujarnya.&lt;br /&gt;Hal yang sama diakui Dadang Suparna, pemelihara ikan lalawak di Dusun Naringgul, Buahdua Sumedang. “ Kalau jual benih bisa lebih mahal, 1 liter berisi sekitar 300 ekor bisa dijual Rp 25-30 ribu. Sedangkan untuk ukuran konsumsi 1 kg berisi 20 ekor hanya dijual Rp 15 ribu,” ujar Dadang yang mulai pelihara ikan lalawak sejak 1986.Untuk memijahkan, Iin menjelaskan, diperlukan media kolam tanah dalam keadaan kering dan berbau tanah agar merangsang ikan untuk kawin. Ada pula cara untuk menimbulkan bau tanah perangsang dengan membakar daun kelapa dan bata. Ciri betina yang sudah matang kelamin dan siap menjadi induk adalah semua sisik di tubuhnya kasar, dan badannya terasa lembek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Trobos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-5742539439953747949?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/5742539439953747949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=5742539439953747949&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5742539439953747949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/5742539439953747949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/menguak-potensi-ikan-lalawak.html' title='Menguak Potensi Ikan Lalawak'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDWPPWXsuI/AAAAAAAAAMo/VfNe14aHxY0/s72-c/and-tawar-ikan-lalawak.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-4523862532194529549</id><published>2010-06-10T18:39:00.000+07:00</published><updated>2010-06-10T18:39:36.968+07:00</updated><title type='text'>Asian Aquaculture Network Exhibition 2010</title><content type='html'>GLOBAL - The Asian Aquaculture Network will host an exhibition and workshops in Vijayawada, India from 3-5 September 2010.&lt;br/&gt;India plays a very critical rolse as the producer of carp, fresh water fish and shrimp. Fish products have become an important export commodity for India. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;The craft, tackle and farming methods of Indian fisheries and aquaculture have improved in the past decades and the sector has been receiving more attention from central and state governments. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Nethertheless, the industry requires alternatives for better cost efficiency and competitiveness whilst tackling issues on environmental impact, food safety and sustainability.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;With this in mind, Asian Aquaculture Network Exhibition and Workshops 2010 hopes to provide producers with updated information in technology and innovation. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Workshop topics include health and disease management, nutrition and feed technology, culture systems and new species with emphasis on recirculation aquaculture system (RAS) and cage farming, hatchery and live feed and marketing and processing technology. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;For more information visit www.asianaquaculturenetwork.com.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-4523862532194529549?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/4523862532194529549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=4523862532194529549&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4523862532194529549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/posts/default/4523862532194529549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://benihikanku.blogspot.com/2010/06/asian-aquaculture-network-exhibition.html' title='Asian Aquaculture Network Exhibition 2010'/><author><name>ANDHI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10122035070181205609</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TAGTSURnAfI/AAAAAAAAAEU/6EkJBt7bVB8/S220/Foto0229i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5122350739708871838.post-5566271761486349210</id><published>2010-06-10T18:19:00.000+07:00</published><updated>2010-06-10T18:19:48.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>10 Tempat Paling Ekstreme Di Bumi</title><content type='html'>1. Lut Desert (Iran): Tempat Terpanas di Bumi 159 °F (71 °C)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD5jpF1OI/AAAAAAAAALw/WicZPeokB3w/s1600/a96770_a487_Iran-Lute_Desert.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD5jpF1OI/AAAAAAAAALw/WicZPeokB3w/s640/a96770_a487_Iran-Lute_Desert.jpg" width="443" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada diskusi  besar  tentang tempat terpanas di bumi. Banyak yang percaya di Al  Azizyah,  Libya, dengan suhu tercatat 136 derajat Fahrenheit (57,8  derajat  celcius), dan tempat terpanas kedua berada di Death Valley,  California,  Amerika Serikat, yaitu 134 Fahrenheit pada tahun 1913.  Tetapi menurut  situs lain, &lt;b&gt;satelit  NASA mencatat suhu permukaan setinggi 71 ° C (159  ° F) di gurun Lut  Iran&lt;/b&gt;, konon yang ini adalah  temperatur terpanas  yang pernah tercatat di muka Bumi. Daerah ini, yang  meliputi wilayah  sekitar 480 kilometer, disebut Gandom Beriyan  (panggang gandum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.  Mt. Chimborazo (Ecuador):  Titik Tertinggi dari Pusat Bumi 20,703 feet  (6,310 m) di Atas Permukaan  Laut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD005J5rI/AAAAAAAAALg/oecTCfrtDmA/s1600/a96770_a487_chimborazo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://3.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD005J5rI/AAAAAAAAALg/oecTCfrtDmA/s640/a96770_a487_chimborazo.jpg" width="444" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Tidak banyak orang yang tahu tentang Gunung   Chimborazo di Ekuador dengan ketinggian 6.310 meter (20.703 kaki), beda   sedikit dari Gunung Everest, namun memiliki perbedaan Chimborazo  menjadi  gunung tertinggi di atas pusat bumi. Hal ini karena Bumi  memiliki poros  bulat. Sebagai poros bulat, Bumi adalah yang paling luas  di  khatulistiwa. Chimborazo hanya satu derajat sebelah selatan  khatulistiwa  bumi dan pada lokasi itu adalah &lt;strong&gt;6.384 kilometer dari pusat Bumi atau   sekitar 2 kilometer lebih jauh dari pusat Bumi dibandingkan Gunung   Everest.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Tristan de Cunha (UK): Pulau  Berpenghuni  Paling Terisolasi di Bumi Berjarak 2,000 mil dari Continent  Terdekat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD_Rg0E2I/AAAAAAAAAMI/MH23EMm2LFc/s1600/a96770_a487_tristan-da-cunha.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="272" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD_Rg0E2I/AAAAAAAAAMI/MH23EMm2LFc/s400/a96770_a487_tristan-da-cunha.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelompok pulau berpenghuni terpencil di   dunia, Tristan de Cunha di selatan Samudera Atlantik, adalah pulau yang   sangat kecil, dan tidak memiliki landasan. Rumah untuk 272 orang   dibagiterdiri dari 8 nama keluarga, penduduk disana turun-temurun   menderita keluhan seperti asma dan glaukoma. Dianeksasi oleh Britania   Raya pada 1800-an, penduduk pulau memiliki kode pos dan bahasa Inggris,   sementara mereka dapat memesan barang secara online, &lt;strong&gt;dibutuhkan waktu  yang sangat lama untuk  pesanan mereka datang.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.  Angels Falls (Venezuela): Air Terjun  Tertinggi 3230 kaki (984 m)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDEEEHlyDI/AAAAAAAAAMY/g4OrGQtxe6g/s1600/a96770_a487_water-fall.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDEEEHlyDI/AAAAAAAAAMY/g4OrGQtxe6g/s640/a96770_a487_water-fall.jpg" width="458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Angel Falls (Salto Ángel) di Venezuela  adalah  air terjun tertinggi di dunia. Air terjun yang &lt;strong&gt;tingginya 3.230&lt;/strong&gt; terletak di sebuah anak sungai Rio Caroni. Air terjun  terbentuk saat  arus sungai jatuh dari puncak Auyantepui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Oymyakon   (Russia): Tempat Terdingin di Dunia ?96.2 °F (?71.2 °C)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD9lyYWVI/AAAAAAAAAMA/UWmxlxohBdM/s1600/a96770_a487_oymyakon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD9lyYWVI/AAAAAAAAAMA/UWmxlxohBdM/s640/a96770_a487_oymyakon.jpg" width="424" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Oymyakon adalah sebuah desa di Oymyakonsky   Ulus dari Republik Sakha, Rusia, terletak di sepanjang Sungai Indigirka,   30 kilometer (20 mil) barat laut Kolyma Tomtor di Highway. Populasi   adalah 800 orang. Oymyakon dikenal sebagai salah satu calon Kutub Utara   Dingin, karena pada tanggal 26 Januari 1926, &lt;strong&gt;temperature dari -71,2 °  C (-96,2 ° F)  tercatat di sana&lt;/strong&gt;. Ini adalah suhu  terendah tercatat  untuk setiap lokasi yang dihuni secara permanen di  Bumi. Itu juga  merupakan suhu terendah tercatat di belahan bumi Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6.  The Dry  Valleys (Antarctica): Tempat Terkering di Muka Bumi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDDyQZKZmI/AAAAAAAAALY/cImkC6H_F5k/s1600/a96770_a487_antarctica-dry-valley.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDDyQZKZmI/AAAAAAAAALY/cImkC6H_F5k/s400/a96770_a487_antarctica-dry-valley.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Salah satu daerah di Antartika dikenal   sebagai Lembah Kering. &lt;strong&gt;Di lembah  ini tidak ada curah hujan lebih dari  2 juta tahun.&lt;/strong&gt; Dengan pengecualian satu lembah, danau  secara singkat  yang diisi dengan air dari daratan yang mengalir  sungai-sungai selama  musim panas, Lembah Kering tidak mengandung uap  air (air, es, atau  salju). Alasan mengapa Lembah Kering ada adalah 200  mph katabatic bawah  angin yang menguap semua kelembaban. Lembah-lembah  kering yang aneh:  kecuali beberapa batu terjal mereka adalah  satu-satunya bagian dari  benua Antartika tanpa es. Terletak di  Trans-Antartika Range, mereka  berhubungan dengan daerah pegunungan di  mana penguapan (atau lebih  tepatnya, sublimasi) lebih penting daripada  hujan salju, sehingga semua  es menghilang, meninggalkan tanah tandus  kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7.  Marianas Trench (Indonesia and Japan):  Titik Terendah di Muka Bumi  35,840 kaki (10,924 m) di bawah permukaan  laut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD7YXAC8I/AAAAAAAAAL4/iEjHE6mwWs8/s1600/a96770_a487_mariana-trench.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD7YXAC8I/AAAAAAAAAL4/iEjHE6mwWs8/s400/a96770_a487_mariana-trench.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Challenger Deep di Palung Mariana (atau   Marianas Trench) adalah titik terdalam di lautan bumi. Dalamnya adalah &lt;strong&gt;10.924  meter (35.840 kaki) di bawah  permukaan laut.&lt;/strong&gt; Satu-satunya orang   yang pernah dieksplorasi parit ini adalah Jacques Piccard dan Don  Walsh.  Di bagian bawah mereka tujuh mil ke bawah dan di sekeliling  mereka  delapan ton tekanan. Mereka mengamati ikan, udang dan makhluk  lainnya  hidup di bawah dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Lloro  (Colombia): Tempat  Terbasah di Muka Bumi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDEG_xyyII/AAAAAAAAAMg/PoRrFFpvZIM/s1600/a96770_a487_wettest-place.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDEG_xyyII/AAAAAAAAAMg/PoRrFFpvZIM/s320/a96770_a487_wettest-place.jpg" width="237" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Lloro, Kolombia, mendapatkan rata-rata 40   feet hujan setahun. Orang-orang yang tinggal di sana menghasilkan uang   dengan menebang pohon-pohon di hutan terdekat di mana Anda dapat   mengandalkan pada hujan setiap hari. Sekali lagi, ada diskusi tentang   fakta ini. Cherrapunji, Utara-Timur India diperkirakan selama   bertahun-tahun untuk menjadi tempat paling basah di dunia. &lt;strong&gt;Disini  hujan rata-rata 10.820 mm  dalam  satu tahun&lt;/strong&gt;, baik dari jumlah  pendek  dari Lloro. Tidak seperti Kolombia dimana hujan turun sepanjang  tahun,  Cherrapunji mendapatkan sebagian besar dari hujan selama ‘monsun  barat’,  atau musim hujan, antara bulan Juni dan Agustus. Sebenarnya,  antara  1860 dan 1862 Cherrapunji ini sangat basah; antara 1 Agustus  1860 dan 31  Juli 1861 (yang tumpang tindih bagian dari 2 musim basah)  26.467 mm  hujan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Mount Thor (Canada): Tempat  Vertical  Tertinggi di Muka Bumi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDEBh-Ux-I/AAAAAAAAAMQ/xmMf1FtDs8s/s1600/a96770_a487_vertical-drop.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="262" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDEBh-Ux-I/AAAAAAAAAMQ/xmMf1FtDs8s/s400/a96770_a487_vertical-drop.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Gunung Thor, di Auyuittuq Taman Nasional di   Pulau Baffin, Nunavut, Kanada, menyediakan &lt;strong&gt;tempat vertikal tertinggi  yaitu 4.100 kaki&lt;/strong&gt;. Gunung Thor adalah puncak paling terkenal  di  Kanada, dan itu murni terbuat dari granit. Ini favorit para pencari   sensasi dan pendaki. Gunung Thor dinaiki pertama kali pada tahun 1953   oleh Institut Kutub Utara Amerika Utara tim. Ada beberapa ekspedisi   rappel baru-baru ini, dengan satu kematian pada tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10.  Dead Sea  (Jordan): Tempat Berelevasi Terendah di Muka Bumi 1,385 ft  (422 mt) di  bawah permukaan laut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD3JEu1cI/AAAAAAAAALo/HmMxo5JE4sc/s1600/a96770_a487_dead-sea.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="276" src="http://1.bp.blogspot.com/_pPJryq9cRa8/TBDD3JEu1cI/AAAAAAAAALo/HmMxo5JE4sc/s400/a96770_a487_dead-sea.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Laut Mati adalah elevasi terendah di   permukaan bumi di tanah kering, &lt;strong&gt;garis  permukaan dan pantai berjarak  422 meter (1.385 kaki) di bawah  permukaan laut.&lt;/strong&gt; Di perbatasan   Yordania dan Israel, jalan di sekitar Laut Mati juga menjadi jalan   paling rendah di Bumi. Terkenal karena salinitas (lebih dari sepuluh   kali dari Laut Mediterania), Laut Mati dikatakan menjadi rumah bagi   kesehatan pertama mundur. Karena garam ekstrem konten, tidak ada   makhluk yang dapat bertahan hidup di laut itu, maka dinamakan demikian. [*]CPS:TRSLBNG/GO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5122350739708871838-5566271761486349210?l=benihikanku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://benihikanku.blogspot.com/feeds/5566271761486349210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5122350739708871838&amp;postID=5566271761486349210&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5122350739708871838/po
